
Lien Hua tengah bersantai di kamarnya, namun tiba-tiba. Dia melihat siluet bayangan yang familiar, bayangan itu seolah mengalami teleportasi terus-menerus hingga sampai di atas pembatas balkon kamarnya.
“Kau?? Kenapa kau kemari?” tanya Lien Hua, Pria itu melepas jubah yang menutupi wajahnya.
“Nona Li, aku sedari kemarin mencemaskanmu! Xia He bilang, kau tidak pulang sejak kemarin. Itu sebabnya aku mencarimu kemana-mana, tapi tidak ketemu. Dan entah karena takdir, aku merasa kau disini jadi aku kemari dan benar saja.”
Lien Hua memutar bola matanya malas. “Pergi sekarang! Di sini berbahaya untukmu, Putra Mahkota kekaisaran.” tekan Lien Hua di akhir kalimatnya, sebenarnya. Ini adalah kesempatan terbaik untuk menghabisi putra mahkota kekaisaran dan membalas dendam atas kematian ibunya.
Tapi Lien Hua telah berjanji pada Juan, dia tidak akan membunuh orang tak bersalah. Jadi Lien Hua hanya akan membunuh kaisar yang telah menghabisi Ibunya.
Lien Hua menghela napas. “Zhang Xue, apa kau.. menyukaiku?” tanya Lien Hua ragu.
“Ya, aku sangat mencintaimu,” jawab Zhang Xue yakin, Lien Hua kembali menghela napas. Dia berbalik dan membelakangi Zhang Xue.
“Kalau begitu, pergilah. Tinggalkan aku sendiri dan jangan menemuiku lagi!”
“Tapi kenapa??”
'Ini satu-satunya cara, kalau Jian bertemu dengan Zhang Xue. Akan terjadi pertumpahan darah lagi di istana ini, aku tidak mau itu terjadi! Aku tidak mau, Zhang Xue atau Jian mati. Mereka.. berharga bagiku??'
“Karena aku, aku.” Lien Hua membuang muka, dia tak tau harus berkata apa.
Zhang Xue membalik badan Lien Hua, dia kemudian menatapnya datar. “Aku apa??”
Lien Hua membuang muka. “Karena aku, menyukaimu. Aku tidak ingin kau terluka.”
Zhang Xue diam membeku, pikirannya kini melayang kemana-mana.
Lien Hua menghela napas, dia kemudian menatap serius Zhang Xue.
“Jadi kumohon, pergi sekarang dan jangan menggangguku! Jangan datang kemari dan jangan pernah menghubungiku atau menyebut namaku lagi!!”
Zhang Xue menatap dingin Lien Hua, cengkraman di bahu gadis itu semakin kuat dan membuatnya meringis.
“Apa maksudmu?? Kau bilang kau menyukaiku kan, lalu kenapa kau ingin aku pergi dan meninggalkanmu di situasi buruk seperti ini? Kenapa kau tidak membiarkan aku membantumu sama sekali? Apa pernyataan cintamu tadi hanya pura-pura??”
“Jawab!!”
Lien Hua memegangi bahunya yang terasa sakit. “Zhang--”
“Baik, jika itu kemauanmu. Maka aku akan pergi dari kehidupanmu.” Zhang Xue melirik Lien Hua yang menunduk. “Tapi tolong jangan permainkan perasaanku, setidaknya. Kau tidak perlu bilang suka jika kau tidak suka, itu hanya akan semakin melukai hatiku. Nona Li.”
Zhang Xue menghilang tanpa jejak, Lien Hua terduduk di kursi.
'Maaf, Zhang Xue. Aku tidak ingin menyakitimu, tapi aku juga tidak ingin. Perasaan yang muncul di hatiku tanpa sebab ini semakin membesar dan kelak akan menjadi racun, kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dariku. Dan juga, jika memang kita saling menyukai dan akan menikah. Akankah ayahmu merestui hubungan kita? Ayahmu yang dulu ingin membunuhku, akankah dia menermaku menjadi menantunya? Tentu tidak, dia akan membunuhku sekali lagi. Dan mungkin sebelum itu, aku akan membunuhnya terlebih dahulu. Hal itu bukan hanya membuatmu terluka sekali, tapi dua kali. Terluka karena melihat ayahmu mati di tangan orang yang kau cintai, terluka karena orang yang kau cintai membunuh ayahmu. Kecewa karena ayahmu mati tanpa sebab yang pasti tidak akan kau ketahui, semuanya. Semuanya hanya akan menjadi dendam dan kelak akan menjadi racun di antara kita, jadi lebih baik kalau hentikan racunnya sekarang. Sebelum semuanya menyebar dan menggerogoti tubuh secara perlahan.'
Lien Hua menatap pantulan bayangannya di cermin, dia terkekeh kecil. “Kau sungguh kasihan, Nona Li Lien Hua. Atau Yang Mulia Putri, Izumi Carmelia. Keduanya sama-sama saja, Izumi Carmelia yang telah tiada sejak ingatannya menghilang. Dan sekarang, Li Lien Hua yang akan mati.”
Lien Hua menoleh ke arah jendela, langit mulai berwarna orange dan mengingatkannya akan sesuatu. 'Janjiku pada Nyonya Menteri, janji tunangan 7 bulan akan segera berakhir. Ikatan pertunangan kami akan segera terputus, Zhang Xue akan kembali ke kehidupannya yang tenang. Dan aku akan kembali ke kehidupan awalku, kehidupan Lilia si pembunuh bayaran berdarah dingin. Meskipun sekarang aku bukan lagi pembunuh bayaran, tapi caraku sekarang benar-benar seperti diriku dulu. Selalu dikekang, dikurung dalam sangkar dan tak dipedulikan sama sekali, selalu sendiri dan tak memiliki teman satu pun. Kehidupanku akan kembali lagi sekarang.'
----------------
Suara dentingan barang-barang jatuh membuat para pelayan ketakutan, tak ada satu pun yang berani masuk ke kamar pria yang tengah mengamuk itu.
“Audrey! Apa aku salah??” tanya Zhang Xue, Audrey yang berdiri di depan pintu menghela napas.
“Yang Mulia, Nona Lien Hua pasti memiliki alasan yang tidak bisa dia jelaskan. Gadis-gadis itu sering menyembunyikan luka dan memendamnya sendiri, mereka hanya membagi kebahagiaan. Tapi duka, mereka menyembunyikannya rapat-rapat.”
“Lalu? Aku harus bagaimana??”
“Yang Mulia, menurut saya. Anda perhatikan matanya, Anda bisa belajar banyak hal pada Adrey. Dia tau lebih banyak soal hal itu, saya hanya berpesan satu hal. Jangan mencoba mencari tau rahasianya dengan paksaan, itu hanya akan membuatnya membenci Anda.”
“Lalu, aku harus diam sampai dia mau menceritakan semuanya padaku?” Audrey menggeleng, gadis itu memijat pelipisnya pusing.
“Yang Mulia, cukup berikan rasa nyaman dan keamanan untuk Nona Lien Hua. Dia mungkin akan memberitahu rahasianya jika mempercayai Yang Mulia sepenuhnya, tapi karena terjadi hal yan terduga hari ini. Sepertinya Anda tidak bisa menemuinya sekarang,” kata Audrey sambil mengetuk-ngetuk dagunya, dia tampak serius memikirkan sesuatu.
“Lalu aku harus apa?” Audrey menoleh ke arah Zhang Xue. “Pertama, biarkan Nona Lien Hua sendirian untuk sementara waktu. itu akan membuatnya lebih tenang, Kedua. pergi dan minta maaf pada Nona Lien Hua dengan tulus, ketiga. Cari tau hal yang dia suka dan tidak dia suka, jangan selalu menganggu waktu berantainya. Biarkan dia memiliki ruang pribadi karena tidak semua hal ingin ditunjukkan pada seseorang, dan terakhir. Selalu bawakan makanan yang berbeda beda untuknya dan ajaklah dia jalan-jalan sesekali, jangan terlalu sering karena itu akan membuatnya kesal dan jengkel!” jelas Audrey panjang lebar, dia mengatur napasnya yang terengah-engah.
Zhang Xue mengangguk. “Aku mengerti, aku akan menemui Adrey untuk hal lainnya. Tolong kau cari tau makanan kesukaan dan ketidak sukaan Lien Hua, jangan sampai kau mengancam dia dengan keberadaanmu!”
----------------