Lenka's Dish

Lenka's Dish
2



Helena melihat list yang berisikan data dan foto candidate media-nya.. ada anak-anak, remaja, ibu-ibu kakek-kakek,... dengan berbagai profesi.


Ya, mereka orang-orang yang berada diambang hidup dan mati. Kapan saja bisa berpindah dimensi ke kehidupan sebelum mereka koma, ke dimensi akan datang atau malah ke kehidupan setelah kematian.


Aimeee.. 7 tahun,anak korban kecelakaan, ibunya single mother... Harvey, 53 tahun, pensiun pegawai bank ayah 3 anak... Tobias 22 tahun, barus lulus kuliah, hobi main musik.. Lenka, gadis 22 tahun sedang menyelesaikan kuliah, hobi... hmm cantik juga, dan semoga dia pinter, Luna.. 37tahun, ibu rumah tangga, pedagang online, hobi....ahhh..


"Jadi sudah kamu putuskan akan memilih siapa nanti?" tanya Ratu Acasha.


"I.. iya, Ratu.. saya memilih Lenka.." sahuy Helena sambil menghela nafas pelan.


"Hmm.. pilihan yang bagus. Helena, silakan ikuti nona Emma dia akan membantumu mempersiapkan diri juga memberikan pengarahan lanjutan. Tetap semangat Helena.. Selamat berpetualang." Ujar Ratu Acasha disambut anggukan semangat Helena.


🌻🌻🌻


Lenka, gadis 22 tahun mahasiswi semester akhir adalah gadis yang sederhana dan bersahaja.


Ia sedang bergumul dengan masalah keuangan dan juga keluarga.


Sehingga membuatnya mengambil side job disebuah restoran cepat saji untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga ia harus membiayai ayahnya yang sakit-sakitan.


Seandainya masih ditahun-tahun pertama kuliah, Lenka memilih berhenti saja. Namun ayahnya juga Langit terus mensupportnya untuk berjuang sampai akhir studinya, membuat Lenka fokus ingin segera menyelesaikan kuliahnya agar tidak menambah beban.


Sebab itu Lenka enggan melanjutkan hubungannya dengan Langit. Dia terlalu sibuk, tidak ada waktu untuk pacarnya. Daripada mengecewakan, lebih baik putus saja pikir Lenka.


Malam itu Lenka pulang agak larut. Ia sedang butuh banyak uang sehingga harus mengambil kerja tambahan.


Sialnya dijalan Lenka dihadang oleh sejumlah pemuda yang merampok kemudian memperkosanya.


Lenka terpukul akibat tragedi malam itu, kesuciannya terenggut paksa dan dia hamil.


Aku tidak mau hidup seperti ini, lebih baik aku mati.


Demikian kata-kata terakhir yang diucap Lenka, sebelum terlelap dalam tidur panjangnya.


"Ck.. gadis malang, ternyata hidupnya tragis amat.. menyedihkan.." decak Helena.


"Anda sudah memilihnya nona Helena, apabila anda ingin membatalkan.. berarti anda harus kehilangan 1 kesempatan memperbaiki kesalahan" ujar nona Emma lembut.


"Baiklah.. aku mau menjadi Lenka.."


"Oh iya, anda mendapat salah 1 dari 3 kesaktian rahasia.. yaitu bisa berkomunikasi dengan pemilik tubuh asli dengan menatap cermin" tambah nona Emma lagi.


"oh iya, bagaimana aku mengetahui orang-orang yang mengenal Lenka juga segala sesuatu..."


"Tenang saja nona, selain memiliki tubuhnya, anda juga memiliki pikirannya.. sistem kami akan menyatakan ke pada pikiran anda mengenai sesuatu yang anda perlukan" ujar nona Emma lagi.


"itu.. tergantung penilaian dan keinginan Ratu Acasha, nona Helena. Ada yang hanya menyelesaikan 1 misi saja lalu bisa lolos.. ada juga yang tidak bisa menyelesaikan sama sekali"


"Lalu...?" penasaran Helena


"Maaf nona.. saya tidak berhak mengatakan lebih jauh. Dan ini.. silahkan pilih salah satu gulungan sebagai misi utama"


Helena kemudian mengambil salah satu gulungan dan membukanya.


Menyelamatkan kucing hamil belang tiga yang tersangkut di pohon mangga lalu memberinya makan. Point 100. Waktu 3x24 jam dari sekarang.


Ga salah nih misinya.. sesederhana ini... ck, kirain bakal sesulit apa... batin Helena.


"Nona, apabila tidak ada pertanyaan.. dalam 1 jam anda akan terbangun sebagai Lenka"


"Baiklah. Saya siap" balas Helena sembari mengambil posisi duduk bersujud dan memejamkan mata.


🌻🌻🌻


"Ah.. sayang, akhirnya kamu bangun juga.." ujar suara bariton itu ramah.. "aku cemas melihatmu tertidur hampir 1 bulan ini, aku.. aku minta maaf tidak bisa melindungimu.. Lenka, aku mencintaimu.."


πŸ—―sistem mengatakan kepada Helena bahwa pemuda tampan itu bernama Langit, kekasih Lenka yang setia merawatnya selama ini..


Helena mengerjapkan matanya, menyesuaikan dengan cahaya...


"Lang.. Langit... itu kau?" tanyanya pelan.


Helena merutuki tubuh Lenka yang tidak bisa bergerak banyak..


"iya sayang.. tidur panjang membuatmu melupakanku hm?.. sebentar aku panggilkan dokter untuk memastikan keadaanmu ya.."


🌻🌻🌻


"Bagus... ok, semua normal.. hanya tinggal beberapa kali terapi.. karena kamu terlalu lama berbaring jadi badanmu kaku, ya.." Ujar dokter usai memeriksa Lenka.


"Kira-kira kapan Lenka boleh pulang, dok?" tanya Langit.


"Mungkin 2 hari lagi, ya.. oh,ya.. Jangan lupa cek kandungan ya, mumpung masih di RS jadi biar sekalian" jawab dokter.


"Lang.. bagaimana ini, aku hamil akibat kejadian malam itu.. aku.. aku.."


"sssttt.. sayang, nanti kita bahas soal kehamilanmu ya. Aku menyerahkan keputusan kepadamu, janin ini hasil perkosaan, jadi legal saja apabila digugurkan tapi jika kamu berkeinginan membesarkannya, aku ga masalah. Sekarang yang penting kamu pulih dulu.. 1 hal yang perlu kamu ingat, apapun yang terjadi aku selalu ada untukmu" ujar langit sambil menggenggam tangan Lenka.


Wow.. pria ini manis banget sih.. Tatapannya, belaianya, cara bicaranya...iiih jadi inget Hans deh. -Helena