
"Ow ya jangan seneng dulu, ada syaratnya." ucap Kakaknya Brian tiba-tiba.
"Wah perasaanku gak enak nih! Syaratnya apa Kak?" tanya Brian.
"Syaratnya adalah..." Kakaknya Brian sengaja menggantungkan kalimatnya kemudian berpindah duduk disebelah Vera.
"Malam ini Vera tidur denganku!" seru Kakaknya Brian sambil mengajak Vera untuk berdiri dan menuju kamar Kakaknya Brian.
Tetapi dengan cepat Brian menghalanginya.
"Eh gak bisa donk Kak! Masa iya kita baru aja nikah lho Kak." ucap Brian dengan kesal, karena bisa-bisanya dimalam pertamanya sang Kakak malah menculik istrinya sendiri. Padahal sudah waktunya mengasah aset berharganya.
"Trus kenapa kalau kalian baru aja nikah? Justru baru aja nikah jadi masih canggung. Makanya Kakak coba selamatin kamu." jawab Kakaknya Brian yang memang ingin sengaja menggoda Adiknya.
Tetapi itu semua justru mengundang tawa seluruh keluarga Vera dan Brian yang ada disana. Karena merasa lucu melihat Brian yang sudah kalang kabut karena gagal merasakan malam pertama.
"Sekarang aku tanya sama Vera, Vera kamu mau kan malam ini tidur sama Kakak dulu? Kan besok Kakak uda balik kapan lagi bisa tidur sama kamu. Lagian besok kalian juga uda honeymoon ke Bali." ucap Kakaknya Brian mendramatisir, sengaja agar Vera menuruti keinginannya.
Sedangkan Vera pun jika ingin menolak maka akan sangat merasa tidak enak, sehingga dia hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan sambil melihat ke arah Brian dan merasa bersalah.
"Tu kan Vera aja mau!" seru Kakaknya Brian sambil tertawa mengejak ketika Vera menganggukkan kepala menyetujui keinginannya.
"Mah! Kog gitu." lirih Brian cemberut.
"Udah ya bye! Tidur aja sama guling malam ini." ejek Kakaknya Brian sambil menggandeng tangan Vera meninggalkan ruang keluarga.
Sedangkan Brian justru duduk disamping Mamanya kemudian bersandar dibahu sang Mama dan merengek kepadanya.
"Mah." ucap Brian dengan sendu.
"Sabar cuma malam ini aja. Kan besok malam uda ada di Bali." ucap Mamanya Brian supaya Brian tidak merasa kecewa.
Brian hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah.
...****************...
Sedangkan disisi lain, Eveline sudah mendengar berita pernikahan Brian dengan Vera. Jujur saja Eveline merasa kehilangan karena sudah bodoh memilih meninggalkan orang sebaik Brian.
Saat ini Eveline sedang berada di bar dimana dia biasanya menghabiskan waktu. Eveline memesan minuman yang sudah biasa dia pesan. Karena sudah mabuk Eveline meracau tidak jelas. Kadang dia berteriak, kadang dia menangis sendiri dan bahkan kadang dia tertawa. Hingga sampai dia mabuk berat dan seperti biasa bartender sahabatnya pun memesankan kamar untuknya.
Keesokan harinya, seperti biasa Eveline bangun dengan merasakan kepalanya yang sangat pusing. Seperti biasa juga Jay menunggui Eveline hingga dia sadar. Dan Jay tau semua cerita yang terjadi pada Eveline. (Maaf bener gak ya namanya Jay? Soalnya lupa uda dicari gak ketemu di bab berapa 🤭 Kalau ternyata salah maaf ya 🙏).
Ketika Eveline sudah mulai sadar, Jay pun mencoba memberi pengertian kepadanya.
"Buat apa kamu terus-terusan merusak diri kamu sendiri? Lebih baik kamu turuti Mami kamu, kembali ke Amerika dan turuti keinginannya untuk menjadikan kamu penerus diperusahaannya. Meskipun itu tidak sesuai dengan keinginan kamu tetapi kalau kamu benar-benar dalam mengerjakannya maka tidak akan ada yang sulit. Dan satu lagi, orang tua itu tahu apa yang terbaik buat anaknya." terang Jay panjang lebar.
Tetapi Eveline hanya diam saja mendengarkannya. Tidak membantah tetapi tetap masuk ke dalam hati dan pikirannya. Karena melihat Eveline yang hanya diam saja, Jay pun kembali bersuara.
"Uda, coba sekali ini dengerin aku. Kamu tahu aku dari dulu, aku bukan orang yang seneng kalau lihat teman susah dan susah kalau lihat teman yang seneng." ucap Jay, kemudian dia menepuk bahu Eveline pelan dan pergi meninggalkan Eveline sendiri untuk memberinya waktu merenungi apa yang dikatakan oleh Jay.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏
Selamat hari vote 😍 vote nya kakak 🤗