Killer Reincarnation

Killer Reincarnation
Bab1



“Nona Lien Hua!” seseorang terus mengetuk kamar seorang gadis yang tengah tertidur di atas kasur, gadis yang dipanggil Lien Hua itu membuka matanya dan menguap.


“Hoamm.. apa sudah sampai di bandara?” tanya Lien Hua sambil melihat sekeliling dengan mata sayu, namun keningnya sedikit berkerut ketika dia melihat ruangan asing yang tidak pernah dia kunjungi sebelumnya.


'Tunggu, di mana aku! bukannya sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju bandara. Tapi kenapa aku malah bangun di sini? tunggu, ini pasti mimpi!' Lien Hua mencubit pipinya sendiri dan tersadar, dirinya tidak bermimpi. Semuanya kenyataan.


'Sial, sebenarnya apa yang terjadi?' batin Lien Hua sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri, Suara ketukan pintu kembali terdengar dan membuat Lien Hua menoleh.


“Siapa?”


“Nona Lien Hua, saya Xia He. Saya pelayan pribadi Anda.”


'Lien Hua? Xia He? siapa mereka, aku tidak mengenalnya.'


“Apa saya boleh masuk, Nona?” tanya Xia He membuka sedikit pintu dan mengintip ke dalam, Lien Hua menoleh ke sekitarnya dan tidak melihat siapapun.


“Apa kau bicara padaku?” Lien Hua menunjuk dirinya sendiri, Xia He mengangguk dengan wajah bingung.


“Sebenarnya, ada apa Nona? apa Anda masih tidak sehat badan karena tercebur di sungai suci?”


Lien Hua mengerutkan keningnya. “Y-ya, aku merasa tidak enak badan. jadi jangan ganggu aku sehari.”


“Tapi Nona, Kita harus menghadiri acara ulang tahun Yang Mulia pangeran.”


“A-acara ulang tahun? b-baiklah, aku akan keluar sebentar lagi. Kau pergi terlebih dahulu!”


“Biarkan saya membantu memandikan Anda, Nona,” ucap Xia He menawarkan diri.


“Tidak! kau keluar saja, aku bukan anak kecil yang masih harus dimandikan!!” kesal Lien Hua sambil melipat tangannya di depan dada dan membuang muka, Xia He menghela napas pelan.


“Baik, Nona Hua. saya permisi.” Xia He berjalan keluar dan kembali menutup pintu kamar Lien Hua, setelah kepergian Xia He. Lien Hua mengacak rambutnya frustasi.


'Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa aku bisa di tempat aneh ini? apa jangan-jangan.. aku mengalami reinkarnasi seperti yang pernah kubaca di manga? apa itu benar? jika benar, apa aku menempati raga Lien Hua? tapi siapa dia? huh.. menyebalkan! aku akan mencari tau nanti!' Lien Hua berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dengan pikiran kacau dan juga kesal.


...----------------...


“Maafkan kami, karena terlambat. Tuan.” Xia He menunduk hormat di hadapan seorang pria berkepala empat yang tengah menunggunya ditemani seorang wanita paruh baya dan seorang pria.


“Di mana Hua? kenapa dia belum datang?”


“Aku di sini, Ayahanda. Maafkan keterlambatan ku ini.” Lien Hua berjalan mendekat dengan senyum tipis yang menawan, dia berdiri di samping Xia He dan sedikit menunduk.


'Huh.. untung saja bisa diakali dan memberitahu siapa saja keluarga dan juga identitas Lien Hua sendiri. agak mengejutkan karena aku mengalami reinkarnasi yang tidak terduga, tapi sepertinya.. aku tau siapa penyebab hingga aku malah mengalami reinkarnasi di saat sedang bepergian.' Lien Hua menghela napas pelan.


“Kita sudah membuang banyak waktu, ayo kita berangkat!”


“Em.. Ayahanda, di mana Li Mei dan juga Li Yao? aku tidak melihat mereka.”


perdana menteri menghela napas berat. “Kedua adikmu sudah berangkat lebih dulu, ayo cepat!”


Di perjalanan, Lien Hua hanya diam sambil menopang dagu dan menatap ke luar jendela. Dia sama sekali tidak menoleh atau melirik ke arah pria di depannya.


“Lien, ada apa?”


Lien Hua menoleh dengan wajah tenang tanpa beban. “Ada apa bagaimana?”


“Tidak, kau hanya terlihat tidak biasa hari ini. Apa kau masih merasa sakit?”


“Sakit? Aku baik-baik Tuan Muda, Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya.” Lien Hua kembali menatap keluar jendela, pria di depannya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


'Apa dia benar-benar Lienku? kenapa dia berbeda, aku merasa asing dengan gadis di depanku.' Pria itu menunduk dengan wajah sedih, Lien Hua yang sedari tadi mengawasinya menyadari perubahan dari pria di depannya.


'Apa aku melakukan kesalahan?' batin Lien Hua bingung.


Kesunyian kembali mendominasi keduanya hingga sampai di depan sebuah istana yang dihiasi dengan megah, Lien Hua yang baru saja turun langsung menelan salivanya saat melihat istana besar di depannya.


'Semoga aku tidak tersesat di istana ini, sangat mengerikan! jika masih menjadi seorang pembunuh, mungkin aku bisa dengan mudah menyelinap berkat bantuan organisasi. Tapi sekarang situasinya berbeda, aku sekarang adalah Li Lien Hua. Putri Tertua dari menteri Li, tapi aku tidak yakin Lien Hua putri kandungnya. Dari tatapannya saja sudah sangat menyiratkan kebencian dan juga rasa dendam yang mendalam, Aku harus ekstra hati-hati pada tua bangka itu!'


“Wah, Lihatlah. itu keluarga Lady Li Mei dan juga Lady Li Yao!”


“***Aaa!! Tuan Muda Li Chao tampan sekali!”


“Wah, kerennya.”


“Keluarga bahagia.”


“Siapa gadis lancang itu? kenapa dia ada di dekat menteri***?”


Lien Hua melirik gadis yang baru saja membicarakannya, dia menghela napas pelan dan terus mengikuti langkah keluarga Lien Hua yang berjalan masuk ke istana.


'sepertinya Lady Jiao ingin mati terlebih dahulu, huh.. sayang sekali di sini tidak ada pistol, tapi ya sudah lah. setidaknya ada sihir yang mungkin saja lebih praktis.'


Lien Hua menyeringai tipis, dia mendekat ke arah Li Chao dan menggandeng tangannya dan menikmati ekspresi para gadis yang melontarkan tatapan membunuh, iri, kesal, dengki, dan benci padanya.


“Lien, ada apa?” bisik Li Chao yang masih terkejut dengan sikap adiknya yang terbilang manja, Lien Hua sedikit mendongak karena perbedaan tinggi badan.


“Tidak ada apa-apa, Ka-- Tuan Muda, aku hanya ingin menggandeng tanganmu saja.” Lien Hua berucap diakhiri senyum jail-nya, Li Chao menghela napas pelan.


“Terserah saja, tapi jangan sampai kau menghilang! Kau tidak pernah keluar dari kediaman, jadi mungkin saja kau tidak tau banyak tempat-tempat di sini.” Ucapan yang lebih menyerupai sindiran itu langsung menusuk hati Lien Hua yang paling terdalam.


“Tuan Muda, Anda sangat kejam!” gumam Lien Hua lalu menghela napas, dia menutup matanya sejenak dan kembali membuka matanya dengan eskpresi wajah tenang seolah tidak terjadi apa-apa.


'Lilia bodoh! apa yang kau lakukan barusan?? bisa-bisanya kau tersenyum pada pria asing! menyebalkan! kau melanggar aturan organisasi! kau harus dihukum, Lilia!!' Lien Hua kembali menghela napas, dia melirik Li Chao yang melihat ke depan dengan wajah datarnya.


Lien Hua mendengus dan kembali melihat ke depan. 'Lien Hua sialan! berani-beraninya dia memberikan perasaan yang paling aku benci!' Lien Hua mengepalkan tangannya di balik gaun sederhana yang dia gunakan.


...----------------...