I LOVE YOU, HANDSOME

I LOVE YOU, HANDSOME
MAN POWER II



Paris; siapa yang tak kenal dengan negeri menara Eifel ini? Archer dan Lian sering jalan-jalan ke luar negeri, mereka memadu kasih dan Lian benar-benar yakin ia telah mendapatkan lelaki yang tepat. Yang tak perduli tentang masa lalunya, yang mau menerima dia apa adanya.


Apa ada lelaki yang sanggup.menerima cinta seorang pela**r? itulah Archer, bagi Archer dia telah menemukan bidadarinya. Lian sangat senang diperlakukan seperri putri raja, liburan kali ini ia juga mengajak Safira yang masih kecil. Lebih tepatnya mereka seperti pasangan suami istri yang memang berlibur. Namun saat itu kejadian tak terduga terjadi.


Di saat Lian dan Archer sedang berada di hotel, Archer dikejutkan perjumpaannya dengan tommy.


"What the hell are you doing in this place?" tanya tommy yang langsung menyapa Archer.


"Kamu sendiri?" tanya Archer.


"Aku sedang ada bisnis proyek pembuatan lukisan. Kamu.. oh siapa wanita itu? tanya tommy antusias.


"Not your bussiness." Archer kemudian pergi meninggalkan Tommy di lobi.


"Hei Archer, aku bukannya mengurusi tapi kamu tahu sendiri papa tidak suka kamu sembarangan memilih wanita, kamu tahu sendiri keluarga kita seperti apa?" kata Tommy.


"I don't care, aku sudah siap apapun yang terjadi. Aku mencintai dia"


"Aku tahu, tapi apa dia siap? kamu memang akan kuat menghadapi papa, tapi dia? dia bukan siapa-siapa, papa dan mama tak akan perduli dengan dia."


Archer berbalik dan menghampiri Tommy "Aku tak perduli, kalau pun harus keluar dari silsilah keluarga Zenedine aku benar-benar tak perduli."


"Ok, ok." Tommy mengangkat tangannya "Aku tahu kamu keras kepala dari dulu."


Perjumpaan dengan Tommy di Paris itulah yang mengubah semua penilaian Archer terhadap keluarganya, selama Archer dan Lian berlibur di Paris dan menghabiskan waktu bersama-sama saat itulah foto-foto tentang keadaan Archer dikirim oleh seorang. Dan seluruh foto-fotonya sampai pula ke tangan Arthur Zenedine, Arthur pun mulai menyelidiki siapa Lian.


Dia memerintahkan anak buahnya untuk menyeludiki jatidiri Lian, Arthur sengaja membiarkan Archer berbuat semaunya hingga kemudian tibalah saatnya ketika Archer harus menghadap ayahnya.


Dia didudukkan sang ayah di sebuah kursi, dia dikelilingi oleh hampir seluruh anggota kekuarga Zenedine. Bahkan ada orang-orang yang belum dia kenal ada di sana, semuanya menatap ke arah Archer.


"Kamu tahu, kenapa kamu dipanggil di tempat ini?" tanya Arthur.


"Ya aku tahu." jawab Archer.


"Baguslah kalau kamu tahu, Archer aku ingin memberikan seluruh warisan keluarga kita kepadamu. Kamu akan memimpin seluruhnya, kamu akan memiliki semuanya, tak ada yang bisa mengganggu gugat dirimu,"


"Kamu bisa melihat bagaimana kekayaan dan aset perusahaan kita, semuanya berasal dari jerih payahku. Ya jerih payah yang kamu tak akan sanggup untuk bisa berfikir karena kamu hanya menikmatinya sekarang ini. Bukan hanya kamu saja, tapi semua orang yang ada di ruangan ini telah menikmatinya kamu adalah satu-satunya kandidat dan aku tetap memaksa sekalipun kamu menolaknya,"


"Dan aku tahu semuanya yang kamu lakukan, aku tahu siapa wanita itu, dan apa profesinya. Kamu tahu secara tegas, aku menolak dirinya. Aku tak akan mengijinkan dia masuk ke dalam keluarga ini. Dan untuk kamu ketahui kamu tak punya hak untuk memilih siapa calon pendampingmu."


"Aku telah mempersiapkan segalanya, hal ini agar silsilah kita tidak musnah dan kita tetap sebagai keluarga terhormat. Sekarang yang harus kamu siapkan adalah konsentrasi untuk membangun perusahaan ini." kata Arthur.


"Kalau aku menolak?" tantang Archer.


"Kalau kamu menolak, akan ada banyak peristiwa yang menyedihkan terutama dengan wanita yang kamu cintai itu. siapa namanya? Lian? Ya, kamu tahu tanganku tidak terbatas. Aku bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun kepadanya dan jangan pernah mencoba untuk mengujiku!" ancam Arthur.


"kau tak akan mungkin melakukannya!"


"Aku bisa melakukannya dan aku bisa lebih sadis dari yang kamu bayangkan, semua anggota kekuarga kita telah menyetujuiku. Pela**r itu dilarang masuk ke dalam keluarga ini!"


"Ini omong kosong, bagaimana mungkin dirimu akan melakukannya?"


"Kamu.mungkin masih ingat anak laki-laki yang dulu pernah menyakitimu ketika remaja?"


Memori Archer pun kembali ke masa dia masih remaja, saat itu ia pernah terlibat perkelahian. lebih tepatnya terlibat tawuran antar pelajar. Archer jadi korban waktu itu, tapi tak ada orang yang tahu siapa yang memukulnya. tangan Archer patah dan harus digips.


"Apa maksud papa?"


"Anak lelaki itu harus membayar mahal terhadap aset perusahaan ini. Namanya Bobi anak orang biasa."


Arthur menyerahkan selembar foto kepada Archer, ada foto seorang pemuda yang kèhilangan lengannya, bajunya compang-camping , ia tampak menyedihkan.


"Setelah aku menyelidiki siapa yang menyebabkan lenganmu patah, aku berhasil menangkapnya. Dia memang sampah, dia aku tangkap saat sedang nyabu dengan teman-temannya, sebagai balasannya lengannya aku gilas di atas rel kereta api. Inilah akibat dari menyakiti dirimu."


Archer terkejut, dia tak mengira ayahnya akan berbuat sejauh itu.


"satu lagi, kamu dulu pernah berusaha menembak cewek dan dia menolakmu bukan? Ia menghinamu, mengatakan bahwa kamu adalah sampah, playboy. bule gila, orang sinting dan sebutlah yang kamu ingat. Bahkan karena dia kamu down selama beberapa.minggu,"


"Ketahuilah penghinaan itu sudah aku balas dengan penghinaan juga, kamu mungkin heran ketika tiba-tiba dia pindah sekolah dan tak ada kabarnya lagi. Ya tentu saja, setelah tiga orang kepercayaanku memperkosanya dan mencampakannya seperri sampah . Kini ia tak ada harganya dan telah pergi keluar pulau entah ke mana."


"Papa itu keyerlaluan! papa tahu itu kejahatan?"


"Dan kalau kamu tak ingin hal itu terjadi kepada Lian, patuhilah papa."


Tangan Archer mengepal, ia sangat marah tapi ketika teringat lagi Lian dan anaknya, ia jadi tak tega. Hatinya berkecambuk, orang yanv ada dihadapannya ini adalah monster. Ya monster. Akhirnya ia punya rencana, ia akan pura-pura patuh, ini semua demi Lian tapi setiap saat ia akan melindungi Lian.


"Baiklah," kata Archer mernyerah.


Inilah awal bagaimana Archer berjuang untuk bisa melindungi Lian, ia pun mulai menyalahkan senua keluarganya karena tak ada satupun dari mereka yang membela dia saat itu.


Ia baru menyadari papanya seorang monster, ia selalu berharap papanya segera mati agar ia bisa berbuat yang ia inginkan. Dia tidak tahu kabar tentang Lian setelah itu ia hanya menghubungi seorang pengacara, temannya sendiri namanya Susiati.


Archer pun kemudian 'dipaksa' menikah dengan seorang wanita pilihan papanya, sekalipun menikah Archer tak bahagia sama sekali. Bahkan ketika malam pertama Archer sama sekali tak menyentuh sang wanita yang saat itu sudah menjadi nyonya Archer.


Namanya Elena, Elena sendiri adalah sebenarnya wanita baik-baik, dia juga sebenarnya tak suka dengan pernikahan 'paksa' ia bahkan tidak mencintai Archer, akhirnya mereka pun bersepakat untuk jadi teman saja sekalipun statusnya suami-istri.


Archer dan Susiati berteman baik, segala sesuatu tentang masalah hukum dia selalu menghubingi Susiati. Bahkan ketika suaminya sakit Archer pun menolongnya.


Mungkin Doa Archer didengar selama ini, Arthur pun meninggal karena stroke,. Otomatis semua usaha Arthur beralih ke tangan Archer, Archer pun mulai memimpin perusahaan dengan cara yang berbeda dari papanya. Ia lebih bersahabat, ia lebih banyak merangkul orang-orang, meberikan inovasi-inovasi baru. karyawan disejahterakan sehingga boleh dibilang ia menjadi boss yang paling disukai dan dihormati di perusahaan tersebut.


Namun kali ini sesuatu terjadi padanya ia mulai mengidap penyakit jantung, di saat ia ingin menghubungi Lian lagi, ia seperti tak mempunyai kesempatan. Akhirnya ia pun meminta bantuan kepada Susiati.


"Saat ini aku tak tahu apa yang terjadi dengan Lian. Kamu bisa mencari tahu?" tanya Archer.


Susiati dengan senang hati menolongnya, setelah beberapa waktu akhirnya datanglah kabar itu, Dia menyampaikan di mana Lian tinggal, bahkan secara mengejutkan tentu saja dia mengetahui bagaimana kabar Lian yang sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Archer kemudian menitipkan surat yang ia tulis sendiri kepada Susiati agar diserahkan kepada Lian.


Saat menerima surat dari Archer, Lian sangat bahagia sekaligus sedih karena membaca kenyataan pahit yang diderita oleh Archer dan dirinya. Dirinya hanya bisa pasrah, namun Archer memiliki rencana lain. Tepat pada usia anaknya yang bernama Arczre ke-25 dia akan mewariskan seluruh kekayaannya.


Ia merasa berdosa tidak menepati janjinya kepada Lian saat melamarnya di Moskow, sementara itu sakitnya makin parah. Bahkan demi perusahaannya tetap berjalan, kantornya pun berpindah, ia menjalankan roda perusahaan dari dalam kamarnya.


Archer berusaha merencanakan senuanya yaitu memberikan warisannya kepada putranya , Susiati pun membantunya. Setiap uang yang dikeluarkan oleh Archer diberikan kepada Lian, puncaknya adalah ketika Arci butuh biaya untuk sekolah.


Sengaja Susiati saat itu mengajak anaknya ke hotel, dia benar-benar kaget ketika melihat iklan seorang lelaki remaja mau jadi gi**lo.


Dan ia tahu kalau itu Arci, dia pun membuat skenario ingij memberikan kejutan kepada Arci. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, ia dikejutkan dengan sikap Arci, sebuah janji pun terukir pada hari itu. Janji dimana Andini pertama kali melihat Arci, dan remaja itu berjanji akan menikahinya. Sungguh janji yang konyol.


Sayang sekali rencanyanya Archer untuk memberikan warisannya kepada Arci terendus kekuarga Zenedine, akibatnya sekali lagi keluarga Zenedine berusaha menyingkirkan Arci. Namun berkat Susiati semuanya bisa ditepis sekalipun harus bersusah payah.


Setelah Andini lulus kuliah, Archer langsung merekrutnya untuk berada di jajaran direksi. Dan itulah saat-saat terakhir Archer. Ironis memang, tapi kalau memang Arci mendapatkan seluruh warisan itu , ia masih harus berjuang menghadapi orang-orang yang berniat jahat keoadanya. Ya, dia sendirian melawan seluruh keluarganya.


I LOVE YOU, HANDSOME.


Arci berdiri di depan sebuaj batu nisan, sengaja ia mampir dulu di pemakaman umum untuk mengetahui di mana kuburan ayahnya.


Dia tak menyangka saja dirinya sebentar lagi akan menjadi sang pewaris, setelah seluruh liku-liku kehidupannya selama ini. sebentar lagi ia akan jadi orang nomor satu di PT. Evolus Produtama. Saat ia merenung ada seorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.


"Arczre? ah susah sekali mengeja namamu " tanya orang tak dikenal itu.


Arci menoleh ke arahnya "Siaoa?"


"Perkenalkan, namaku Letnan Yanuar. aku baguan dari unit reserse ," jawab orang itu, yang ternyata adalah seorang polisi.


"Ada apa ya pa?" tanya Arci.


"Kami butuh bantuan anda, saudara Arci." jawab Letnan Yanuar.


"Bantuan?"


"Ya, bantuan. Kami butuh anda untuk menyelidiki orang-orang yang berada di dalam keluarga anda, yang mana mereka telah melakukan sebuah kejahatan besar."


"Keluarga saya, maksudnya?"


"Kami telah menyelidiki siapa anda. Anda anak dari Archer Zenedine bukan? Anda boleh dibilang terbebas dari silsilah keluarga Zenedine. Hanya saja kami telah menyelidiki kemungkinan keluarga besar anda telah melakukan tindak kejahatan yang luar biasa, sebut saja Mafia."


"Mafia? Pak, saya saja belum resmi jadi anggota keluarga mereka."


"Maka dari itu dengan sangat kami meminta bantuanmu, kamu sebentar lagi jadi anggota keluarga mereka bukan? surat wasiat dari Bu Susiati akan dibacakan besok di rapat direksi. Mereka semua pasti terkejut, Bu Susiati bilang dirimu bisa dipercaya untuk membekuk para penjahat di dalam keluarga besarmu. ini kartu namaku, kalai kau ingin tahu detailnya kita bisa bicara ." kata Letnan Yanuar sambil menyerahkan kartu nama.


Arci melihat kartu nama itu hanya bertuliskan nama Yanuar dan nomor telepon, tak ada yang lain.


"ini gila."


"Kamu pasti bekum diceritakan semuanya bukan? ketahuilah, Bu Susiati meminta bantuanku di saat nyawamu dan ibumu terancam. Kamu, Ibumu dan kakakmu hampir tiap hari diburu oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. saat mereka tahu kamu dilindungi oleh pihak kepolisian, barula mereka tak berani mendekat. Apa kamu tak ada perasaan ingin membalas dendam perlakuan mereka?"


"Ingatlah, ayahmu memberikanmu kekayaan ini bukan untuk hal yang sia-sia. Tolong bantu kami untuk memenjarakan orang yang telah menyakitimu dan ibumu. Bahkan mungkin juga ayahmu."


Arci memincingkan mata ia mencoba mencari kesungguhan dari wajah sang polisi, dalam hati sebenarnya ia juga ingin membalas perlakuan mereka. Tapi bagaimana?


"Aku akan menghubungimu." kata Arci


Letnan Yanuar menghela nafas, "Baiklah, aku akan tinggalkan kamu. Paling tidak pastikan enkau menghubungi aku."


"Kalau aku tak menghubungimu?"


"Aku akan mencarimu, ingatlah keluarga Zenedine bukan orang biasa. Mereka semua orang yang berbahaya, dan satu lagi jangan percaya satupun diantara mereka."


"Kalau anda salah, bagaimana?"


"Aku tak pernah salah."


"Kenapa demikian?"


"Karena ayahmu pernah meminta diriku untuk menangkap mereka semua, tapi kemudian ia keburu meninggal. Sementara bukti-bukti tak bisa kami terima."


"Ayahku Sendiri?"


"Ya tepat sekali, sampai nanti." Letnan Yanuar pun meninggalkan Arci sendirian di pemakaman itu.


Arci memandangi batu nisan yang ada di depannya. Ia pun berkata sendiri, "Ayah apa yang sebenarnya ingin kau tunjukan kepadaku?"


.


Bersambung INHERITANCE