
Brian semakin memompa pinggulnya dan sesekali memaju-mundurkannya. Tetapi tiba-tiba dia melepaskan dan mengeluarkan senjatanya dan hal itu membuat Vera kecewa karena terlihat jelas dari mata Vera.
Brian segera membaringkan tubuhnya disamping Vera dan menarik pelan tangan Vera untuk menuntunya naik diatas pangkuan Brian. Vera awalnya bingung dia harus melakukan apa. Tetapi karena naluri sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan.
Vera segera memasukkan kembali senjata Brian yang masih terlihat jelas tegak berdiri dengan duduk diperut Brian. Dengan nalurinya juga dia bergerak pelan awalnya tetapi lama-kelamaan hal itu jelas membuatnya gila. Sehingga dia tidak bisa hanya bergerak pelan dia semakin mempercepat gerakannya. Dan tangan Brian bermain dikedua benda kenyal yang menggantung bergerak-gerak didepannya itu.
"Ahh.. Ya Sayang terus ahh.." seru Brian.
Vera pun menunduk untuk mencium bibir Brian dan semakin liar saja. Karena dia memang ingin memberikan servis terbaik untuk suaminya. Dia tidak akan malu untuk melakukan hal itu kepada Brian karena memang mereka berdua adalah pasangan suami istri yang sah.
Brian pun menarik Vera dan menyuruh Vera untuk berbalik badan. Kemudian dengan segera Vera kembali memasukkan senjata Brian dengan posisi dia membelakangi Brian tetapi tetap dengan duduk diatas pangkuan Brian.
"Ahhh..." de-sahan itu lolos dari mulut Vera ketika dia baru saja memasukkan kembali senjata Brian.
Kemudian Vera segera bergerak diatas pangkuan Brian. Dan tangan Brian memegang kedua benda kenyal itu dari belakang tubuh Vera dan mengecupi punggung Vera. Meskipun mereka sama-sama berkeringat tetapi tidak membuat keduanya merasa jijik sama sekali justru mereka semakin bergairah.
Setelah dirasa Vera capek tetapi belum juga ada tanda bahwa Brian akan mencapai puncak, Brian segera menyuruh Vera untuk turun dan memposisikan Vera tengkurap dengan sedikit menaikkan bo-kongnya. Dengan segera Brian memasukinya dari belakang yang membuat Vera kembali men-desah.
"Ahh..." Vera sedikit mendongakkan kepalanya.
Brian segera memacunya, memaju-mundurkan tubuh Vera dan tangan Brian terus menjamah kedua benda kenyal Vera yang ada dibawahnya. Dan sedikit meremasnya. Vera tidak pernah merasakan sensasi segila ini. Dia terus meracau dibawah kungkungan Brian.
"Ahh Sayang.. Ahh..." racau Vera dengan de-sahannya.
"Arrrggghhhhh....." kemudian Brian ambruk disamping Vera tanpa melepaskan penyatuan mereka. Brian membiarkan senjatanya masih didalam dan mereka sama-sama meraup udara sebanyak-banyaknya dengan terengah-engah.
Setelah beberapa saat Brian melepaskan senjatanya perlahan agar benih yang baru saja dia semburkan tidak terbuang percuma.
"Ahhh..." lenguh keduanya ketika Brian melepaskan senjatanya.
"Terima kasih ya Sayang. Kamu luar biasa." ucap Brian sambil mencium kening Vera dengan dalam. Dan hal itu lah yang disukai Vera karena setiap kali mereka bercinta Brian akan melakukan hal tersebut membuat Vera seakan dicintai. Karena tidak sedikit pasangan yang ketika mereka selesai bercinta akan diam begitu saja tanpa adanya perlakuan manis dari sang suami. Hal itu bisa saja memacu istri merasa malas ketika suami meminta hak nya kepada istri.
Vera pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Karena dia masih merasa sangat lelah. Keduanya pun segera membersihkan diri dan tidur karena besok pagi mereka masih harus bekerja kembali.
...****************...
Ternyata selama beberapa bulan itu juga, Brian masih dibuat penasaran dengan pesan yang dikirim oleh Eveline. Diam-diam tanpa sepengetahuan Vera, Brian mendatangi apartemen milik Eveline. Tetapi beberapa kali juga Brian menelan kekecewaan karena tidak bisa bertemu dengan Eveline. Karena orang yang ditugasi Eveline untuk menjaga apartemen hanya mengatakan bahwa Eveline sedang pergi dan disuruh untuk kembali lagi besok, besok dan besok. Orang itu tidak mengatakan bahwa Eveline sudah kembali ke Amerika.
...****************...
Wah Brian cari penyakit nih 🤔
Tetap semangat yok 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏