Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 20



******* semakin keluar dari mulut Eveline, dan bersamaan dengan itu tangan Eveline tidak bisa diam dia mencari sesuatu untuk bisa dia sentuh. Dan sesuatu yang berada dibalik celana da-lam Brian menjadi sasarannya. Dengan segera Eveline melepas celana da-lam Brian dan memainkan senjata Brian.


Brian yang sedari tadi fokus dengan sesuatu yang ada didepannya pun menjadi teralihkan karena tangan Eveline yang bergerak lincah disenjatanya.


Kemudian dengan segera penyatuan pun terjadi. Brian merasa kesulitan untuk menembus bagian inti tubuh Eveline, karena merasa ada sesuatu yang menghalangi. Tetapi untuk mengakhirinya Brian tidak mau, dia akan terus berjuang. Sedangkan dibawah sana terlihat Eveline yang sedang meringis menahan sakit. Jujur saja ini adalah pengalamannya melakukan hal seperti ini. Karena biasanya dia akan bermain sendiri tanpa adanya penyatuan. Tetapi untuk berhenti pun dia juga tidak mau karena dia ingin merasakan bagaimana rasanya meskipun dia harus menahan rasa sakit.


Akhirnya setelah dengan sedikit memaksa akhirnya Brian berhasil menerobos pertahanan itu. Sehingga membuat keduanya berteriak. Brian diam sebentar untuk menyesuaikan senjatanya yang sedang berada ditempat yang baru.


Setelah dia yakin cukup, Brian sedikit bergerak diatas tubuh Eveline. Brian memaju-mundurkan pinggulnya sehingga membuat rasa sakit yang dirasakan Eveline berangsur-angsur berubah menjadi rasa nikmat.


Eveline pun hanya bisa menggeram dan mendesah menikmati setiap permainan Brian. Hingga setelah beberapa saat lamanya Eveline merasakan inti tubuhnya yang merespon dengan sangat baik. Akhirnya pelepasan pun terjadi pada Eveline.


Brian yang merasakan senjatanya seakan dipijit-pijit akhirnya membuat dia semakin tidak bisa mengontrol dirinya. Sehingga Brian mempercepat tempo gerakannya dan beberapa detik kemudian keluarlah sesuatu yang menyembur ke dalam rahim Eveline tanpa sempat dia keluarkan.


Setelah pengalaman pertama bagi keduanya itu membuat Brian tidak berdaya dan tertidur di sofa dengan berpelukan dengan Eveline tanpa sehelai benang pun.


...****************...


Keesokan harinya, Brian terbangun terlebih dahulu karena dia merasakan hawa dingin ditubuhnya. Jelas saja, karena dia tertidur tanpa sehelai benang pun.


Bangun tidur Brian merasakan kepalanya sangat pusing, dan tiba-tiba saja dia terlintas kejadian semalam bersama dengan Eveline. Seketika Brian menoleh ke sampingnya dan benar saja Eveline masih tertidur dengan keadaan yang sama dengannya.


Jujur saja saat itu Brian sangat menyesalkan perbuatannya karena yang dia ingat semalam adalah Eveline yang masih perawan dan justru Brian sendiri yang merusaknya.


Setelah itu Brian segera membangunkan Eveline. Meskipun dia masih merasa pusing tetapi tetap dia paksakan karena jika tidak dia akan semakin menyesal karena sudah merusak masa depan Eveline. Dan Brian berjanji bahwa dia bersedia untuk bertanggung jawab atas Eveline nantinya.


"Beb, bangun." ucap Brian lirih dengan sedikit menggoncang lengan Eveline. Tetapi Eveline tetap bergeming.


Kemudian Brian mencoba membangunkan kembali, hingga sampai yang ketiga kalinya akhirnya Eveline membuka mata. Dan tentu saja dia juga merasakan kepalanya yang sangat pusing. Begitu tersadar Eveline juga mengingat kejadian semalam yang membuat mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan.


"Beb, maafin aku ya? Aku khilaf, tapi aku janji akan bertanggung jawab kog. Aku siap buat nikahin kamu." ucap Brian serius setelah Eveline duduk di sofa.


Tetapi Eveline tetap bergeming karena dia masih fokus dengan rasa pusing dikepalanya.


"Aku beneran minta maaf Beb. Maafin aku ya!" lanjut Brian lagi dan kali ini dia menggenggam tangan Eveline.


...****************...


Kira-kira dimaafin gak ya si Brian? 🤔


Yang nungguin part nya Brian dan Vera sabar ya, karena aku mau ceritain dulu kenapa kog Brian sampai gak bisa move on dari Eveline 🙂


Tetap semangat yok 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏