Lenka's Dish

Lenka's Dish
3



Hoekk.. hoekk..


Pagi-pagi Helena terbangun akibat hormon kehamilan, morning sickness tubuh Lenka..


"Huuuh..Lenka, payah sekali kamu hamil sampe mual kaya gini.." gumam Helena sambil menatap cermin wastafel..


"Heiii.. siapa kamu yang ada ditubuhku" balas wanita itu dari cermin


"Hai.. aku Helena. Aku memakai tubuh dan kehidupanmu untuk menyelesaikan hal-hal yang belum beres ketika tubuh asliku tidak bisa bergerak"


"Ka..kauuu.. aku tidak menginginkan bayi ini, aku diperkosa.. aku benci anak ini.. hidupku sudah sulit akan lebih sulit lagi jika aku punya anak, aku ga yakin Langit akan menerima aku bahkan sebelum malam aku diperkosa, aku sudah minta agar kami putus saja, tapi dia malah mengajakku menikah. Ah, Helena.. bahkan aku tidak ingin hidup lagi aku tidak.... bagaimana mungkin kamu malah....hiksss.. hiksss "


"Lenka, kita akan bekerjasama.. bersabarlah... dikehidupanku, aku seorang istri. Suamiku bernama Hans, kedua anak kembarku bernama Hugo dan Hana baru berusia 2 bulan ketika aku tertidur setelah terminum racun. Aku harus menyelesaikan beberapa misi jika ingin kembali ke pelukan keluargaku. Sebab itu aku memerlukan tubuhmu sebagai mediaku.."


"aku bahkan tidak tau apa yang aku lakukan... hikss.. hiks.. ujar wanita yang tampak dicermin.."


"Akan kupikirkan.." ujar Helena sambil berlalu dari cermin itu.


Tiba-tiba Helena teringat misi pertamanya.


Dan bergegas mempersiapkan dirinya.


Menyelamatkan kucing hamil belang tiga yang tersangkut di pohon mangga lalu memberinya makan. Point 100. Waktu 3x24 jam dari sekarang.


Hmm.. sudah terpotong 30 jam karena dia baru saja keluar dari rumah sakit. Berarti tinggal 6 jam lagi.


Sekarang... mana kucingnya?


Aahhh mungkin aku perlu mengecek isi kulkas dulu ujarnya


Tiba-tiba terdengar suara nona Emma :


Nona Helena, jangan khawatir.. bahan masakan sudah tersedia di dalam kulkas. Kamu hanya perlu mencari kucing itu. 3 blok sebelah kiri dari rumah Lenka.


🌻🌻🌻


"Lenkaa.. Lenkaaa... pliiiisss apa yang kamu lakukan disitu sayang.." ujar Langit ketika melihat Lenka sedang memanjat pohon mangga.


"Aku sedang menolong kucing ini, dia terjebak ga berani turun.. kasian kucing ini sedang hamil.." teriak Lenka dari atas..


"Ya ampuuunnn... hati-hati Lenka, kamu juga lagi hamil. Aku ga mau sesuatu terjadi sama kamu. Cepat turun, nanti biar aku saja yang mengambil kucing itu, Len.."


Deggghhh...


Waaah... iya.. bagaimana aku bisa lupa kalau ada nyawa lain diperutku batin Helena.


"ga mau...!! sebentar lagi aku berhasil meraihnya.. pus.. pus.. ayo..sini, kita pulang.. aku punya sesuatu untukmu"


Lamaaa... kucing hamil belang 3 itu melihat Lenka, seolah sedang menimbang-nimbang apakah Lenka dapat dipercaya atau tidak.


"c'mon pusss... come here... aku akan merawatmu, ayo.. mari ikut aku pulang..." ujar Lenka berharap kucing itu mengerti perkataannya.


Lalu kucing itu melompat pelan menghampiri Lenka.


"good job, girl.." ujar Lenka sambil mengelus pelan punggung kucing itu. "sekarang ikut aku pulang ya.."


🌻🌻🌻


Segera Lenka berkutat di dapur dengan aneka bahan masakan. Begitu cekatan lenka menyiapkan bahan masakannya.. kemudian memasaknya.


Hmm.. Ternyata ga cuma ketrampilan, memasak juga butuh kecerdasan dan.. juga selera dalam menilai rasa, pastinya. -Helena


"Bikin apa sayang, aromanya enak sekali.." puji Langit


"Hmmm.. ada deh. Lang, tolong carikan kucing yang aku tangkap tadi. Tampaknya belum makan.." *Pusss...


Meaooooowwww.... sahut si pus seolah mendengar seruan Lenka*.


Lenka menyediakan nasi lembek dan daging ikan tuna yang sudah disuwir..


"Makan ya,puss... dan ini minummu.. kamu sedang hamil.. harus jaga kesehatanmu.." ujar Lenka disambut kekehan Langit.


"Sayang sudah selesai belum..? aku lapar banget, aroma masakanmu sangat menggodaku.."


"silakaaaan... selamat makan Langit.."


Berulang kali Langit berdecak sambil mengerjapkan matanya, kagum..


"mmm.. luarrr biasa sayang, masakanmu benar-benar enak, spesial.. ini sangaaaat enak, lebih enak dari biasanya... apa selama kamu tertidur kamu belajar masak juga.. hm?" canda Langit


"Ahahaha.. ga juga, sayang.. barangkali iya.." jawab Lenka


Ah... aku juga ga ngerti, tau-tau saja aku tergerak mengolah makanan.. tadinya aku juga tau makan aja.. mana tau masak-masak kaya ginian. -Helena


Hmm.. dia bilang sayang? Koma, malah menbuat Lenka menjadi perempuan yang lebih hangat dan penyayang. -Langit


🌻🌻🌻


Misi 1 komplit. Point 100,


Yesss.. What next mission...?? Batin Helena.