
"Di.. dimana aku.. tempat apa ini.. a..apakah aku masih hidup?
"Helena, kau mendengarkan aku?" suara lembut terdengar.
Helena mengerjapkan matanya.
"Ke..kenapa anda mengenalku? Si..siapa anda dan di..dimana aku, ohhh... a..apakah aku sudah mati?"
"Perkenalkan.. saya Ratu Acasha. Ratu keabadian dan kebangkitan Shelter Transitee. Di dunia manusia, kamu sudah mati. Tetapi di Green book yang belum diperbaharui, tercatat kematianmu pada usia 84 tahun karena sakit. Jadi, seharusnya kamu belum mati.
Racun yang semula dibuat untuk membunuh Hans, justru terminum olehmu. Penyebab kamu berada disini adalah.. Pertama karena kesalahan sistem pembaharuan Green book. Yang kedua, kamu mati oleh ketidaksengajaan dan membuatmu menukarkan hidupmu dengan suamimu. Dan yang ketiga, kamu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu dengan tulus, senantiasa berdoa agar kamu bisa hidup kembali.. mereka adalah para pekerjamu, orang-orang yang sering kamu tolong, mertua dan tentu saja suamimu. Sehingga kamu memiliki kesempatan kembali bersama mereka asalkan kamu mampu mengumpulkan poin dengabmn cara menyelesaikan misi dariku.
Perlu kamu tau hanya orang terpilih yang bisa masuk ke Shelterku. Sebab Shelter Transitee ini adalah tempat transit istimewa dari sini kamu bisa saja kembali ke raga lamamu atau.. malah akan menjadi pengantar perjalananmu menuju shelter putih atau hitam" Urai Ratu Acasha panjang Lebar.
Apa ? Kematian...? shelter transitee?.. Hans... misi..
Uuuuhhh kepalaku makin berat.
"Helena.. sekarang putuskan apakah kamu bersedia menjalani misi.. atau langsung saja kami menghakimi sebelum mengirimmu ke Shelter berikut?" tanya Ratu Acasha.
"emmm.. jika ada peluang untuk bisa bersama Hans lagi.. ya, aku mau menjalani misi" jawab Helena ragu.
"Baiklah.. kamu akan hidup kembali menjadi orang lain.. nanti akan ada daftar orang yang bisa kau pilih menjadi media-mu. Aku juga akan memberikan 3 kesempatan mengulang apabila kamu gagal, 3 kesaktian rahasia yang belum kamu ketahui, 1 keterampilan untuk mengendalikan target dan menyelesaikan misi.. yaitu memasak"
"A..apa..? sejak kecil, seumur hidupku aku tidak pernah mahir memasak Ratu, bagaimana aku bisa menyelesaikan misiku.." cemas Helena.
"Hahaha.. itulah istimewanya menjadi orang yang terpilih berada di Shelter Transitee, Helena.. segala sesuatu bisa menjadi mungkin dan tak mungkin. Di Shelter ini, takdir tidak bisa bermain lagi. Hanya siapa mampu menyelesaikan misi maka iya akan mendapatkan poin dan hadiah yang hanya aku saja yang menentukan. Aku juga memberimu klip rambut dengan hiasan 1 sebutir mutiara yang merupakan tombol serba guna, klip ini adalah alat komunikasi dengan Shelter Transitee, dan hanya berfungsi setiap 30 jam sekali"
"Ba.. baik Ratu.." ujar Helena sambil menerima klip tersebut..
"Sekarang.. sebelum kamu mempersiapkan dirimu untuk memulai misi, apakah yang menjadi permintaanmu? aku akan mengabulkan 1 keinginanmu."
Berpikir... tik.. tok.. tik.. tok..
"Aah.. Ratu, bolehkah aku melihat keadaan suami dan anak-anakku sekarang..?"
"Tentu, Helena.."
Dimana Hans dan anak-anakku?
Mungkinkah mereka berduka atas kepergianku?
Terlihat Hans, suaminya sedang menatap sedih sesosok perempuan cantik yang terbaring dalam damai. Tangan Hans tampak tidak berhenti mengusap rambut dan pipi Helena. Di tubuh itu, juga di sekitar tempat tidurnya terdapat aneka rempah yang mungkin untuk mencegah pembusukan raganya.. juga dikelilingi lilin-lilin putih, bunga-bunga berwarna cerah yang masih segar, indah sekali. Tidak seperti ruang persemayaman.
Heiii... bukankah ini kamar di istanaku? jadi tubuhku disemayamkan diruang pribadiku. Tempat aku biasa beristirahat juga.. bercengkrama dengan keluarga kecilku dan... melakukan aktivitas pribadi dengan Hans.
Ya.. Hans belum bisa menerima kematian Helena, dia masih berharap Helena suatu saat nanti akan bangun dari tidur panjangnya.
"Sayang... bangunlah aku merindukanmu. Tidak kah kau ingin hidup bersamaku lagi? sayang.. maafkan aku, aku tidak bisa menjagamu dengan baik.. sayang, bangunlah... bayi kembar kita Hugo dan Hana, tidak kah kau ingin membesarkannya bersamaku?" isak Hans.
Belum pernah aku melihat Hans terpukul sebegitunya. Sedemikian berartinyakah seorang Helena untukmu Hans? bukankah sebagai seorang raja kamu tinggal mencari selir untuk menggantikanku..?
Ahhh.. Hans, aku akan berjuang menyelesaikan misiku agar kita bisa hidup bersama lagi. Aku juga merindukanmu Hans..
Helena memandang haru cincin yang telah disematkan Hans dijari manisnya.. sebagai pembaharuan komitmen cintanya..
Tidak lama, layar berpindah menampakkan Hugo dan Hana yang sedang bermain dengan kakek Arion dan Nenek Agatha ditemani beberapa pelayan.
"Sayang.. sepertinya kita harus kembali menetap di sini, kasian si kembar.. sementara Hans masih sibuk meratapi kepergian istrinya.." ujar Agatha sambil membelai lembut rambut Hana
Meskipun rindunya terobati, Helena pilu melihat orang-orang yang dikasihinya bersedih.
Hans kita akan bahagia bersama membesarkan Hugo dan Hana. Tekad Helena dalam hati.
Lalu Layar itu sekejap menghilang.
"Nah Helena.. bagaimana setelah melihat keadaan keluargamu, apa kamu sudah siap mengumpulkan poin dan menjalani misi-misimu?
"Apa.. misi-misi bukan misi saja, berarti lebih dari 1 misi?"
Ratu Acasha terkekeh mendengar perkataan Helena
"Kita liat aja nanti, lakukan bagianmu sebaik-baiknya, aku akan menyempurnakannya bagimu.."