
...Terkadang kita tak tahu mana yang benar dan yang salah...
...Batas itu menjadi kabur...
...Ketika darah sudah menjadi santapan...
...Ketika kita seperti anjing-anjing kelapara...
...Kebenaran hanya milik mereka yang beridi paling akhir....
Inggris negara yang sebenarnya tak ingin dikunjungi oleh Ghea, tapi ia mengunjunginya hanya karena ingin mencoba pelatihan SAS. semua juga tahu SAS tidak menerima anggota tentara seorang wanita, hanya saja dia memang sengaja melakukannya untuk membentuk mentalnya. Apalago kenalan Pieter bukan orang biasa.
Selama sekolah Ghea selalu mendapatkan bullying, hampir setiap hari. Ghea memang berbeda dengan teman-temannya, ia lebih seperri orang asing di Indonesia. Bukan saja bullying sekedar mengerjai tapi juga dikucilkan dan ia dianggap ekslusif, dihina sebagai seorang anak mafia, anak.kriminal, karena memang saat itu ayahnya masuk penjara.
Saat itu Inggris sedang membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin merasakan pelatihan SAS. Ghea pun ikut, sebenarnya tidak hanya SAS yang ia ikuti. Sebelumnya ia juga mengikuti bagaimana pelatihan KOPASUS, korea, hingga kemudian mengikuti pelatihan militer SAS. Hal itulah yang membuat Ghea menjadi seperti sekarang ini, puncaknya kejadian tragis yang menimpanya ketika berada di camp pelatihan.
Saat itu ketika malam menjelang, Camp pelatihan itu sudah pasti sepi dikarenakan para pesertanya sedang terlelap. Tapi tidak kalau bagi sebagian orang yang ingin melakukan bullying terlebih kepada peserta wanita, inilah saat-saat dimana Ghea mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh itu. Dia dalam.kegelapan malam langsung di bekao, ia tak bisa berteriak, tak bisa meronta saat kelelaham karena latihan pada siang harinya. Tubuhnya yang lemah kelelahan itu tak berdaya ketika tangan-tangan kekar mencengkram tubuhnya.
Dia pun diseret, para kadet itupun menyeret tubuh tak berdaya Ghea. Mereka tertawa dalam kegelapan, menggranyangi tubuh Ghea. Apa yang bisa dilakukan oleh Ghea? Berteriak saja ia tidak mampu, hanya erangan, rontaan hingga akhirnya sebuah tamparan keras mengakhiri perjuangannya karena kepalanya pusing.
Malam itu menjadi malam penyiksaan terpanjang bagi dirinya, saat dipraw**i, saat vag**anya dirobek, saat kemal**n para lelaki itu menggilir lubang vag**anya seperti tak ada harganya. Ghea tak menangis , ia tak merasakan sakit, ia juga tak merasakan nikmat. Malam itu hanya merasakan satu, balaa dendam.
Setelah pria-pria itu puas , Ghea kemudian berkata "Bunuh aku!"
"Hmm?? Hei dengar apa yang dikatakanya! kata salah satu pria.
"Bunuh aku kepa**t! Atau aku akan balas perbuatan kalian semua!" kata Ghea.
"Hahahahahaha, we will wait b**ch!"
PLAK! sebuah tamparan keras membuat Ghea pingsan.
Tiga pria itu pun kemudian menggilir Ghea , pe**s mereka bergantian keluar masuk ke dalam va**na Ghea, bercampur dengan lendir milik dari ketiga pria kaukasia tersebut. Gadis itu pasrah, tak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya dibalik, dilekkukan, diso**k dari depan dan belakang, Gadis berambit merah itu diam saja dan pasrah. Hingga dia total kehilangan kesadarannya.
Tak terasa Ghea pingsan selama beberapa jam. tulang-tulangnya benar-benar seperti remuk. Dia terbangun ketika hujan membasahi tubuhnya, dia terbangun dan menyadari kalau dia berada di hutan. Banyak tanaman-tanaman rambat, pepohonan rerumputan dan semak belukar. Ghea berada di atas rumput yang hijau, Ghea tak memakau baju selembar pun. Bajunya sudah dirobek oleh ketiga pria yang menyiksanya dan mempe**sanya, hanya sebuah kaos compang-camping yang tersisa dan kemudian ia kenakkan.
Tubuhnya menggigil, darah masih mengalir dari kema**annya yang bercampur lendir. Dia berjalan tertatih-tatih merasakan perih di kema**annya. Tujuanya hanya satu yaitu balas dendam.
Dia telah mengikuti pelatihan Kopasus, mentalnya telah telah terlatih. Mengikuti pelatihan SAS karena ia ingin tantangan yang lebih. Dan balas dendam ini ia akan lakukan dengan cara yang mengerikan.
Ghea berhasil masuk ke dalam camp tanpa diketahui, ia pun berhasil masuk ke tenda orang-orang yang memperkosanya. Dia pun langsung membangunkan salah seorang pelaku lalu memukulnya dengan menggunakan siku lengannya, hingga hidung pria itu patah. Hal itu membuat membuat temannya yang tidur di samping terbangun, Ghea tak berhenti segera ia melompat ke atas ranjang, lalu mengunci leher sang pria, posisi kema**annya tepat di wajag sang pria membuat orang itu tak bisa bernafas. Kemudian ia memutar pinggangnya hingga terdengar bunyi "krak" kemudian ia melihat pria ketiga yang memperkosanya baru terbangun, Ghea langsung mengambil sebuah piasu di meja kecil di dekat ranjangnya lalu dipukulnya kepala pria tersebut hingga ambruk.
"So you rape me huh? How about i punish this punny c**k with this?" kata Ghea sambil menimang-nimang pisaunya.
Pria itu menjerit ketika celananya diplorotkan kemudian dengan cepat Ghea memotong kema**an pria tersebut.
Kejadian itu tentu saja membuat gempar, terlebih Ghea ditangkap dalam kondisi tubuh setengah telanjang. Kejadian menghebohkan ini segera menghentikan acara pelatihan SAS saaf itu juga, Ghea langsung di Visum dan ketiga pria yang memperkosanya dihukum.
Hal itu membentuk kepribadian Ghea jadi berbeda, ia bersikap dingin. Dari semua pelatihan militer yang telah ia lakukan, membuat dia menjadi wanita yang tangguh, buas, mengerikan. Tanpa ekspresi, bahkan ia tak segan-segan menghabisi siapa saja ya g berani kepadanya. Ghea tak punya perasaan kepada lelaki, mungkin ia lebih membenci laki-laki. ada yang mengisukan bahwa dia lesbi. Boleh dibilang bisa benar, karena dia beberapa kali menyewa wanita untuk memuaskan dirinya.
Di dalam hidupnya Ghea hanya patuh kepada seseorang yaitu ayahnya. Pieter telah mendidiknya sangat keras, banyak luka-luka di tubuh Ghea. Itu karena ayahnya yang memukulnya, namun ketika Ghea berhasil maka sang ayah akan sangat menghargainya. Semenjak kecil hidup dalam keluarga mafia membuat Ghea ingin memberikan sesuatu yang berarti bagi ayahnya, maka dari itulah ia mengikuti banhak kegiatan pelatihan militer. dan bukan hanya itu ia juga belajar beladiri kravmanga yang terkenal dengan ilmu beladiri yang mematikan, dia belajar langsung ke sumbernya di Israel hal itu untuk melindungi dirinya afau mungkin untuk menyakiti orang lain.
I LOVE YOU HANDSOME.
Pekerjaan Ghea kali ini sedikit membuat dia senewen, pasalnya dia harus menjadi 'bodyguard'nya Arci. Sebenarnya ketika Arci mengetahui produk-produk dari PT. Evolus duselipkan oleh narkoba, Ghea sudah langsung menemui jatmiko. Dia langsung masuk ke dalam ruangan Jatmiko dengan menodongkan pistol glock miliknya.
"Siapa orang yang menyuruhmu berkhianat?" tanya Ghea waktu itu sambil menodongkan senjatanya.
"F**k you, aku tak takut ancamanmu. Akan ada yang melindungiku," kata Jatmiko
"Siapa?" katakan atau aku akan menembakmu!" perintah Ghea.
"Tembak saja!" tantang Jatmiko.
DOR!!
Ghea memang tidak pernah berbasa-basi, ia benar-benar menembak Jatmiko saat itu juga. sekalipun tidak diketahui siapa yang berkhianat. Begitulah Ghea.
Ia juga mengikuti kemana Arci pergi seperti hari itu, menunggu Arci dan Andini di taman, mengikuti Arci sampai ke rumahnya kemudian mengikuti Arci ke tempat kerjanya, hingga Arci menginap di taman Ghea terus mengamati Arci, ketika dia galau, ketika dia sendirian.
Sudah seminggu ini dia mengikuti Arci, melihat segala kegalauan Arci. Sebenarnya juga Andini datang kepada Arci saat itu, ketika malam telah larut dan Ghea melihat Arci dari jauh. Tampam Andini datang , Arci yang ketiduran di bangku taman hampir saja dibangunkan oleh Andini. Andini ingin meraih wajah Arci tapi entah kenapa ia berhenti. Menarik tangannya lalu berbalik meninggalkan Arci sambil menangis. Ghea yang tak pernah mengerti apa arti cinta mulai belajar kenapa Andini menangis? kenapa Arci galau?.
Arci sangat spesial memperlakukan keluarganya, memanjakan seluruh anggota keluarganya. Ketika mengajak Safira dan Putri jalan-jalanl, mereka dibelikan apapun yang ingin dimiliki. Putru sampai dibelikan boneka yang lebih besar dari tubuhnya. Ghea tak pernah dibelikan boneka oleh ayahnya, ayahnya hanya ingin Ghea jadi bodyguard yang bisa diandalkan. Menjadi pelindung bagi keluarga Zenedine, Ghea hanya bisa pasrah terhadap nasibnya. Nasib buruk atau nasib baik? ia tak perduli hatinya kosong terhadap perasaan.
Arci tersenyum melihat kegembiraan Putri yang sedang bermain du wahana anak-anak, sementara Safira mengawasinya . Ghea terus mengikuti mereka dari jauh bersembunyi diantara kerumunan manusia, Ghea juga melihat sekeliling dia melihat Andini. Lagi-lagi kenapa Andini terus mengikuti Arci? Andini melihat Arci dari jauh. Entah kenapa Andini mengikuti Arci. bukankah dia menginginkan Arci pergi? lalu kenapa Andini masih mengikutinya? Ghea tak mau tahu urusan mereka berdua, hanya saja keberadaan Andini di setiap kesempatan membuat Ghea gerah juga. Ia ingin tabu alasan Andini mengikuti Arci.
Ghea pun menghampiri Andini, baru saja Ghea akan menyapanya. Andini sudah pergi, begitu melihat ke arah Arci targetnya itu pun beranjak pergi. Gadis itu pun menggaruk-garuknya bingung, tapi agaknya mengikuti Arci lebih ia utamakan.
Arci menerima telepon. Ghea sebenarnya telah menyadap ponsel Arci tanpa diketahuinya, Ia telah menanamkan sebuab chip di ponsel Arci, sehingga ia bisa mendengarkan percakapan Arci di ponsel. Ghea pun memasang earbud ketelinganya.
"Arci, bisa ketemu di tempat parkir lantai 3?" tanya seseorang dibalik telepon.
"Siapa ya?"
"Penting, ini tentang keluarga Zenedine."
Ghea yang curiga langaung lantai 3 yang dimaksud.
Arci berkata kepada Safira , "Kamu di sini dulu ya sama Putri, main kek apa kek. Aku ada urusan sebentar."
"Ok," kata Safira. "Yuk Put, main ke sana" Safira mengajak ke timezone.
Arci segera ke parkiran di lantai tiga, di parkiran ini tampak mobil-mobil berderet. Sepi tak ada orang, hingga tiba-tiba menjerat leher Arci ketika ia. berbelok ke sebuah pilar. Arci meronta-ronta, lehernya dijerat dengan sebuab tali yang cukup kuat. Dia tak bisa melihat orangnya, tapi yang jelas oranv itu memakai sarung tangan dan dengan kuat berusaha mencekiknya.
Pemuda itu berusaha meraih kepala orang yang menyerangnya, begitu dapat ia memukul orang itu. Tapi hal itu sama sekali tak bergeming, Ghea merasa Arci butuh bantuan, hampir saja ia mencabut pistolnya. Tapi ia tahu kalau terlalu bising akan membuat heboh, akhirnya ia menggunakan tangan kosong. Segera ia menerjang orang yang menyerang Arci, orang itu pun terkejut terlebih Arci yang batuk-batuk sambil meludah. Ia mendongak dan melihat Ghea telah berkelahi dengan orang yang mencekiknya tadi.
Dia heran bagaimana Ghea bisa berada di tempat ini.
Ghea dengan gerakan gesit sudah memukil tubuh sang assasin bertopeng itu, kemudian dia putar pergelangan orang itu dan lalu membantingnya.
"Kau tak apa-apa?" tanya Ghea.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Arci, "kamu membuntutiku?"
"Aku di sini untuk menolongmu. Jangan tanya." kata Ghea.
Ghea sedikit lengah sehingga kepalanya dipukil dari belakang sehingga ia terhuyung dan ambruk. Arci yang tenaganya mulai pulih kemduian bangkit dan mendorong orang yang ingin membunuhnya tadi hingga menghantam sebuah mobil.
BRAK!
Arci memukul wajah orang itu kiri dan kanan kemudian dia menghadiahi lututnya, sang assasin terlalu kuat ia sudah membalas Arci dengan pukulan telak di pipinya, Arci agak terhuyung hingga kemudian tiba-tiba sebuah tendangan mendadak mendarat di dada sang assasin. Ghea masih pusing tapi ia berusaha keras untuk tetap bisa melindungi Arci, sang Assain berdiri dengan susah payah kemudian Arci menerjangnya lagi hingga terkena sebuah besi pembatas. Arci mendorong sang assasin hingga sang assasin pun terjatuh dan Arci pun ikut terjatuh tapi dengan sigap tanganya diraih oleh Ghea. Sang assasin pun jatuh ke bawah menghantam mobol SUV.
BRAAKK!.
Kaca mobil berhamburan ketika tubuh sang assasin itu menghantam mobil, dan alarm mobil pun berbunyi. saat itulah Ghea menarik tubuh Arci agar tidak menyusul sang Assasin yang tewas di bawah hingga Arci meraih pegangan besi pembatas dan diraihnya sebuah pijakan sehingga dia. melompat naik. Hampir saja dia menghantam tubuh Ghea, oh tidak dia telah menghantam tubuh Ghea.
Dan Arci menindih tubuh Ghea, untuk beberapa detik wajah Arci hanya berjarak 1cm dari Ghea. Bahkan secara tak sengaja bibir mereka bersentuhan. Awkward moment, sebuah moment yang biasanya akan menimbulkan bunga-bunga cinta klasik seperti sinetron-sinetron atau di film-film romansa. Tapi bagi Ghea ini adalah kondisi yang sangat aneh, bagaimana tidak Arci menindihnya bibir mereka bertemu, kaki Ghea terbuka dan selangk**gan Arci tepat berada di Selangk**gannya. Poaisi mereka persis seperti orang bercinta.
Arci yang terkejut dan takut Ghea akan mencabut pistolnya segeralah ia menarik diri, ia pun meminta maaf.
"Maaf, maaf, maaf. Nggak sengaja." kata Arci sambil menyatukan tangannya.
Ghea bangkit, "Tak apa-apa, aku kurang sigap tadi, kamu tak apa-apa?"
"Ya begitulah," kata Arci
"Ayo kita pergi dari sini, kalau tak ingin terlihat oleh pihak keamanan."
Atci mengikuti Ghea keluar tempta parkir seolah-olah tak terjadi sesuatu apapun.
"Kamu mengikutiku?" tanya Arci.
"Lebih tepatnya mengawalmu " jawab Ghea.
"Kenapa? siapa yang menyuruh?"
"Ayahku, kenapa? tak suka?"
"Bukan begitu, ini keterlaluan tanpa keputusanku, kamu sudah berbuat seenaknya sendiri dan juga Pieter."
"Sudahlah, I've saved your A**, jadi jangan banayk protes. kembalilah ke keluargamu."
Arci menggeleng-geleng, ia pun segera menuju kakak dan adiknya.
"Jangan takut, selama.kamu berbuat yang tidak merugikan, kami akan mendukungmu."
Arci tak mengerti kata-kata Ghea, tapi ia cukup mengingatnya. Ghea menarik nafas panjang, dadanya berdebar-debar "Apa ini?" gumamnya "pasti karena kelelahan setelah berkelahi tadi."
Ia menghirup nagas dalam-dalam, aneh. Jantungnya masih berdebar-debar, ia kemudian melihat Arci, jantungnya semakin bersebar-debar "apa yang terjadi denganku."
I LOVE YOU, HANDSOME.
Mendapati kenyataan ada orang yang ingin membunuhnya berarti telah terjadi sesuatu yang membuat orang-orang tidak suka kepadanya. Apakah karena hal yang terjadi kemarin? afau bagaimana? Arci tak habis pikir, tapi dia harus bersyukur ketika Ghea secara diam-diam melindungi dirinya. Ia tak menyangka kalau Pieter menyuruh Ghea untuk melindungi dirinya. Tapi kejadian tubrukan itu sungguh memalukan.
Apa yang harus dilakukan Arci sekarang? Dia pun pergi menemui Pieter.
Bersambung RIGHT HAND II