
Keesokan harinya sesuai dengan rencananya, begitu bangun tidur Brian menghubungi Eveline terlebih dahulu untuk membuat janji nanti dia ingin bertemu. Karena hari ini libur sehingga mereka tidak bisa bertemu dikampus. Tetapi setelah Brian mencoba menghubungi berkali-kali nomor ponsel Eveline tidak bisa dihubungi.
"Mungkin masih tidur. Ya uda aku coba lagi nanti." gumam Brian sambil meletakkan ponsel diatas nakas dan dia segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Begitu selesai mandi Brian kembali mencoba menghubungi Eveline tetapi masih tetap saja tidak bisa. Sampai tengah hari pun ponsel Eveline masih tetap mati akhirnya Brian memutuskan untuk mendatangi apartemen Eveline.
Brian segera berganti pakaian dan pergi ke apartemen Eveline. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya dia sampai di apartemen Eveline. Brian segera menuju ke unit dan menekan bel yang berada dipintu kamarnya.
Sesuai dengan perkiraan Eveline, bahwa Brian pasti datang menemuinya. Dan benar saja Brian sudah berdiri didepan pintu.
Ternyata Eveline memang sengaja menghindari Brian bahkan dia sudah mengganti nomor ponselnya dengan yang baru. Dan Eveline membiarkan Brian terus memencet bel. Bahkan suara Brian yang memanggilnya pun tidak dihiraukan.
Akhirnya Brian pun menyerah dia memilih pergi dan berniat akan kembali mencari Eveline keesokan harinya.
Beberapa hari berlalu bahkan sudah hampir 1 bulan Brian tidak bisa menemui Eveline. Bahkan dikampus pun mereka tidak pernah bertemu apalagi jurusan mereka yang berbeda dan juga kesibukan mereka masing-masing yang akan menghadapi ujian.
Tidak terasa jadwal ujian sudah selesai dan hari ini juga Mami nya Eveline datang ke kotanya untuk sekedar menjenguk Eveline. Karena selama ini Mami Eveline tinggal diluar negeri, beliau memiliki bisnis yang lumayan besar disana. Dan selama itu pula Brian selalu mencari Eveline tetapi tidak pernah bisa bertemu bahkan ketika datang ke apartemennya pun selalu sepi dan tidak pernah dibukakan.
Eveline memang sengaja tidak menjemput Maminya di bandara karena dia merasa sedang tidak enak badan bahkan Maminya diberi akses untuk bisa masuk ke unit apartemennya. Bahkan Eveline tidak sanggup hanya untuk bangun dari tidurnya, dia merasa sangat lemas dan pusing.
Begitu masuk ke dalam kamar terlihat Eveline yang sedang meringkuk diranjang dengan menggunakan selimut tebal.
"Kamu kenapa Eveline? Sakit apa? Sudah siang gini masih aja malas-malasan!" ucap Maminya dengan berjalan menuju tirai kamar Eveline dan menyingkapnya karena keadaan kamar Eveline masih gelap karena tidak ada cahaya yang masuk.
"Mami apaan sih? Silau Mi!" seru Eveline dengan suara seraknya.
Maminya pun menghampiri Eveline dan duduk disampingnya kemudian memegang keningnya dengan menggunakan punggung tangan.
"Gak panas. Emangnya apa yang kamu rasain?" tanya Maminya.
"Lemes Mi, tiap pagi gitu perut rasanya mual-mual kalau makan pasti keluar lagi makanannya tapi kalau gak makan akunya lapar." jawab Eveline sesuai dengan apa yang dia rasakan.
Mendengar keluhan dari anaknya, tentu saja membuat Maminya terkejut. Karena beliau sudah berpengalaman menjadi seorang Ibu dan keluhan seperti itu adalah hal yang wajar dirasakan oleh Ibu hamil.
Maminya pun menghela nafas pelan. Mau marah pun merasa percuma karena semuanya sudah terjadi. Dan itu semua juga merupakan salah dari dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga anak perempuannya.
...****************...
Ehh gak marah lho Maminya Eveline 🤭
Justru seneng gak sih kalau ada ortu yang kayak gitu 🤔
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiah nya kak 🙏