
Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Brian dan Eveline ijin untuk kembali pulang karena waktu sudah semakin sore dan perjalanan yang cukup jauh.
Kedua orang tua Eveline menanggapi kedatangan Eveline dengan biasa saja, tidak menunjukkan suka ataupun tidak suka. Hanya menganggap seperti tamu biasa saja. Apalagi ketika Brian mengutarakan maksudnya yang ingin menikahi Eveline, kedua orang tua Brian bukannya menolak atau mengiyakan tetapi menyuruh mereka untuk mengenal lebih jauh lagi.
Setelah berpamitan akhirnya Brian dan Eveline benar-benar pulang. Brian mengantarkan Eveline dulu ke apartemennya tetapi Brian hanya mengantar sampai di depan saja tidak masuk ke dalam karena memang hari yang sudah beranjak malam.
Begitu sampai di kamarnya Eveline segera membersihkan diri karena merasa sudah gerah setelah seharian bepergian. Selesai mandi Eveline menuju dapur untuk membuat susu coklat dan dia akan menikmatinya dengan menonton televisi.
"Kayaknya keluarga Brian gag setuju kog sama aku. Jadi termasuk berhasil juga donk usahaku." gumam Eveline dengan gembira. Karena dia mengingat interaksi mereka tadi yang biasa saja.
Berbeda dengan Brian, begitu dia selesai membersihkan diri Brian merebahkan dirinya diranjang untuk melepaskan lelah karena baru saja melakukan perjalanan jauh.
Sambil dia rebahan, Brian mengirim pesan kepada Ibunya untuk memberitahukan bahwa dia sudah sampai di rumah dengan selamat.
Beberapa menit berlalu setelah Brian mengirim pesan, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan terlihat nama Ibunya yang sedang menghubungi.
"Halo. Ada apa Ma? Brian udah sampai ini." ucap Brian begitu dia menggeser tombol hijau.
"Syukurlah kalau sudah sampai dengan selamat." jawab Ibunya.
"Iya Ma. Mama belum tidur?" tanya Brian membuka obrolan.
"Begini Brian, langsung saja. Mama, Papa dan juga Kakakmu sudah mengambil keputusan bahwa kamu sama Eveline tidak boleh menikah sebelum Eveline berubah menjadi lebih baik." ucap Ibunya.
Brian yang mendengar perkataan Ibunya seketika langsung duduk dikepala ranjang, sebelumnya dia sedang rebahan.
"Kog gitu Ma? Aku sama Eveline saling mencintai Ma dan kita uda cukup dewasa untuk menikah." ucap Brian membela Eveline.
"Kenapa Mama bisa menilai gitu?" tanya Brian.
"Dari awal kalian datang Mama dan Papa sudah bisa menilai bagaimana Eveline. Dan sebagai seorang Ibu firasat Mama tidak pernah salah Nak." jawab Ibunya berusaha menjelaskan.
"Tapi Ma..."
"Sudah, nurut sama Mama. Sekarang kamu istirahat dan jangan bahas soal menikah lagi sebelum kamu lulus kuliah dan bekerja dengan baik." ucap Ibunya.
Brian menghela nafas pelan, dia tidak berani melawan kedua orang tuanya karena dari kecil dia sudah dididik untuk patuh dan menghormati apa yang menjadi keputusan kedua orang tuanya.
Dan tentu saja Brian tidak akan berkata jujur kenapa dia ingin segera menikahi Eveline karena kejadian malam itu yang membuatnya berada diluar kendali.
Akhirnya Brian hanya bisa mengiyakan keinginan orang tuanya dan dia segera beristirahat karena memang tubuhnya yang sudah merasa capek. Dan dia berencana besok akan menemui Eveline untuk kembali membahas masalah ini.
Sedangkan Eveline sendiri sudah berencana kalau mulai besok dia akan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Brian.
...****************...
Hehehe sabar ya kak kalau flashbacknya terlalu lama, kan aku uda bilang kalau bakal lama 🤭🙏
Jadi alurnya maju-mundur-maju gitu..
Sabar nggeh 🙏
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏