
Keesokan harinya begitu bangun pagi Vera segera melakukan pekerjaan rumah, karena hari ini dia libur bekerja maka dia gunakan untuk mempersibuk dirinya sendiri karena dia ingin mengalihkan pikirannya dari masalah yang sedang dia hadapi. (memang ya kalau orang perempuan bersih-bersih itu sampai gak kenal waktu 🤭).
Tak terasa waktu beranjak sore, Vera segera membersihkan diri dan kembali akan menyapu halaman rumahnya baru setelah itu dia bisa bersantai.
Baru saja dia akan menyapu tiba-tiba saja ada mobil masuk ke dalam halaman rumahnya, tentu saja dia tahu dan wajah sumringah jelas terlihat diwajah Vera. Karena yang datang adalah sahabatnya yang beberapa hari ini tidak bertemu karena Erni baru saja kembali dari liburannya di Bali.
Benar saja tidak berapa lama Erni pun keluar dari mobil dan Vera tersenyum kepadanya. Tanpa pikir panjang Erni pun setengah berlari menghampiri Vera dan segera memeluknya dengan erat sambil terisak.
"Maafin aku ya Ver." lirih Erni disela-sela pelukannya.
Vera pun mengerutkan keningnya merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu. Tidak ada angin tidak ada hujan tapi tiba-tiba saja datang dan memeluknya sambil menangis.
"Hei kamu kenapa? Habis pulang dari Bali bukannya seneng kog malah nangis?" tanya Vera sambil berusaha sedikit melonggarkan pelukannya.
Tetapi Erni bergeming dia tetap memeluk Vera bahkan lebih erat membuat Vera semakin dibuat bingung karena Vera belum mengetahui jika Erni ternyata sudah tahu masalah antara dirinya dan Brian.
"Erni kamu kenapa? Ada masalah apa?" tanya Vera sekali lagi dan kali ini Erni mau melepaskan pelukannya.
"Aku uda tahu Ver." lirih Erni yang masih berderai air mata.
"Tahu apa?" tanya Vera.
"Kamu lagi ada masalah kan sama Brian? Maafkan aku karena gak ada disaat kamu lagi butuh." jawab Erni.
Vera pun hanya tersenyum kemudian mengajak Erni untuk masuk ke dalam rumah. Begitu masuk ke dalam rumah Vera mengajak Erni untuk duduk di sofa.
"Gimana liburan kalian? Ada oleh-oleh buat aku kan?" tanya Vera mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ayolah Ver, aku tahu kamu terluka. Aku uda marahin Brian karena berani mempermainkan kamu." ucap Erni sedih.
"Aku gak bisa menghalangi perasaan seseorang yang masih ada untuk masa lalunya Er." jawab Vera dengan senyum yang dipaksakan.
"Iya tapi Brian salah, dia gak bisa tegas sama tu cewek! Aku uda ancam dia awas saja kalau berani main-main sama kamu!" ucap Erni marah.
Vera tersenyum senang melihat reaksi yang ditunjukkan oleh sahabatnya. Dia segera memeluk Erni dan mengucapkan banyak terima kasih.
"Terima kasih banyak Er, kamu emang the best!" ucap Vera tulus.
...****************...
Sedangkan dilain pihak, karena semalam tidak bisa tidur bahkan baru tidur hampir pagi dan beberapa hari sebelumnya juga tidak bisa tidur dengan nyenyak akhirnya hari ini rencana dia ingin menemui Vera pagi-pagi harus terjeda karena Brian yang masih terlelap di alam mimpi.
Pada hampir sore baru dia terbangun dan sedikit merasakan kepalanya yang pusing. Tetapi dia harus paksakan untuk tetap bangun. Brian segera membersihkan diri dan bersiap untuk ke rumah Vera tetapi sebelumnya dia akan mampir dulu untuk makan. Karena dia ingin bertemu dengan Vera dalam keadaan yang benar-benar siap.
...****************...
Gak sabar nunggu kelanjutannya 😍
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏