
Beberapa bulan berlalu tetapi Vera belum juga bisa dinyatakan hamil oleh Dokter. Mereka berdua sudah melakukan segala cara agar Vera bisa hamil karena memang begitu inginnya mereka berdua untuk memiliki anak apalagi Brian yang memang menyukai anak-anak sejak dulu. Saat ini keduanya sedang berada di kamar berbaring diranjang setelah keduanya selesai bekerja seharian karena memang waktu sudah larut malam.
"Sayang, kog aku belum bisa hamil ya padahal kita sudah lakukan apa yang Dokter perintahkan." ucap Vera tiba-tiba karena merasa dia tidak sempurna karena belum bisa memberikan Brian seorang anak.
"Ya kita tunggu aja, yang penting kita sudah berusaha nanti selanjutnya Tuhan pasti akan memberikan untuk kita." jawab Brian lembut, karena dia tidak ingin membebani Vera dengan keinginannya itu.
"Tapi aku tidak sempurna karena tidak bisa memiliki anak." ucap Vera dengan suara yang sudah bergetar dan mata yang berkaca-kaca.
Brian segera menariknya ke dalam pelukan untuk memberikan kekuatan.
"Siapa bilang kamu tidak sempurna karena belum mempunyai anak? Kamu sempurna dimataku Sayang." jawab Brian sambil mengecup kening Vera dengan dalam.
Tetapi Vera justru semakin terisak dia memeluk Brian dengan erat dan membenamkan wajahnya didada bidang Brian. Dan Brian membiarkan hal tersebut untuk beberapa saat. Setelah dirasa Vera tenang, Brian segera membisikinya sesuatu.
"Manusia hanya bisa berusaha. Ayo kita berusaha lagi Sayang." ucap Brian dengan suara yang sudah berat karena menahan sesuatu.
Vera segera mendongakkan kepalanya mengerti akan maksud sang suami. Maka dengan mata berbinar dia segera duduk diranjang.
"Ayok." jawab Vera dengan bersemangat.
Akhirnya keduanya pun secepat itu melepaskan seluruh kain yang menempel ditubuhnya.
Brian memainkan kedua benda kenyal Vera yang menonjol dan dia merasa semakin hari semakin besar saja. Brian memainkan pucuknya dan sedikit memutarnya hal itu membuat Vera semakin dibuat men-desah olehnya. Brian melepaskan ciumannya sejenak kemudian melihat Vera yang benar-benar sudah pasrah dibawahnya. Karena memang segila itu sentuhan Brian kepadanya. Brian segera menunduk untuk meraup kedua benda kenyal tersebut. Disesapnya dengan buas keduanya bergantian. Tetapi anehnya Vera tidak menolaknya dia justru semakin menekan kepala Brian seakan mengatakan bahwa Brian jangan berhenti.
Brian melepaskan susu-annya, dia kembali mendongak untuk melihat Vera. Dan tanpa membuang kesempatan Brian segera kembali mencium Vera. Kali ini keduanya melakukan dengan sedikit liar karena gai-rah sudah menguasai mereka berdua. Tetapi tangan Brian tetap bergerak bebas, hingga sampai Brian menjamah inti tubuh Vera yang saat itu sudah sangat basah karena rang-sangan yang diberikan Brian.
Brian pun segera memposisikan senjatanya untuk bisa masuk karena memang sudah sedari tadi senjata itu siap. Tidak ada kesulitan sama sekali untuk bisa memasuki Vera. Brian membenamkan senjatanya diiringi lenguhan Vera dari dalam ciuman mereka. Brian pun mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan dan sesekali memompanya dengan cepat sehingga menimbulkan bunyi-bunyi yang khas ketika orang bercinta serta de-sahan dan erangan dari keduanya. Tangan Brian pun terus menjamah bukit kenyal Vera. Sedangkan Vera sedikit meremas rambut Brian dengan kedua tangannya. Keduanya berpacu begitu semangat seakan besok tidak ada waktu lagi bagi keduanya untuk melakukan.
...****************...
Tahan dulu ya, sebentar 🤭
Travelingnya ditunda dulu 😁
Maafkan aku yang jarang up tapi ketika up tiba-tiba dikasih yang hot-hot 😅
Tetap semangat yok 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏