Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 37



Acara foto bersama keluarga pun berlangsung. Semua keluarga yang hadir tanpa terkecuali ikut foto bersama dengan kedua mempelai yang terlihat sangat bahagia sekali. Setelah foto-foto mereka menikmati makanan yang sudah disediakan untuk mereka nikmati bersama. Sambil menikmati makanan mereka juga menikmati musik-musik yang sudah disediakan oleh keluarga kedua mempelai.


Keluarga Erni pun memberi selamat kepada Vera dan Brian. Mereka naik ke pelaminan dimana Vera dan Brian duduk disana.


"Selamat ya Vera! Akhirnya melepas masa lajang juga." seru Erni bahagia sambil memeluk Vera.


"Terima kasih." jawab Vera.


"Mommy!" seru Sifa dan Leoni yang membuat Erni dan Vera melepaskan pelukan mereka. Dan kedua anak itu menghambur ke pelukan Vera.


Sedangkan Edi terlihat juga memberi selamat kepada Brian. Setelah itu keluarga Erni pun turun dari pelaminan, tetapi Erni kembali dan merangkul Vera kemudian terlihat memberikan sesuatu kepada Vera.


"Jangan lupa nanti diminum, biar kalian tahan lama." bisik Erni kemudian dengan terkekeh segera turun dari pelaminan.


"Apaan ini?" tanya Vera yang membolak-balik barang yang baru saja diberikan oleh Erni. Tetapi segera direbut oleh Brian dan dimasukkan ke dalam saku celananya.


"Heh awas kamu ya! Aneh-aneh aja." ucap Brian lirih dan menatap Erni serta mengepalkan tangan dan ditunjukkan kepada Erni. Tetapi bukannya takut justru Erni malah meledeknya.


"Emang apaan itu Pah?" tanya Vera kepada Brian. Ya, Vera sudah berjanji bahwa jika nanti setelah mereka menikah akan memanggil dengan sebutan Papa dan Mama.


"Nanti aja bukanya kalau pas dikamar berduaan." jawab Brian berbisik sambil mengedipkan matanya.


Tentu saja Vera tahu apa yang dimaksud, sehingga dia pun akhirnya memilih diam daripada otaknya travelling saat itu juga.


Akhirnya acara resepsi pun berjalan dengan lancar. Dan sebagian tamu undangan sudah meninggalkan acara tersebut. Hanya tinggal beberapa keluarga inti saja yang masih disana.


Kakak Brian pun menghampiri Vera dan Brian yang saat itu masih berkumpul bersama keluarga.


"Dek, sekali lagi selamat ya." ucap Kakaknya Brian sambil duduk disamping Brian.


"Hilih kenapa deket-deket, ada maunya ini pasti?" tanya Brian bercanda.


"Iya donk, kayak gak tahu Kakak aja kamu ini." jawab Kakaknya Brian menanggapi godaan dari Brian.


"Nih!" Kakaknya Brian membuka tasnya dan mengambil sebuah amplop putih kemudian diserahkannya kepada Brian.


"Apaan ni Kak?" tanya Brian bingung sambil menerima dan membolak-balikkan amplop tersebut.


"Buka aja." jawab Kakaknya Brian.


Brian pun membuka dan membaca isinya yang diikuti oleh Vera yang ada disampingnya. Seketika Brian pun menoleh kepada Kakaknya dengan mata berbinar.


"Beneran ini Kak?" tanya Brian dengan bahagia, begitu juga dengan Vera.


Kakak Brian hanya tersenyum dengan menggedikkan kedua bahunya.


"Aaaa terima kasih banyak Kak!" seru Brian sambil menghambur kepelukan Kakaknya begitu juga dengan Vera.


Ya, bagaimana Brian dan Vera tidak bahagia karena ternyata Kakaknya ini memberi mereka kado bulan madu ke Bali lengkap dengan hotel dan tiket pulang-pergi selama tiga hari dua malam dan besok sore jadwal penerbangan keberangkatan mereka.


Kakak Brian pun ikut merasa bahagia dengan kebahagiaan Adiknya ini.


"Kalian baik-baik ya, saling menyayangi satu sama lain. Awet sampai maut memisahkan." nasehat Kakak Brian kepada Vera dan Brian setelah pelukan mereka terlepas.


"Iya pasti Kak." jawab keduanya.


Meskipun Brian dan Kakaknya sering berantem tetapi keduanya memang sangat menyayangi satu sama lain.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏