I LOVE YOU, HANDSOME

I LOVE YOU, HANDSOME
DI SARANG SINGA



Arczre mengambil alih kepemimpinan PT. Evokus, PT. Evolus memiliki presiden direktur baru. Ya itulah judul headline surat kabar. Seorang yang tiba-tiba berada di puncak. Tapi inilah hasil dari harga yang harus dibayar mahal oleh Arci dan keluarganya. Hidup bertahun-tahun berpindah-pindah, dikejar renternir, debt collector hingga orang-orang yang tak jelas yang ingin membunuh mereka.


Sekarang Arci bisa berdiri di puncak, namun tetap saja ada orang-orang yang tak suka ia berada di sana. Terlebih setelah ia mengetahui bagaimana sejatinya keluarga Zenedine. Mereka semua mengerikan.


Arci mau tak mau harus mengakui dirinya butuh sekutu, ia sendirian di keluarga ini. Tak ada yang mendukungnya, Arci pun datang ke Letnan Yanuar setelah ia menelepon polisi itu. Mereka pun bertemu disebuah kafe.


"Kau tak perlu takut, kita aman," kata Letnan Yanuar. "Siapapun tak akan ada yang curiga kamu ngobril dengan siapa."


"Ini gila," kata Arci. "Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Pieter membunuh orang tepat di depanku!"


"Aku tahu, korbanya Yuswan Andi." kata Letnan Yanuar.


"Lalu kenapa dia tidak ditangkap?"


Letnan Yanuar menggeleng, "Kamu kira menangkap dia semudah menangkap nyamuk?"


"Bukanya banyak yang melihat?"


"Banyak yang melihat? kamu tahu seberapa takut mereka kalau melaporkan kejadian itu? ini tidak terjadi pertama kali, tapi lebih dari itu, beberapa tahun yang lalu juga terjadi hal serupa. Tidak didor, tapi dijatuhkan dari atas gedung, otaknya berhamburan di bawah. Dan kamu tahu nasib orang yang melaporkannya;"


"nasib orang itu sama, jatuh dari atas gedung. Pieter bukan orang sembarangan kalau kamu ingin mengalahkan dia, maka kamu harus mencabut satu demi satu gigi-giginya. dia itu seperti macan yang gigi-giginya tajam. Untuk melumpukannya, tentu saja cakarnya harus dipotong, giginya dicabut, baru kita bisa mengalahkannya."


Arci menggaruk-garuk kepalanya yang makin pusing.


"Kamu butug waktu di keluarga itu Arci." Letnan Yanuar kemudian menyerahkan beberapa dokumen. "Ini data tentang keluarga Zenedine. Pelajarilah, hanya ini yang bisa aku bantu. Dan satu lagi kalau kamu ingin disegani oleh mereka maka dekatilah Pieter saudara jauh dari Archer, lebih tepatnya sepupu,"


"Sebenarnya kalau saat itu dia tak terlibat kasus kriminal, maka dia akan memimpin perusahaan ini. Tapi sekalipun begitu dengan bisnisnya yang entah apa namanya ia berhasil mempunyai banayk uang dan sahamnya termasuk salah satu yang tinggi di perusahaan ini,"


"Pieter dikenal sebagai orang yang menjalankan bisnis. Dia orang kepercayaan Arthur, segala sesuatu yang berbau kotor, ia pasti pelakunya. Tapi setiap polisi akan menangkapnya, bukti-bukti selalu hilang, tak berbekas. Ghea; dia gadis yang mengerikan, kalau kamu bisa mendapatkan dia sebagai sekutumu maka kamu tidak dianggap remeh oleh keluarga Zenedine. Sebab apapun yang dianggap baik oleh Ghea, maka banyak keluarga yang mendukung. Satu lagi, ia berdarah dingin. Dia tak segan-segan menembak orang yang tak disukai."


Arci melihat dua buah foto "ini? siapa mereka?"


"Yang laki-laki namanya Tommy Zenedine, dia pekerja seni. Dia tak mau terlibat panaanya intrik keluarga Zenedine, sekarang dia tinggal di Paris, yang satunya Areline. Dia sekarang masuk rumah aakit jiwa, karena terlalu banyak mengkonsumsi barang haram ketika muda hingga otaknya goyah. Kamu tak perlu mencampuri urusan mereka."


"Yang lainnya?" tanya Arci


Letnan Yanuar memberikan dokumen lainnya.Arcipun menerimanya.


"Pelajari semuanya, mereka sangat berbahaya." kata Letnan Yanuar.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Arci


"Kumpulkan bukti-bukti agar aku bisa menyeret mereka satu per satu, di dokumen ini ayahmu memberikan catatan tentang siapa saja yang berbuat kriminal. Pelajari saja, kamu akan mengerri nantinya. Dan satu lagi..." Letnan Yanuar merogoh sakunya dan menyerahkan sebuah flashdisk.


"Apa ini?" tanya Arci


"Kalau kamu pernah melihat video tentang ayahmu, ini video yang lainnya. Dia menyerahkannya padaku sebelum pergi. Dan dia benar-benar menyuruhku agar jangan sampai benda ini jatuh ke tangan yang salah." jawab Letnan Yanuar lalu ia menyeruput kopinya yang sudah dingin.


Arci membolak-balik dokumen-dokumen itu.


"Aku tinggal dulu," ujar Letnan Yanuar. "Kalau kamu ingin menghubungiku, kamu tahu harus kemana." ia beranjak dari tempat duduknya.


I LOVE YOU, HANDSOME.


Tinggal di rumah baru, rumah peninggalan Archer Zenedine. Siapa yang tak suka? Baik Lian, Safira dan Putri sangat senang. Kehidupan mereka berubah sekarang, mereka sudah tidak kekurangan lagi. Lian dan Safira akhirnya sudah tidak lagi menjalani profesi mereka lagi. Kini keduanya menjadi orang yang bebas, menikmati apa yang telah disiapkan oleh Archer Zenedine. Kini Safira lebih bahagia ia bisa tinggal bersama Arci lebih tepatnya dia sekarang seperti istri yang melayani suaminya.


Agaknya sedikit bimbang bagi diri Arci, bagaimana kalau Andini tahu hubungan dia dengan kakaknya sendiri? Sebuah hubungan hubungan tabu yang bisa membuat dia dan Andini berpisah. Arci menyukai Andini tentu saja ia sangat mencintainya.


Tapi ia juga tak bisa mebelantarkan cinta Safira apalagi mereka kaka adik. Di rumah, mereka sangat mesra tapi di dalam diri Arci ada sebuah perasaan galau. Hingga suatu ketika keduanya saling berpandangan.


"Aku takut." kata Arci


"Takut kenapa dek?" tanya Safira.


"Kita sekarang ada di sarang singa, semua anggota keluarga Zenedine memusuhi kita. Kakak mungkin tahu bagaimana kita dulu harus berpindah-pindah. Semuanya adalah karena ulah salah satu dari mereka. tapi siapa, aku masih belum tahu."


Safira tak berkata-kata, ia makin merapatkan tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun ke tubuh Arci. mereka pun berpelukan, Arci pun membelai rambut kakaknya.


"Aku sekarang ini sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita," kata Arci.


"Oh iya; siapa?"


"Kakak masih ingat, saat aku menjadi gi**lo dulu?"


"Ya."


"Aku sekarang menjalin hubungan dengan dirinya."


"Oh.."


"Dan sebenernya waktu itu aku tak melayani dia, aku menolaknya dan ternyata mereka malah memberiku uang yang banyak. Mereka ternyata mendapatkan mandat dari ayahku untuk memberikan uang itu kepadaku."


"Yang benar?"


"Iya, dan sekarang wanita yang saat itu ada di dalam kamar hotel saat itu..sekarang aku telah menjalin hubungan dengannya. Dan kita serius, dia bosku sendiri di perusahaan."


Dada Safira terasa sesak, ia tahu hal ini bakal terjadi Arci mencintai wanita lain. Ia cemburu akan hal itu, tapi sebagai seorang kakak ia tak ingin adiknya sakit hati. Ia ingin membiarkan Arci dengan cintanya, hanya saja ia tak rela kalau adiknya direbut oleh orang lain. tiba-tiba air matanya mengalir, Arci mengetahui hal itu.


"Nggak koq dek, nggak."


"Itu?" Arci menghapus air mata Safira


"Aku kakakmu, aku akan mendukung mu apapun yang kamu lakukan tapi sungguh, mendengar ceritamu aku tak tahu harus bahagia atau sedih?"


Arci lalu mendekap Safira, "Kamu tetaplah kak Safira sampai kapan pun."


"Kenapa aku bisa jadi kakakmu? Aku ingin kekasihmu, tak bisakah itu terjadi?"


"Kamu kakakku dan juga kekasihku,"


"Tapi kamu mencintai dia bukan? rasanya sakit dek..dadaku sakit."


"Maafkan aku."


Safira menangis dalam pelukan Arci. kamar yang baru mereka tempati hari ini merupakan saksi bisu bagaimana Safira mengutarakan kecemburuannya kepada Andini. Tapi seharusnya ia tak boleh cemburu, tapi cinta tak bisa dipaksakan . Cinta Arci kepada Andini adalah cinta yang tulua dan ia ingin menjaganya. Dan cintanya kepada Safira adalah cinta seorang adik kepaxa kakaknya. Andai saja bisa lebih apa yang akan terjadi nanti?


I LOVE YOU, HANDSOME.


Atci membaca semua dokumen yang diberikan oleh Letnan Yanuar, ternyata anggota keluarga Zenedine punya pengaruh yang luar biasa. Baik di dalam dunia bisnis atau juga dunia politik.


Tommy Zenedine


Usia 45 tahun, Adik dari Archer Zenedine. Sekarang menjadi seniman di Perancis, sudah 10 tahun tidak pulang ke Indonesia.


Araline Zenedine


Usia 40 tahun, Adik dari Archer Zenedine. Sekarang tinggal di RSJ karena gila setelah terlalu banyak mengkonsumsi narkoba.


Pieter Zenedine


Usia 55 tahun, sepupu Archer. Orang yang lebih banyak berkecimpung di dunia hitam, semua bisnis PT. Evolus dia yang menjaga. Saat terjadi peralihan kekuasaan ke Archer ia tak masuk kandidat karena.mendekam di penjara.


Ghea Zenedine


Anak perempuan dati Pieter, pernah mengikuti pelatihan SAS namun dia dikeluarkan memotong salah satu kemal**n anggota SAS. Hanya dia satu-satunya wanita yang kemampuan militer, bertempramen tinggi dan suka berbuat seenaknya.


Johan Sabastian


Suami dari Araline, sekarang mengelola bisnis sendiri. bisnis yang ditekuninya adalah di bidang properti, dia mendapatkan kekayaan dari istrinya dan digunakan sebagai modal usaha.


Amanda Zenedine


Amanda Zenedine adalah istri dari Archer Zsnedine, tidak banyak yang diketahui darinya karena dia sangat tertutup. Darinya Archer tidak mendapatkan keturunan.


Alfred Zenedine


Alfred adalah anak dari Tommy, berbeda dari ayahnya dia lebih banyak bekerja dalam bidang teknoligi. Dia memiliki toko elektronik yang cukup besar.


Jacques Kenedy


Jacques adalah tangan kanan Pieter, tak ada yang tahu identitas dan masa lalunya. yang jelas dia tidak bisa diremehkan, karena segala urusan kotor sekarang ini ditangani oleh Jacques.


Michael Hurtman


Salah satu menantu keluarga Zenedine, dia berasal dari amerika. Dia seorang pengusaha real estate yang sekarang tinggal di Indonesia istrinya adalah Alexandra Zurky.


Alexandra Zurky


kalai tidak jadi orang yang beruntung maka Alexandra tidak akan masuk ke keluarga Zenedine. Dia boleh dibilang beruntung karena dulu pernah dinikaih oleh Kevin Zenedine sepupu Archer, setelah suaminya meninggal, dia mewarisi hartanya kemudian dia menikah dengan Michael.


Arci kemudian memutar sebuah file video dari USB yang diberikan Letnan Yanuar, dia melihat wajah ayahnya lagi Archer mulai berbicara dalam video tersebut.


"Arci, kalau kamu menerima file ini itu artinya kamu sudah masuk ke dalam keluarga Zenedine dan kamu sudah mendapatkan warisan dariku. Selamat, gunakan warisan itu sebaik-baiknya. Aku tak bisa menjagamu, seandainya aku masih hidup saat nelihatmu aku akan berusaha sekuat tenaga membelamu, melindungimu dan juga ibumu. Aku ingin kamu tahu, aku sangat mencintai kalian dan aku tak ingin kalian disakiti,"


"Aku meminta tolong kepada Letnan Yanuar untuk bisa membantuku menyerahkan rekaman ini kepadamu, sekali lagi jagan percaya kepada siapapun. Setiap anggota keluarga Zenedine singa-singa yang kelaparan, kalau kamu sudah masuk ke sana berarti kamu sudah masuk ke sarang singa. Saranku, jadilah singa. Kamu harus bisa menunjukan kemampuanmu, jangan menyerah, wasiatku kepadamu yang terakhir adalah hancurkan keluarga Zenedine balaskan dendam ibumu, belaskan dendam orang-orang yang telah menghancurkan hidup ayah dan ibumu,"


"Aku belum bisa mengumpulkan cukup bukti, tapi kalau engkau masuk ke dalam.bagian produksi barang-barang yang diekspor kamu akan mendapati sesuatu yang tak pernah kamu duga,"


"Dekagilah Pieter, dekatilah Ghea, dengan mendekati mereka kamu akan tahu bisnis gelap apa yang mereka lakukan. Aku hanya punya satu teman di keluarga ini, yaitu istriku sendiri. Amanda, aku tak pernah menyentuhnya karena aku mencintai ibumu sampai sekarang,"


"Dia satu-satunya yang dapat dipercaya di keluarga Zenedine, karena ia adalah wanita yang entah bagaimana tersesat di sana. Hancurkan keluarga ini, mereka tak berhak lagi untuk bisa menikmati kehidupan mereka. Dan kamu jangan Khawatir kekayaanku sangat banyak kalau toh kamu menghancurkan tiap sendi dari mereka, kami tak akan kehilangan satu sen pun dari kekayaanku,"


"Arci, maafkan aku. Andai aku bisa hidup lebih lama lagi. Aku harap bisa berkata 'jangan percaya kepada siapapun, dan jangan mati."


Video pesan dari ayahnya sudah selesai dan Arci hanya terbengong. Ia tak menyangka seperi ini, isi flashdisk itu dibuka dan ada beberapa file tentang aliran dana perusahaan. Ternyata Ayahnya mencatat semua data keuangan yang tidak biasa. Arci tak percaya kalau tidak melihat sendiri..


Bicara tentang data keluarganya, maka data itu tidaklah lengkap dan Arci tahu itu, apakah mereka semua punya usaha di dunia hitam? kalau misalnya dia membantu polisi itu, berarti dia sama saja ingin menghancurkan keluarganya. Apalagi ancaman Pieter, kalau misalnya dia berkhianat. Apa yang harus dia lakukan? Arci menumpuk dokumen-dokumen itu di atas mejanya hingga bel berbunyi.


TING TONG!


bersambung