
1 bulan berlalu...
Pernikahan Eveline dan James pun berlangsung dengan sangat meriah tanpa ada kendala dan masalah apapun. Banyak kolega yang datang, karena James dan Eveline adalah pemimpin perusahaan yang cukup terkenal di kota itu sehingga banyak kolega dari keduanya yang menghadiri pernikahan mereka.
Mommy Eveline pun menangis bahagia bisa melihat anaknya menikah dengan orang yang tepat, meskipun awalnya mereka dijodohkan tetapi tidak ada penolakan dari mereka masing-masing.
Setelah Eveline dan James menikah, mereka masing-masing tetap akan memimpin perusahaan mereka sendiri. Tetapi James memberi batasan kepada Eveline jika nanti dia hamil, maka James ingin agar Eveline mempercayakan kepada seseorang dan dia hanya memantau dan bekerja dari rumah saja. Karena James tidak ingin membuat Eveline kesulitan didalam kehamilannya jika masih harus mengurus perusahaan sendiri.
...****************...
Di jam yang masih menunjukkan pukul 05.00 pagi, tiba-tiba saja Vera terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi karena dia merasa perutnya sangat mual. Brian yang merasakan pergerakan disampingnya pun juga ikut terbangun dan melihat Vera yang berlari ke kamar mandi.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Brian khawatir, sambil membantu Vera mengeluarkan muntahnya.
Vera tidak menjawab dia hanya terus muntah. Setelah beberapa menit berlalu, Vera merasa lemas dan pusing setelah muntah dan dia hampir saja jatuh jika Brian tidak sigap menangkapnya.
"Kamu kenapa Sayang? Jangan bikin aku khawatir!" Brian panik kemudian segera mengangkat Vera dan membawa ke ranjang untuk dibaringkan disana.
"Sebentar aku ambilkan minum hangat." ucap Brian sambil berlalu ke dapur.
Vera hanya menjawab dengan anggukan kepala dengan mata yang terpejam karena dia merasakan pusing setelah mengeluarkan muntah tersebut.
Beberapa saat berlalu, Brian pun kembali ke kamar dengan membawa air putih hangat. Dia segera membantu Vera untuk duduk agar dia bisa minum. Vera pun segera meminum hingga hampir tandas, setelah itu dia segera berbaring kembali. Dan Brian meletakkan gelas di atas nakas.
"Aku gak apa-apa Sayang." jawab Vera lirih.
"Gak apa-apa gimana? Kamu lemas begini!" seru Brian karena Vera keras kepala tidak mau diajak ke dokter.
"Aku mau tidur lagi sambil dipeluk kamu Yank." ucap Vera manja, sambil merentangkan kedua tangannya.
Brian pun menuruti keinginan Vera, dia segera naik ke ranjang disebelah Vera kemudian segera memeluk Vera. Vera pun segera menghirup dalam-dalam aroma tubuh Brian yang menurut dia sungguh menenangkan. Dan tidak berapa lama Vera langsung tertidur pulas.
Brian merasa heran dengan tingkah Vera akhir-akhir ini. Tetapi dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi. Dan tanpa sepengetahuan Vera, Brian menghubungi dokter yang merupakan salah satu teman kuliahnya dulu. Dan kebetulan rumah mereka pun tidak jauh sehingga kapan saja Brian membutuhkannya dia bisa datang kerumah asalkan ketika tidak melakukan praktek di kliniknya.
1 jam berlalu, Dion dokter yang akan memeriksa pun sudah datang. Dia menunggu didepan pintu rumah Brian.
Brian pun melepaskan pelukan Vera perlahan karena dia akan keluar untuk menemui Dion. Akhirnya setelah melalui drama Brian pun bisa keluar dari kamar.
...****************...
Maaf kakak-kakak semua lama tidak up 🙏
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak, like, komen dan hadiah jangan lupa 😍