Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 32



"Iya aku mau jadi istri kamu." jawab Vera dengan menganggukkan kepalanya.


"Yeee! Terima kasih ya sayang." Brian segera menghambur memeluk Vera, dan Mamanya Brian menahan haru melihat kebahagiaan anak bungsunya itu.


"Ekhem! Kalian belum sah ya jangan aneh-aneh." seru Papanya Brian mengingatkan.


"Hehehe iya Pa, kelewat seneng." jawab Brian sambil melepaskan pelukannya, dan Vera pun semakin merona dibuatnya.


Kemudian Brian pun segera memasangkan cincin dijari manis Vera dan duduk disebelah Vera.


"Nanti kamu hubungi kedua orang tua kamu ya Nak Vera, mereka siapnya kapan kami akan segera datang untuk melamar kamu." ucap Papanya Brian.


"Iya Om." jawab Vera sopan.


"Ya sudah Om tinggal dulu mau istirahat." Papanya Brian berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.


Tidak lama kemudian Kakak Brian keluar dari kamar sambil menggendong anaknya yang masih kecil dan sengaja duduk disebelah Brian dengan menggesernya.


"Apaan sih Kak ahh!" kesal Brian.


"Geser donk." Kakak Brian tidak mau mengalah.


"Brian yuk ikut Mama sebentar." Mamanya Brian pun berdiri dan mengajak Brian untuk mengikutinya dan masuk ke kamar Mamanya.


Disana cuma tinggal Vera dan Kakaknya Brian. Vera pun mengobrol dan bertanya tentang anaknya dan sebagainya.


"Maaf ya Vera kalau mungkin kamu jadi gak nyaman dengan kedekatanku dengan Brian. Kami memang sudah biasa seperti itu sejak kecil. Tapi kami saling menyayangi dan aku tahu Brian sangat mencintai kamu. Karena setelah 5 tahun lebih dia tidak pernah sama sekali mengenalkan wanita kepada kami." jelas Kakaknya Brian.


"Dan saat pertama Brian mengenalkan wanita kepada kami, kami sangat tidak setuju karena menurut Kakak dia tidak punya sopan santun. Menghargai tubuhnya sendiri aja gak bisa." lanjut Kakaknya mengingat bagaimana dulu Brian mengenalkan Eveline kepada keluarganya.


Dan Vera pun mengingat beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan mantan kekasih Brian dan begitu seksi, mungkin dia yang dimaksud keluarga Brian, pikirnya.


Sedangkan didalam kamar, Mamanya Brian duduk disofa dan mengajak Brian serta.


"Bri, Mama setuju sama Vera. Dan pesan Mama jangan sekali-kali kamu menyakiti Vera karena kamu punya Mama dan Kakak perempuan. Dan satu lagi jangan kamu dekat-dekat sama mantan kamu itu, kalau memang kamu serius sama Vera!" tegas Mamanya Brian.


Karena beliau tahu kemarin ketika Brian bercerita tentang dia yang bertemu Eveline dan menjadi salah paham dengan Vera.


"Iya Ma, Brian ngerti." jawab Brian sambil memeluk Mamanya dengan manja, serta Mamanya Brian mengelus punggung Brian dengan sayang.


Akhirnya setelah istirahat beberapa saat, Vera dan Brian pun pamit pulang karena besok mereka akan bekerja selain itu mereka sudah berjanji kepada Erni akan datang kerumahnya bertemu dengan kedua anaknya.


"Iya Ma." jawab Vera.


Mulai saat ini Vera sudah diperintahkan untuk memanggil Mama dan Papa karena mau bagaimanapun sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga. Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga Brian, Vera pun segera masuk ke dalam mobil didalam Brian sudah menunggunya.


Kemudian keduanya pun segera pergi dari kediaman orang tua Brian. Dan saat ini keduanya sudah berada didalam perjalanan.


"Seru ya Yank keluarga kamu." ucap Vera dengan tersenyum senang mengingat bagaimana kebahagiaan keluarga Brian.


"Iya donk, apalagi kalau nanti ditambah kamu, pasti lebih seru." jawab Brian sambil meraih tangan Vera dan mencium punggung tangannya.


Vera tersenyum melihat perlakuan Brian terhadapnya, dia merasa bersyukur karena bisa mengenal Brian dan bahkan akan menjalin hubungan yang lebih dengannya.


"Makasih ya Yank." ucap Vera sambil menatap Brian yang sesekali meliriknya karena dia sedang fokus menyetir.


"Makasih buat apa?" tanya Brian sambil mengerutkan keningnya.


"Makasih uda mau pilih aku buat dampingi kamu." jawab Brian, dan sekarang gantian Vera yang mencium tangan Brian setelah itu dibawanya tangan Brian untuk ditaruh didadanya.


"Sama-sama sayang." jawab Brian.


"Kalau gini caranya aku jadi pengen cari hotel Yank." lanjut Brian dengan kalimat yang ambigu.


"Maksudnya?" tanya Vera tidak mengerti.


"Ini tangan aku ternoda Yank, jadi bikin makin gak sabar kan." jawab Brian sambil menaikturunkan alisnya.


Vera pun melihat ke arah apa yang dimaksud oleh Brian, dan seketika melepaskan tangan Brian dengan kesal.


"Lagi romantis-romantisan bisa-bisanya mesum sih." gerutu Vera sambil cemberut.


Sedangkan Brian hanya terkekeh saja dan mengusap pucuk kepala Vera dengan gemas karena berhasil menggoda Vera.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah jangan lupa kak 🙏