Lenka's Dish

Lenka's Dish
16



Usai mandi, Helena mematut-matutkan dirinya di depan cermin sambil memasang pakaian dalam milik Lenka yang menurutnya bagus banget.


"Hei, apa yang kau lakukan terhadap tubuhku ?" Protes Lenka.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Hanya mencoba korsetmu. Hm.. aku punya korset sejenis ini tapi aku memerlukan 2 orang dayang untuk membantuku memasangnya. Korsetmu lebih simple dipakai. Ujar Helena.


"Ck. Tidak kah kau lihat, perutku buncit, lenganku bergelambir dan pipiku chubby."


"Tapi Langit menyukainya, Len. Langit sering mencubit pipimu. Dia bilang tubuhmu makin berisi malah makin sexy dan menggemaskan." Helena membela diri.


"Apa, kau biarkan Langit mencubit pipiku, Helena ?"


"Apa yang salah, Lenka? Aku malah suka ketika Langit merem*as pantatmu, makin montok makin menggiurkan katanya."


"Astagaaa Helena, kenapa kau biarkan aku seperti gadis murahan yang mau disentuh pria gitu ? Jaim dikit Helena, jaim dikiiit. Lelaki hanya ambil keuntungan untuknya sendiri aja."


"Ya ampun Lenka, biarpun Langit mencium bibir, memeluk tubuhku, mencubit pipimu bahkan merem*as pant*atmu, toh sejauh ini ga ada yang berkurang kok. Makanya, kalo diajak nikah jangan kelamaan mikir. Ngapain juga lama-lama pacaran, ntar malah tergoda berbuat yang iya-iya. Tadi malam Langit minta nginap sini, lho."


"Trus kamu bolehin ?"


"Menurutmu?" Jawab Helena sambil tertawa.


Lenka mencebik.


"Helena, pokoknya mulai besok aku mau kamu mulai zumba untuk menjaga body-ku yang singset itu."


"Lenka, jangan lupa. Tubuhmu ini telah lama terbaring karena koma, trus kamu hamil trus lagi kamu keguguran dan di kuret sama harus banyak istirahat, Len. Tunggu benar-benar pulih baru olah fisik lagi."


"Isshhh.. Kamu harus janji untuk bisa merawat tubuhku dengan baik." Ujar Lenka.


"Aiiishh, merawat tubuh.. Yang penting sehat dan bahagia Len, tidakkah kamu sadari bahkan sekarang kulitmu lebih cantik, bercahaya, bersih dan kenyal? Ini hasil ketelatenanku mengurusnya."


"Pake apa?"Tanya Lenka kepo.


"Bubuk kopi, madu, susu dan minyak kelapa." Jawab Helena.


"Owh. Campuran yang kamu bilang itu namanya lulur. Banyak kok orang jual, ngapain capek bikin."


"Gitu ya, aku biasa lihat dayang-dayangku membuat campuran itu untukku."


"Lenkaaaa.."


Terdengar suara pak Kasan memanggil.


"Eh, bapak udah manggil tuh. Aku mau bikin sarapan dulu ya."


"Bikin sarapan? kamu bikin sarapan? Ngapain kamu ngurus pria tua pilih kasih itu, merepotkan" Tanya Lenka tak percaya.


"Hush, ga boleh gitu. Biar gimanapun dia bapakmu, dan bapak masih belum sehat, makannya harus diperhatikan. Aku masak dulu ya see you Lenka." Pamit Helena sambil memasangkan pakaiannya.


🌻🌻🌻


Langit begitu menikmati sarapan sederhana tapi luar biasa pagi ini; secangkir kopi, singkong goreng plus cocolan sambel kecap, perkedel jagung, kacang tanah dan pisang rebus buatan kekasihnya.


Akhir-akhir ini paginya terasa sempurna dengan perpaduan antara hidangan makanan dihadapannya dan mata kekasihnya yang senantiasa berbinar, selalu membuat perasaan Langit membaik bahkan mantap untuk segera memilikinya.


Langit dengan telaten membantu pak Kasan mengurus dan memindahkan tanamannya, mengosongkan halaman depan dan bagian belakang garasi yang tembus ke bagian samping rumah


Niat pak Kasan untuk mendukung usaha catering Lenka sudah bulat. Dan hal pertama yang pak Kasan lakukan adalah merombak sedikit bagian samping rumahnya sebagai ruang masak sekaligus ruang kerja Lenka nantinya.


Kulit melepuh dan hitam bersisik pak Kasan akibat steven johnson syndrome terlihat mulai membaik dan sehat. Pak kasan tampak makin bugar tapi tetap harus makan obat dan kontrol tiap minggu untuk mengetahui perkembangan penyakitnya.


Hati yang gembira adalah obat yang manjur.


Pak Kasan meyakini hal itu, mensugesti dirinya sendiri agar selalu sehat.


Hati yang gembira membuatnya optimis. Mendukung rencana usaha kuliner Lenka, meyaksikan Lenka wisuda, mendampingi kedua anaknya Legawa dan Lenka nanti menikah dan memberinya cucu adalah hal yang mendorongnya untuk selalu bersemangat.


Legawa ? Rasanya sudah lama sekali pak Kasan tidak bertemu dengan anak sulungnya itu.


"Pak, bolehkah saya menikahi Lenka lebih cepat dari yang sudah kita rencakan?" Tanya Langit pelan.


"Bapak ga masalah sih, Lang tapi Lenka sudah siap belum?"


"Kalau ditanya gitu, pasti ga ada siap-siapnya pak, langsung lamaran aja. Aku akan pulang ketemu bapak saya agar segera menyunting Lenka."


"Niat baik tolong disegerakan ya nak. Ga perlu pesta mewah, yang penting resmi. Bapak cuma minta, tolong usahakan Legawa, kakaknya Lenka bisa menghadiri pernikahan kalian"


Langit mengangguk setuju.


🌻🌻🌻


"Lenka, kamu mau berbicara dengan abangmu Legawa?" Tanya pak Kasan hati-hati.


"Boleh, pak. Lenka mau minta maaf sudah membuat bang Legawa enggan pulang. Lenka sekarang sudah faham, siapa sih yang mau kehilangan orang yang kita sayangi?"


Pak Kasan bahagia mendengar penuturan putrinya yang sekarang tumbuh menjadi perempuan dewasa. Pak Kasan bersyukur, waktu telah menyembuhkan luka batin anaknya itu.


"Nak, bahkan orang lain bisa menjadi saudara bagi kita, jangan sampai orang yang adalah saudara kita menjadi orang lain bagi kita. Bapak ga akan bangga walaupun kelak misalnya anak-anak bapak jadi orang kaya, disegani, dihormati orang tapi dengan saudaranya sendiri ga akur, bapak malah sedih."


Helena terharu mendengar perkataan pak Kasan. Sebagai orangtua, Helena mengerti apa yang dirasakan pak Kasan. Helena juga ingin kedua anak kembarnya Hugo dan Hana, akur dan saling mendukung satu sama lain sejak kecil hingga mereka dewasa kelak.


"Bapak istirahat ya, Lenka mau menyelesaikan tugas kuliah dulu. Nanti malam tolong panggil Lenka kalau bang Legawa menghubungi bapak. Lenka juga rindu dengan Legawa, pak"


Adem sekali perasaan pak Kasan mendengar Lenka mengatakan rindu dengan abangnya.


Legawa, nanti malam telpon bapak ya. Bapak bahagia, Lenka banyak berubah sejak keluar dari rumah sakit. Dia sekarang jauh lebih hangat dan perhatian, kembali cerewet seperti dulu. Sekarang adikmu juga pintar memasak.


Ketik pak Kasan menulis pesan untuk Legawa.


Syukurlah pak. Nanti malam Legawa telpon ya.


Balas Legawa.


🌻🌻🌻


Dikamar Lenka, Helena tampak sibuk membaca sambil memindai buku, mempersiapkan diri untuk ujian semester minggu depan. Helena berharap dengan ini membuat Lenka segera menyelesaikan kuliahnya lalu


Helena dapat poin dan misinya selesai.


Helena menghentikan aktivitasnya. Sejenak merenung mengingat Hans juga si kembar Hugo dan Hana.


Ketika Helena terminum racun, kedua bayinya baru berusia 2,5 bulan, sementara dia sudah hampir 1 bulan terperangkap ditubuh Lenka.


Hmm.. tentu mereka sudah bisa tengkurap dan berceloteh lucu sekarang. Helena tersenyum membayangkan kedua buah hatinya.


Semoga misiku cepat berhasil dan aku bisa segera berkumpul dengan keluargaku, harapnya.