
Di dalam kamar, Kakaknya Brian dan Vera sedang mengobrol. Kak jennie menceritakan bagaimana kehidupannya bersama dengan Brian waktu dulu. Jennie menceritakan bahwa Brian anak yang baik dan Jennie juga bisa menjamin bahwa Brian akan setia asalkan oran yang dia percaya juga setia kepadanya.
Maka dari itu Jennie menasehati Vera bahwa mereka berdua harus hidup rukun hingga maut memisahkan. Dan Jennie juga mengungkapkan bahwa keluarganya merasa bersyukur karena Brian bertemu dengan Vera, yang mereka yakini bahwa Vera akan membawa Brian kearah yang lebih baik.
Sedangkan Brian sendiri, di malam pertamanya dia malah tidur bersama dengan keponakan-keponakannya yang lain yang sengaja datang jauh-jauh untuk menghadiri pernikahannya. Sebelum tidur mereka bercanda terlebih dahulu. Tetapi Brian tidak merasa sedih karena memang waktu berkumpul dengan keluarga besarnya jarang dia lakukan, sedangkan untuk bersama Vera mulai besok dan seterusnya dia sudah bisa tidur dengan Vera.
Akhirnya hari yang dinantikan Brian dan Vera pun datang juga. Keesokan harinya Vera sedang packing baju untuk dibawa honeymoon di Bali bersama Brian siang nanti. Memang terkesan mendadak karena memang hadiah tiket dari Kakaknya baru saja kemarin diberikan apalagi malam harinya Vera diculik untuk tidur bersama dengan Kakak Brian, jadi Vera baru bisa packing pagi ini.
Saat ini Vera sedang berada dikamar, dan Brian masuk kemudian menghampiri Vera dan memeluknya dari belakang. Dia menyandarkan kepalanya ke bahu Vera.
"Selamat pagi Istriku." ucap Brian sambil mencium sekilas pipi Vera dari arah samping.
Vera tersenyum manis, mendengar panggilan baru mereka berdua.
"Selamat pagi juga Suamiku." jawab Vera.
"Gimana semalam, tidurnya nyenyak?" tanya Brian tetap pada posisi seperti itu.
"Nyenyak donk, emang kamu gak nyenyak?" tanya Vera.
"Gimana bisa nyenyak orang gak ada selimutnya." jawab Brian dengan manja.
"Lhoh kog bisa? Bukannya tiap kamar ada selimutnya? Masa Mama lupa kasih sih?" tanya Vera, bahkan dia sempat menoleh kearah Brian yang masih setia memeluknya dari belakang.
"Selimutnya kan kamu Sayang!" seru Brian sambil memutar tubuh Vera agar menghadap ke arahnya.
"Ihh apaan sih." jawab Vera dengan pipi yang sudah merona.
Mata mereka pun saling menatap, lama kelamaan pandangan Brian berubah menjadi pandangan yang berkabut gairah. Entah siapa yang memulai benda kenyal itu saling bertemu. Awalnya hanya sebuah kecupan tapi lama kelamaan berubah menjadi cumbuan yang seakan menuntut lebih. Akhirnya Vera pun melepaskannya terlebih dahulu setelah merasa sudah kehabisan nafas.
"Nanggung Sayang, uda gak tahan." jawab Brian dengan suara yang berat.
Ketika Vera ingin berbicara tiba-tiba saja pintu diketuk dari luar.
Tok! Tok! Tok!.
"Brian, itu teman-teman kamu datang!" seru Mamanya Brian, yang memberitahukan bahwa masih ada teman Brian yang baru bisa datang hari ini.
"Argh! Gagal lagi!" gerutu Brian sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
"Brian!" ucap Mamanya lagi dengan nada yang sedikit lebih tinggi karena merasa tidak ada jawaban dari Brian.
"Iya Ma, Brian keluar!" jawab Brian yang juga ikut berteriak.
"Sabar Sayang." bisik Vera sambil tersenyum kemudian dia berinisiatif mencium bibir Brian sekilas.
"Tunggu nanti di Bali ya, gak bakal bisa lari kamu Sayang." ucap Brian sedikit mengancam.
Tetapi ancaman dari Brian bukan membuat Vera takut, justru Vera semakin terkekeh.
Brian hanya bisa menghela nafas kemudian berjalan menuju pintu untuk membukanya dan meninggalkan Vera untuk melanjutkan packingnya.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏