Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 43



Brian menarik selimut untuk menutupi kedua tubuh mereka yang sama-sama polos.


"Capek ya Ma?" tanya Brian karena melihat Vera yang diam saja.


"Sakit." rengek Vera.


"Apanya?" tanya Brian.


"Itunya." jawab Vera sambil menunjuk ke bagian bawahnya.


"Masa sih? Coba aku lihat." ucap Brian yang akan beranjak untuk melihat bagian bawah Vera.


Tetapi Vera segera menutup erat.


"Ehh jangan! Malu Pa." jawab Vera.


"Ngapain malu orang aku udah lihat semua." jawab Brian sambil terkekeh merasa lucu dengan Vera.


"Ow ya aku tahu gimana caranya biar gag sakit lagi." lanjut Brian dengan ide jahilnya.


"Emang gimana caranya?" tanya Vera.


"Caranya buat main lagi nanti lama-lama pasti gak bakalan sakit lagi." jawab Brian.


"Yeee kalau itu maunya kamu." jawab Vera kesal sambil membelakangi Brian karena bisa-bisanya Brian malah modus ingin minta jatah lagi.


"Dibilangin gak percaya. Ayo dicoba Ma, kita main lagi siapa tahu beneran uda gak sakit." rengek Brian sambil mengguncang punggung Vera agar mau berbalik ke arahnya.


"Nanti dulu masih sakit." tolak Vera.


"Ya uda tapi nanti janji beneran lagi lho ya." ucap Brian.


Vera hanya menjawab dengan deheman saja. Kemudian Brian bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri masih dengan tubuh polos dan dia tidak merasa malu kepada Vera. Sedangkan Vera hanya meliriknya dan menggelengkan kepala saja.


Beberapa menit berlalu, Brian sudah selesai dari kamar mandi dan duduk diranjang disamping Vera yang sudah memakai bajunya.


"Gak laper Ma?" tanya Brian sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil tanpa memakai baju hanya memakai celana pendek.


Vera yang melihat pemandangan itu merasa sangat terhipnotis. Dia kemudian mendekat ke arah Brian dan memeluknya dari belakang. Mencium bau harum dari tubuh Brian yang baru saja selesai mandi.


Tetapi Vera justru semakin mempererat pelukannya dan sesekali menciumi punggung Brian. Dan Brian membiarkan hal itu sebentar.


"Mandi dulu Ma habis itu kita jalan-jalan keluar." ucap Brian.


"Beneran?" tanya Vera sambil memutar tubuh Brian agar menoleh ke arahnya.


"Iya sayang. Tapi gak gratis. Bayarannya nanti malam." jawab Brian sambil menaikturunkan alisnya.


"Kog gitu?" tanya Vera cemberut.


Sedangkan Brian hanya tertawa mendengar Vera yang keberatan menerima syarat dari nya.


"Uda buruan mandi." suruh Brian.


Dan dengan malas Vera beranjak dari ranjang kemudian dengan menahan sakit dia berjalan perlahan menuju kamar mandi. Tetapi sedetik kemudian dia merasa tubuhnya melayang.


"Arrgghh..!" teriak Vera, karena ternyata Brian menggendongnya ala bridal style secara tiba-tiba. Dan secara reflek Vera mengalungkan tangannya ke leher Brian.


Kemudian Brian meletakkan Vera dengan perlahan ketika mereka sudah sampai dikamar mandi.


"Nanti kalau sudah selesai panggil aja ya." ucap Brian kemudian meninggalkan kamar mandi untuk kembali ke kamar dan memakai baju.


Vera hanya menganggukkan kepala kemudian bersiap untuk mandi.


Ketika Brian hendak memakai baju tiba-tiba saja dia mendengar ponselnya berbunyi yang menandakan bahwa ada pesan masuk. Dan Brian pun mengambil ponselnya yang semula dia letakkan diatas nakas, ternyata Eveline yang mengiriminya pesan.


"Ngapain lagi dia gangguin aku." gumam Brian sebelum membuka dan membaca pesan dari Eveline.


...****************...


Jeng...Jeng.. Kenapa lagi ya tu si Eveline? 🤔


Tetap semangat yok 💪


Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏