Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 33



Mereka sampai juga dirumah Erni setelah menempuh perjalanan yang sedikit macet. Dan mereka sampai dirumah Erni sudah sore. Sebelumnya mereka mampir untuk membeli oleh-oleh dulu.


Dan begitu sampai dihalaman rumah Erni, mereka sedang berada diteras rumah. Sifa dan Leoni sedang bermain sedangkan Erni menyirami tanamannya dengan dibantu oleh Siti.


Melihat ada mobil yang masuk ke halaman rumahnya membuat Erni berhenti melakukan kegiatannya karena Erni tahu siapa yang datang karena kemarin Vera dan Brian janji akan datang dan sekarang mereka menepatinya.


Sifa dan Leoni pun merasa senang karena melihat kedatangan Vera dan Brian. Sudah lama mereka tidak bertemu dengan Vera dan Brian. Apalagi ditambah dengan mereka yang selama liburan di Bali.


Vera dan Brian pun keluar dari mobil dengan membawa beberapa paper bag yang memang sengaja dibeli untuk Sifa dan Leoni.


"Mommy! Om Brian!" seru Sifa dan Leoni bersamaan dan mereka berlari menghampiri Vera dan Brian.


Mereka pun berpelukan dan tertawa bersama. Tapi tidak dengan Erni. Dia merasa curiga karena tidak seperti biasanya Vera dan Brian berpakaian cukup rapi, jika memang mereka ada acara pasti Erni cukup tahu.


"Kalian darimana?" tanya Erni to the point.


"Kalau ada tamu itu disuruh masuk dulu dibuatkan minum ditawari makan. Bukan malah ditanya kayak gitu." ucap Brian tanpa menjawab pertanyaan Erni.


"Tamu konon. Biasanya juga asal nyelonong aja." gumam Erni.


Kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah dan Siti sedang membuatkan minum untuk mereka.


Seperti biasa Vera akan bermain dengan Sifa dan Leoni. Vera begitu antusias menanggapi mereka yang bercerita tentang liburan di Bali. Sedangkan Erni dan Brian mengobrol tentang pekerjaan ditempat kerja mereka yang sedikit mengalami kendala.


Tapi tiba-tiba saja Erni melihat jari manis Vera yang ada cincinnya. Karena Erni sangat tahu cincin ini baru saja Erni lihat. Mungkinkah baru saja Vera membelinya? Ataukah Brian baru saja melamarnya? Ada yang disembunyikan ini pasti, pikir Erni.


Kedua anak Erni pun asyik bermain di karpet bawah didepan televisi yang ditemani oleh Siti yang baru saja menyuguhkan minuman dan camilan untuk Vera dan Brian. Sedangkan Vera memilih untuk duduk di sofa bersama dengan Erni dan Brian.


"Ada yang mau kalian sampaikan?" tanya Erni tiba-tiba sambil melihat Vera dan Brian satu persatu.


Vera dan Brian pun saling pandang, seakan bertanya apa maksud Erni.


"Sampaikan apa?" Brian malah balik tanya kepadanya dan terlihat cuek.


"Yakin gak mau cerita? Ow gitu ya sekarang uda main rahasia-rahasiaan. Oke!" jawab Erni pura-pura marah.


"Cincin." satu kata, hanya satu kata itu yang menjadi klu pertanyaan Erni sebelumnya.


Seketika Vera pun melihat jari manisnya yang tadi baru saja terpasang cincin. Dan Vera pun senyum-senyum.


"Tu kan malah jadi gila, senyum-senyum sendiri." kesal Erni.


Vera pun langsung menghambur memeluk Erni dengan hati yang bahagia. Erni berpikir bahwa benar Brian sudah melamarnya. Tetapi Erni memilih untuk diam terlebih dahulu sebelum Vera mau berbagi kebahagiaan dengannya.


"Aku dilamar Er." ucap Vera yang masih memeluk Erni.


Sedangkan Brian hanya melihat kedua sahabat itu yang saling berbagi kebahagiaan sambil memakan camilan.


"Dilamar siapa? Pak Dito?" tanya Erni pura-pura tidak tahu karena sengaja ingin menggoda Vera. Dan Pak Dito adalah cleaning servis dikantor Vera yang sudah tua tetapi sangat ramah dan sering Vera ceritakan.


"Apaan sih, kog bisa sampai ke Pak Dito!" kesal Vera sambil melepaskan pelukannya dan memukul lengan Erni.


Sedangkan Brian malah tertawa terbahak, karena dia juga tahu tentang Pak Dito. Yang menurut cerita Vera beliau memiliki kumis tebal dan hidung besar.


"Kog malah ikut ketawa sih Yank?" Vera semakin kesal.


"Hahaha iya maaf Yank, habisnya kebayang wajah Pak Dito hahaha." jawab Brian.


Vera semakin mengerucutkan bibirnya dan semakin cemberut. Tetapi kemudian Erni segera memeluknya.


"Selamat ya Ver! Tahu lah aku siapa yang lamar kamu masa iya Pak Dito." ucap Erni yang masih menahan tawanya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏