
Sedangkan di lain pihak, Brian menikmati makanannya dalam diam. Jujur saja dia bingung dengan hatinya saat ini. Disatu sisi dia ingin mengejar Vera tetapi disisi lain dia juga ingin bersama dengan Eveline.
Meskipun benar dia sudah move on dari Eveline tetapi perasaan sayangnya masih ada untuk Eveline meskipun tidak sebanyak dulu.
"Wahh honey kamu masih ingat makanan kesukaan aku ya! Kamu uda tahu bakal ketemu aku ya kog uda pesenin ini semua." ucap Eveline dengan menatap semua makanan yang baru saja disajikan diatas meja oleh pelayan.
Mendengar perkataan Eveline, Brian pun ikut menatap semua makanan tersebut. Dan benar saja apa yang dikatakan Eveline, hampir semua makanan yang dia dan Vera pesan adalah makanan kesukaan Eveline. Seketika Brian pun merasa kembali bersalah dengan Vera tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya mereka pun makan bersama. Eveline banyak bicara dan Brian hanya menanggapi sekedarnya saja. Brian berjanji nanti selesai makan dia akan ke rumah Vera untuk menjelaskan semuanya.
Selesai makan Eveline sengaja menunggu Brian yang sedang membayar tagihannya. Dia ingin malam ini bisa menghabiskan waktu dengan Brian seperti dulu lagi.
Begitu membayar Brian berbalik badan dan masih mendapati Eveline di cafe tersebut.
"Kog kamu masih disini? Gak pulang?" tanya Brian begitu sudah berhadapan dengan Eveline.
"Honey kog kamu ngomongnya gitu sih?" tanya Eveline dengan merengek manja sambil menggandeng tangan Brian untuk berjalan keluar dari cafe.
"Anterin aku donk ke apartemen masa kamu tega aku naik taksi sendiri dengan pakaian seperti ini juga? Kamu gak kangen ya kita habiskan waktu bersama lagi?" lanjut Eveline yang masih mencoba untuk mengajak Brian datang ke apartemennya.
Brian menghela nafas panjang, kemudian segera berjalan menuju mobilnya dengan diikuti oleh Eveline. Dan tanpa sepengetahuan Brian, Eveline pun tersenyum smirk merasa menang bahwa sebenarnya Brian tidak bisa hidup tanpa Eveline.
Setelah kurang lebih 1 jam akhirnya mereka sampai juga di apartemen Eveline. Tetapi Brian hanya mengantar sampai di lobby luar saja.
"Uda sampai, keluarlah dan langsung masuk uda malam juga." ucap Brian penuh perhatian kepada Eveline sambil membuka kunci pintu mobilnya.
"Lhoh kog turun di lobby sih Honey? Kita ke basement donk kamu gak mau masuk dulu?" tanya Eveline dengan sedikit kesal karena bisa-bisanya Brian menurunkannya di lobby.
"Maaf aku gak bisa Eveline, aku ada urusan. Sekarang kamu keluar ya." pinta Brian sambil membukakan pintu dan secara tidak langsung mengusir Eveline.
"Ya uda tapi kamu harus janji kamu bakal datang ke apartemen aku!" tegas Eveline.
"Hmm..." Brian hanya menjawab dengan berdehem saja.
Kemudian dia kembali menutup pintu mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju rumah Vera.
Karena jarak apartemen Eveline dengan rumah Vera berbeda arah apalagi keadaan dijalan macet karena ada kecelakaan, sehingga membuat Brian sampai dirumah Vera sudah larut malam.
"Aduh udah jam segini juga." gumam Brian sambil melihat jam ditangannya.
"Kenapa gak dari tadi aku telpon sih. Bodoh banget." lirih Brian, dan dia mengambil ponselnya di tas kecil yang biasa dia bawa kemana-mana.
"Yaahhh kog mati sih ponselnya? Ow iya tadi kan buat main game trus lupa charge." gumam Brian dengan menatap sendu ponsel miliknya yang kehabisan daya.
"Ya uda besok pagi-pagi aja aku kesini biar sekalian antar kerja." Brian bermonolog sendiri. Dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah dan kembali lagi besok pagi.
Begitu Brian berlalu dari halaman rumah Vera, Vera yang ternyata belum bisa tertidur pun seolah mendengar suara mobil. Dia segera membuka tirai kamarnya untuk melihat apakah benar itu mobil Brian. Tapi lagi-lagi Vera menerima kekecewaan, karena ketika dia membuka tirai kamar mobil Brian pun sudah berlalu dan tertutup tembok pagar rumah tetangganya.
Vera menghela nafas panjang kemudian kembali ke ranjang untuk benar-benar memejamkan matanya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏