Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 56



"Lama banget sih, lagi nge-we ya didalem!" ketus Dion ketika Brian baru saja membuka pintu.


Memang pertemanan mereka seperti itu, sudah sangat dekat sehingga mereka tidak akan tersinggung satu sama lain ketika perkataan mereka sangat pedas.


"Bertamu itu ucap salam bukan nuduh orang gitu." jawab Brian sambil mengikuti Dion yang sudah terlebih dahulu duduk di sofa.


"Siapa yang sakit? Lu? Sakit apa? Sakit jiwa ya? Sehat bugar gitu dibilang sakit." ucap Dion, karena dia belum tahu jika yang sakit adalah Vera karena Brian tidak memberitahunya.


"Lu kali yang sakit jiwa!" seru Brian sambil memberikan minuman kaleng buat Dion. Dion pun menerimanya dan segera membuka dan meneguk isinya begitupun dengan Brian.


"Trus siapa yang sakit?" tanya Dion, begitu dia selesai minum.


"Istri ku, tapi dia masih tidur tunggu bentar." jawab Brian.


"Lu gila! Masa iya dokter disuruh nunggu pasien yang masih tidur. Lu kira gue dokter nganggur." kesal Dion. Meskipun hari ini jadwal dia libur tetapi dia sudah membayangkan akan beristirahat dirumah, apalagi dia merasa lelah setelah melakukan operasi tadi malam.


"Tunggu sebentar, istriku baru aja tidur soalnya dari pagi mual-mual terus sampai lemas." jawab Brian apa adanya.


"Mual-mual?" tanya Dion memastikan.


"Iya, kasihan uda bolak balik ke kamar mandi." jawab Brian.


"Brarti lu gak butuh gue Bri." ucap Dion setelah dia yakin dengan diagnosanya meskipun dia tidak memeriksa secara langsung.


"Maksud lu?" tanya Brian yang tidak tahu maksud Dion.


"Lu harusnya langsung bawa istri lu ke Rumah Sakit trus daftar di bagian kandungan biar tahu pastinya." jawab Dion sambil kembali meneguk minumannya hingga habis.


Brian masih mencerna perkataan Dion, setelah beberapa saat akhirnya Brian tahu apa yang dimaksud Dion.


"Maksud lu, istri gue....??" tanya Brian dengan bergetar, karena dia memang sangat mengharapkan Vera hamil.


Dion hanya menganggukkan kepalanya meyakinkan, karena dia juga tahu bahwa Brian memang benar-benar sudah ingin dan siap menjadi seorang ayah.


Setelah Dion berpamitan untuk pulang, Brian segera membangunkan Vera dan mengajaknya untuk bersiap-siap karena mereka akan pergi ke Rumah sakit, kebetulan hari ini adalah weekend jadi mereka libur bekerja.


Setelah semuanya selesai Brian pun duduk disamping Vera yang saat itu masih terlihat lemas dan pucat. Brian menggenggam tangan Vera untuk memberi kekuatan.


"Gimana kalau ternyata aku gak hamil Yank?" tanya Vera dengan takut-takut jika dia terlalu banyak berharap. Karena sudah sering Vera melakukan testpack dirumah begitu dia telat haid tetapi itu semua belum menjawab doa-doa mereka.


"Apapun hasilnya nanti kita akan tetap bersyukur Yank." jawab Brian menenangkan Vera, tetapi sejujurnya Brian merasa bahwa kali ini Vera benar hamil. Selain dari perkataan Dion, juga Brian merasa akhir-akhir ini sikap Vera yang manja kepadanya mungkin saja karena dia lagi nyidam.


Tidak berapa lama akhirnya nama Vera pun dipanggil kemudian keduanya masuk ke dalam ruangan dimana sudah ada dokter dan suster didalamnya.


"Selamat pagi Pak Brian dan bu Vera." sapa dokter cantik tersebut dengan ramah.


"Selamat pagi Dok." jawab keduanya.


"Silahkan Ibu Vera berbaring." pinta sang dokter.


Kemudian Vera pun melakukan apa yang disuruh oleh dokter tersebut. Dan dengan sigap suster membantu dokter melakukan tugasnya. Suster segera memberikan gel di perut Vera dan dokter segera memeriksanya.


Setelah beberapa saat memeriksa Vera akhirnya dokter pun tersenyum ke arah pasangan didepannya. Dimana Brian yang selalu menggenggam tangan Vera selama dia diperiksa.


"Selamat Bapak dan Ibu, kalian akan menjadi orang tua karena Ibu Vera sedang hamil dengan anak kembar 2." ucap sang Dokter.


Brian dan Vera pun sempat ternganga mendengar kabar tersebut karena merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


Akhirnya setelah menunggu sekian lama, mereka pun dikarunia anak dan bahkan kembar sekaligus itu semua karena keteguhan hati mereka yang tanpa putus asa selalu berdoa dan memohon kepadaNya.


...END...


......................


Terima kasih buat semua yang sudah mengikuti cerita ini, dan jangan lupa kepoin cerita yang lain juga ya 😍


Love sebanyak-banyaknya 💖💖💖💖