
"Mas kenal Eveline?" tanya Brian yang semakin penasaran dengan orang yang tiba-tiba saja mendekatinya itu.
"Bukan hanya kenal, tapi gue cukup paham dengan keadaan Eveline." jawab Jay.
Brian hanya diam menunggu apa yang akan Jay katakan lagi tentang Eveline.
"Setelah berhasil kabur dari Amerika dia sengaja datang ke Indonesia untuk mencari keberadaan lu disini karena dia merasa sangat bersalah telah menyembunyikan hal besar dari lu. Tetapi kembali dia mengalami kekecewaan setelah mengetahui bahwa lu mau nikah sama orang lain. Hampir tiap hari dia menghabiskan waktu disini tetapi gue selalu bisa menjaganya dari orang-orang yang menginginkannya."
"Menyembunyikan hal besar? Apa ini yang dimaksud Eveline ketika terakhir kali mengirim pesan itu? Aku harus bisa tahu apa itu." batin Brian.
"Trus kemana dia sekarang? Gue nyariin dia kemana-mana tapi gak ketemu." tanya Brian kepada Jay.
"Mau apa lu nyariin dia? Mau nambah sakit hati lagi?" tanya Jay sinis.
"Perlu lu tahu, dia yang ninggalin gue bukan gue!" ketus Brian dengan geram, karena seakan Jay memojokannya.
"Jelas saja dia ninggalin lu karena Mommy nya gak bakalan setuju dia punya anak diluar nikah!" seru Jay keceplosan.
"Anak?" gumam Brian.
"Oops!" Jay segera menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia benar-benar tidak sengaja mengatakan itu karena terpancing amarah akibat ucapan Brian.
"Trus dimana anak gue sekarang!" seru Brian marah, dia sampai menarik kerah baju Jay dan apa yang dilakukan Brian mengundang perhatian pengunjung yang ada disana.
Tentu saja teman-teman Brian pun melihatnya kemudian mereka segera menghampiri Brian.
Seketika Brian sadar karena telah membuat kegaduhan dia pun segera melepaskan tangannya dari kerah baju Jay, dan teman-teman Brian yang lain mengisyaratkan kepada Jay untuk pergi dari sana. Jay hanya diam saja kemudian segera berlalu kembali ke meja bartender tempat dia bekerja.
Sedangkan Brian kembali duduk dan meneguk minumanya dengan cepat karena sesuatu yang ditutupi Eveline selama ini telah terbongkar dan dia mengetahuinya.
"Lu ada masalah apa sama Jay, Bri?" tanya Andrew yang masih peduli kepada Brian. Tentu saja Andrew cukup mengenal Jay, karena memang Andrew sesekali pernah datang ke Bar tersebut.
Brian hanya menggelengkan kepala saja tidak mungkin dia akan menceritakan masalah masa lalunya kepada teman-temannya, karena memang tentang Eveline hanya beberapa orang yang tahu bahkan hampir tidak ada yang mengetahui.
"Oke kalau Lu masih belum mau cerita no problem. Tapi just info saja, Jay orang nya baik kog. Maaf bukannya aku membelanya tetapi aku cukup kenal dia." lanjut Andrew.
Brian hanya melihat ke arah Andrew dan sedikit menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan perkataan Andrew.
"Aku juga yakin kalau Jay orang baik. Kalau gak pasti ketika Eveline sering datang kesini dan mabuk akan banyak pria hidung belang yang ingin tidur dengannya. Tetapi tadi Jay berkata bahwa dia yang menjaga Eveline dari orang-orang yang menginginkannya." batin Brian.
Brian pun melihat ke arah dimana Jay sedang melayani pengunjung yang ingin memesan alkohol tetapi Jay tidak peduli karena dia fokus kepada pekerjaannya.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏