
"Malu ahh ada Erni didalam." ucap Brian melepaskan perlahan tangan Brian.
"Ck! Anak itu suka banget ganggu kesenangan orang!" gumam Brian dengan kesal.
"Kamu uda makan?" tanya Vera, karena seperti biasa jika berada dirumah Vera, Brian selalu ditawari makan.
"Uda sih tadi sebelum berangkat tapi sekarang lapar lagi Yank hehe." jawab Brian dengan cengengesan sambil mengelus-elus perutnya sendiri.
"Ya uda aku panasin dulu bentar." ucap Vera sambil berlalu ke dapur.
"Ikut..." Brian pun berjalan mengikuti Vera duduk dimeja makan sambil memperhatikan Vera yang sibuk menyiapkan makan untuknya.
Sedangkan didalam kamar, Erni terbangun dari tidurnya dan merasa sudah enakan setelah bisa tidur dengan nyenyak. Dan tiba-tiba saja dia ingat kalau saat ini sedang dirumah Vera dan tadi meninggalkan Vera bersama dengan Brian yang sedang ada masalah. Erni takut jika masalah mereka tambah rumit dan tidak bisa diselesaikan baik-baik.
"Ahh iya kog aku ketiduran sih, Vera gimana ya?" gumam Erni sambil beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar Vera. Tetapi sebelumnya Erni merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena habis bangun tidur.
Erni kemudian menuju ruang tamu dimana tadi Vera dan Brian berada disana, tetapi tidak menemui keberadaan mereka berdua karena Erni tidak tahu kalau mereka berada didapur.
"Mobilnya ada, berarti gak mungkin pergi donk." pikir Erni.
Tetapi tiba-tiba saja Erni mendengar seperti orang berbicara dari dapur dan Erni segera pergi ke dapur untuk melihat apakah mereka orang yang dia cari.
Dan benar saja ketika Erni sampai didapur dia melihat Vera dan Brian yang sudah makan bersama sambil mengobrol.
"Ada yang udah akur ni kayaknya." sindir Erni.
"Ayo makan dulu Er, kamu juga belum makan kan?" tanya Vera tanpa menjawab sindiran dari sahabatnya itu, karena Vera tahu Erni hanya menggodanya saja.
Sedangkan Brian hanya memutar bola matanya dengan malas. Akhirnya Erni pun menuruti perkataan Vera, dia duduk disebelah Vera dan ikut makan bersama mereka.
"Jadi beneran kalian uda baikan?" tanya Erni yang masih belum percaya bahwa mereka sudah akur, karena mereka tidak ada satu pun yang membahasnya.
"Kalau makan gak boleh sambil ngomong!" ucap Brian tanpa melihat kearah Erni.
Erni pun menatap kesal kepada Brian tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu juga salah satu yang dia ajarkan kepada anak-anaknya kalau makan tidak boleh sambil berbicara. Kalau sampai Erni melanggarnya sendiri sama saja dia menjilat ludahnya sendiri. Sedangkan Vera hanya menahan tawanya karena melihat Brian yang sedang mengerjai Erni.
"Brian, jangan lupa pesanku awas kamu gitu lagi!" ancam Erni yang hanya dijawab deheman oleh Brian.
"Ow ya Ver, besok aku bawa anak-anak kesini ya? Katanya kangen sama Mommy nya, setelah aku pikir-pikir besok aja aku ajak kesini." ucap Erni kepada Vera.
Tentu saja Vera dan Brian saling pandang, karena besok mereka akan pergi. Bukannya tidak mau memberitahu Erni, tetapi mereka tahu reaksi Erni nantinya pasti akan semakin membuat ribet saja.
"Besok kita mau jalan berdua, sore aja kalau kita sudah pulang datang ke rumah." Brian yang menjawab karena melihat Vera yang hanya diam saja harus menjawab apa.
"Jalan kemana? Biasanya kalau jalan ngajak anak-anak kan?" tanya Erni yang curiga pasti mereka menyembunyikan sesuatu.
"Kita mau selesaikan masalah dulu sampai selesai gak mungkin kan bawa anak-anak." jawab Brian lagi memastikan kepada Erni.
Erni pun berpikir sebentar, dan dia mengiyakan perkataan Brian.
"Ya uda kalian atur aja gimana." ucap Erni sambil berjalan keluar.
"Sorry ya." ucap Vera merasa bersalah kepada Erni.
"Apaan sih pake sorry segala. Uda ahh bye..." akhirnya Erni beneran pulang dan Vera menunggunya sampai mobil Erni keluar dari halaman rumah dan sudah tidak terlihat lagi.
"Gak apa-apa ni Erni gak dikasih tahu? Kog aku merasa bersalah gitu ya." ucap Vera dengan sedih sambil duduk disebelah Brian.
"Uda Yank gak usah merasa bersalah gitu, bukannya kita mau menutupi dari Erni tapi aku gak mau aja nanti kalau dia tahu malah makin ribet kayak gak tahu aja gimana tu anak. Besok aja kalau uda dari rumah Papa Mama baru kita kasih tahu kan kita janji sorenya ketemu anak-anak." terang Brian panjang lebar sambil memeluk Vera.
"Iya deh." akhirnya Vera pun menyetujui perkataan Brian.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏