
Begitu Brian menghilang dari pandangannya, Eveline belum juga masuk ke dalam apartemennya justru dia menghentikan taksi yang baru saja ada penumpang turun dan Eveline segera masuk ke dalam taksi tersebut. Dan segera memerintahkan sopir taksi untuk menuju ke bar terdekat.
"Enak saja nyuruh aku jam segini masuk ke apartemen. Emangnya dia pikir aku bocil yang jam 9 malam harus uda ada dirumah!" gerutu Eveline kesal kepada Brian.
"Aku mau quality time sendiri, tanpa dia pun aku masih bisa bersenang-senang. Nanti disana juga ada cowok yang suka sama aku!" lanjut Eveline sambil mengeluarkan alat make-up dari dalam tas nya dan menambahi polesan make-up ke wajahnya yang sudah jelas-jelas masih terlihat itu.
20 menit berlalu akhirnya Eveline sampai juga di bar, dia segera membayar ongkos taksi dan berjalan masuk ke dalam bar.
Begitu masuk Eveline langsung memesan minuman beralkohol yang sudah sering dia pesan ketika dia berada di bar. Dengan sekali teguk minuman itu langsung habis oleh Eveline. Karena merasa kurang puas dia segera memesan lagi minuman tersebut hingga habis beberapa gelas.
Dan tentu saja tidak sedikit pria hidung belang yang sengaja menggodanya. Karena memang penampilan Eveline yang begitu terbuka sehingga seakan menunjukkan bahwa Eveline wanita nakal.
Eveline yang kesadarannya sudah hampir hilang pun tentu akan diam saja ketika beberapa pria sengaja memegangnya bahkan dibagian sensitifnya sekalipun.
Dan kejadian seperti itu berlangsung cukup lama hingga seorang bartender seperti biasa bertugas untuk menyiapkan kamar yang biasanya untuk orang-orang yang sudah mabuk dan tidak ada teman yang mendampingi.
...****************...
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Brian segera membersihkan diri dan bersiap untuk beristirahat setelah dia gagal melamar Vera justru dia dikejutkan dengan kedatangan Eveline yang sangat tiba-tiba.
Sebelum benar-benar memejamkan matanya, Brian terlebih dahulu mengisi daya ponselnya. Kemudian dia benar-benar merebahkan dirinya diranjang dan tertidur karena merasa lelah setelah seharian bekerja dan suprise yang gagal dia berikan kepada Vera.
Pagi pun datang, Brian terbangun karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah tirai kamarnya dan dia merasa terusik. Dan dia melirik jam dinakas sebelah ranjangnya.
"Mampus! Kesiangan aku!" seru Brian segera beranjak dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Karena kesiangan dia benar-benar buru-buru dan melupakan sarapan bahkan melupakan ponselnya yang dari semalam dia isi daya.
30 menit berlalu karena jalanan yang sudah sedikit macet sehingga membuat Brian sampai dirumah Vera sedikit siang. Begitu sampai Brian melihat rumah Vera yang sudah tertutup rapat dan mobil Vera yang sudah tidak ada berarti menandakan bahwa Vera sudah berangkat bekerja.
"Tuu kan gara-gara kesiangan sih." kesal Brian.
Dia pun segera putar arah untuk menuju ke kantornya karena hari sudah semakin siang dan dia tidak mau terlambat masuk kerja karena bisa-bisanya nanti akan mendapatkan skors.
Begitu sampai dikantor dan benar saja bertepatan dengan waktu masuk sehingga Brian pun langsung disibukkan dengan pekerjaan yang sudah menumpuk.
Hingga sampai waktu jam istirahat Brian baru ingat bahwa dia belum menghubungi Vera sekalipun sejak kejadian semalam. Brian pun segera mengambil ponselnya didalam tas. Setelah semua barang didalam tas dia keluarkan dan tidak juga menemukan ponselnya dia pun teringat bahwa ponselnya tertinggal dirumah.
"Aduhh! Kenapa bisa bego banget gini sih! Ponsel dari semalam mati masih di charge pula!" gerutu Brian dengan kesal.
Dia pun menaruh kepalanya diatas meja, merasa stres sendiri. Kejadian semalam yang begitu tiba-tiba serta pekerjaan seharian ini yang sangat banyak sehingga membuatnya tidak bisa berfikir dengan jernih.
"Ahh iya kenapa aku gak cari si Erni aja ya, kan aku bisa minta tolong sama dia buat telpon Vera dan menjelaskan semuanya!" seru Brian ketika dia baru saja teringat dengan Erni yang adalah sahabat dari kekasihnya dan kebetulan satu kantor dengannya bahkan satu divisi. Tetapi kebetulan mulai minggu ini Brian ditempatkan di divisi lain untuk membantu divisi tersebut sehingga membuatnya tidak bisa bertemu dengan Erni.
Tanpa banyak berfikir Brian pun segera keluar dari ruangannya untuk ke divisi Erni mencari keberadaan Erni. Begitu sampai Brian segera mencari Erni, dia terlihat celingak celinguk mencari dimana Erni berada. Saat ini belum jam istirahat seharusnya Erni masih berada diruangannya tetapi Brian tidak menemukannya sama sekali. Sehingga temannya yang juga sudah mengenal Brian pun menegurnya.
"Ngapain kamu kesini Brian? Ada yang ketinggalan? Bukannya kamu diminta bantu ke divisi lain ya?" tanya temannya yang melihat keberadaan Brian di divisi lain.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏