
Brian pun menceritakan semuanya dari awal. Dari niat dia yang ingin melamar Vera dan berujung hingga saat ini keduanya belum bertemu sekalipun setelah kejadian malam itu. Dan Erni pun mendengarkan dengan seksama. Erni bisa menarik kesimpulan dari cerita Brian bahwa Brian sangat merasa menyesal dengan kejadian semalam.
"Brian, aku kan uda bilang berkali-kali jangan sampai kamu sakiti Vera! Dari awal aku uda ngomong kalau kamu benar-benar serius kamu boleh dekati tapi kalau cuma main-main jangan sekali-sekali kamu mainin perasaannya!" seru Erni dengan kesal.
Brian pun menghela nafas panjang, gini ni kalau urusan sama emak-emak pasti bakal diceramahi panjang lebar.
"Aku tu serius Er sama Vera tapi kan masalahnya..."
"Apa masalahnya? Yang masalah itu kamu! Kamu masih belum bisa move on! Kamu masih terjebak sama mantan kamu! Baru ketemu gitu aja uda oleng!" belum sempat Brian menjelaskan Erni sudah kembali memarahinya.
"Iya-iya aku tahu aku salah aku juga mau minta maaf. Tadi pagi aku kerumahnya dia uda berangkat trus sore tadi aku tungguin juga dia gak pulang-pulang. Barusan juga aku hubungi tapi gak aktif.." ucap Brian mencoba membela dirinya.
"Mau minta maaf? Enak aja! Emang kalau uda minta maaf bakal selesai gitu?" tanya Erni masih dengan mode kesal.
"Ya gak gitu juga, aku mau minta tolong kamu buat bantuin aku ngomong sama Vera." ucap Brian.
"Minta tolong? NO WAY! Selesaikan sendiri masalah kamu. Kamu yang bikin masalah kamu juga yang harus selesaikan jangan harap aku mau bantuin kamu!" tegas Erni.
"Tapi Vera gak bisa dihubungi Er. Aku cuma minta tolong kamu..."
"Aku bilang gak ya gak! Selesaikan dulu urusan kamu sama mantan baru kamu boleh ngomong sama Vera. Bye!" seru Erni dan dengan segera mematikan panggilannya secara sepihak.
"Halo Er? Erni?"
Brian menghela nafas kasar, dia menyugar rambutnya ke belakang dan sedikit meremasnya. Dia merasa pusing sendiri dengan masalahnya saat ini.
Sekali lagi Brian mencoba menghubungi Vera tetapi hasilnya tetap sama, ponsel Vera masih tidak bisa dihubungi akhirnya Brian pun menyerah dia beranjak dari duduknya menuju ke dapur untuk membuat kopi dan membawanya duduk di teras depan rumahnya.
...****************...
Vera segera membersihkan dirinya dan bersiap akan beristirahat karena benar-benar merasa sangat lelah. Sebelum pulang Vera bersama teman-temannya sudah makan malam bersama sehingga setelah membersihkan dirinya Vera bisa segera mengistirahatkan tubuhnya.
Saking merasa lelahnya Vera sampai melupakan ponselnya yang sedari tadi dia non aktifkan.
Begitu merebahkan dirinya diatas ranjang sebenarnya Vera kembali mengingat kejadian semalam apalagi Erni sempat mengatakan bahwa sejak semalam ponsel Brian tidak aktif Vera jadi mempunyai pikiran apakah setelah dia pulang mereka berdua menghabiskan malam bersama hingga Brian harus menonaktifkan ponselnya.
"Argghh! Ngapain juga sih mikirin mereka. Mereka mau apa juga aku gak peduli!" seru Vera bermonolog.
Akhirnya Vera kembali memutuskan untuk beristirahat tanpa memikirkan hal-hal yang hanya akan membuatnya pusing saja.
...****************...
Selesai mengakhiri panggilan dengan Brian, Erni pun merasa gelisah. Meskipun dia bilang pada Brian bahwa tidak mau membantunya tetapi Erni tidak sejahat itu. Seandainya dia berada didekat Vera pasti saat ini dia sudah berada disampingnya dan memeluknya serta menjadi tempat berkeluh kesahnya. Tetapi saat ini Erni sedang berada di Bali dan jauh dari Vera sehingga membuat Erni merasa bersalah karena tidak ada disamping sahabatnya ketika sang sahabat ada masalah.
Untuk mengurangi rasa gelisahnya Erni pun mencoba menghubungi Vera dan benar saja apa yang dikatakan Brian bahwa ponsel Vera tidak bisa dihubungi. Erni sudah mencobanya beberapa kali dan tetap saja ponsel Vera masih mati.
"Kamu dimana sih Ver!" lirih Erni dengan sendu memikirkan sang sahabat yang sendirian dan ada masalah.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
Jangan lupa mampir di novel aku yang lain ya kak, ada yang uda end dan masih ongoing 🤗