
Setelah mengakhiri panggilan telepon nya. Mikhayla keluar dari kamar nya .
Ia hendak memberitahukan hal kedatangan dokter Hans agar mama nya tidak perlu terkejut lagi saat Hans datang.
Mikhayla menuruni satu per satu anak tangga rumah nya.
Dan langsung menuju ruang tamu.
Di ruang tamu tampak mama Mikhayla,sedang asik menonton serial tv.
Mikhayla pun menghampiri ibu nya.
"mama" Ucap Mikhayla sambil memeluk leher ibunya dari belakang.
"sayang,ada apa? sudah minum obat?" ucap ibu nya dengan nada sangat lembut.
"gak ada apa apa ma,aku udah minum obat kok.
Ma,aku manggil dokter Hans ke rumah." Ucap Mikhayla sambil melepaskan pelukan nya dan berjalan memutari sofa dan kemudian duduk di samping ibu nya.
"loh,kok tiba tiba manggil dokter ke rumah? kamu sakit lagi ya? atau kamu merasakan hal yang aneh"
Ucap ibu Mikhayla yang tiba tiba langs
langsung mengkhawatirkan kondisi putri nya.
"Mamaaa.. dengerin Mikha dulu.Mama lihat Mikha sehat kan? Mikha gak kenapa kenapa kan? Jadi mama gak usah khawatir sama Mikha.Mikha baik baik aja kok ma.Mikha manggil dokter Hans ke sini sebagai perkenalan aja.Mama tahu kan sekarang yang gantiin dokter Rayhan itu dokter Hans. Jadi Mikha undang dokter Hans untuk sekedar melihat rumah. Biar besok kalo Mikha kenapa kenapa dia udah tahu lokasi rumah kita."
Mikhayla mencoba untuk menyakin kan ibu nya,walaupun sebenarnya ia harus berbohong mengenai maksud kedatangan dokter Hans.
"iya mama khawatir sama kondisi kamu sayang.Tapi kalau kamu bilang seperti itu yasudah nanti ajak dokter Hans keliling rumah dan kasih tahu semua tentang hal yang dia harus lakukan sebagai dokter pribadi kamu."
Ujar Ibu Mikhayla sambil menyentuh kedua pipi putri nya.
"Iya mama. Mama tenang aja.
Oh iya ma,nanti makan malam nya kita ikutin dokter Hans aja ya.Dia habis dari rumh sakit langsung ke rumah kita soal nya." Ucap Mikhayla sambil menatap mata ibu nya dengan rasa bahagia.
"Terserah kamu saja sayang. Kalau dokter Hans tidak keberatan untuk bergabung dengan kita di meja makan ya tidak apa apa."
"okeh mama..
Aku mau ke depan dulu ma,aku mau suruh pak supri jemput dokter Hans."
Mikhayla berdiri dari sofa,lalu pergi meninggalkan ibu nya.
Mikhayla pun memerintahkan supir nya untuk menjemput Hans dirumah sakit,dan membawa nya ke rumah.
Pak supir yang mendapat perintah dari nona muda nya langsung pergi melajukan mobil nya setelah permisi kepada Mikhayla.
Setelah selesai dengan supir nya,Mikhayla melangkah menuju dapur dan mencari pelayan yang bertugas untuk menyiapakan makanan.
"Mbak,nantik makanan nya tolong di buat banyak ya. Mikha ada tamu. Jadi tolong buat yang enak ya mbak"
Ucap Mikhayla sambil tersenyum ke rah pelayan nya.
"Baik non,nanti saya buatkan masakan paling enak"
Ujar pelayan nya sambil tersenyum lebar menatap Mikhayla.
"makaasih mbak"
Ucap Mikhayla seraya mengacungkan jempol nya kepada pelayan yang akan memasak makan malam nanti.
Tak lama kemudian,Dokter Hnas tiba di rumah Mikhayla.
Supir membawa nya masuk ke dalam rumah.
"Non,dokter Hans sudah ada di bawah." Ucap supir itu dengan sopan.
"Oh ya,terimakasih pak sudah membawa nya kemari. Saya akan menemui nya langsung." Ucap Mikhayla sambil tersenyum
Mikhayla pun berjalan ke arah dokter Hans menunggu.
"Dokter Hans!"
Ucap Mikhayla sambil tersenyum ceria.
Ucap dokter Hans sambil melambaikan tangan nya.
"Mari duduk dokter. Aku panggilkan mama sebentar ya. Dokter tunggu di sini dulu." Ucap Mikhayla seraya meninggalkan Hans yang duduk di sofa tamu nya.
Mikhayla pun menghampiri ibu nya,dan memberitahu kedatangan dokter Hans.
"Ma,dokter Hans udah dateng.Yuk di sapa dulu."
Ucap Mikhayla sambil merangkul bahu ibu nya.
"Oh sudah datang,yaudah yuk mama sapa dia dulu.
Eh,kamu uda kasih tamu kita minum belum?" Ucap ibu Mikhayla sambil menatap ke arah putri nya.
"Iya,ni aku mau suruh mbak buat minum nya ma. Tapi,mama sapa dokter Hans dulu gih,Mikha mau ke dapur panggilan si mbak."
"yaudah,kamu ke dapur aja sana. Kasian kalo tamu nya gak di kasi minum."
"oke mama ku sayang" Ucap Mikhayla seraya melepaskan rangkulan nya dan pergi menuju dapur.
Mama Mikhayla mendapati Hans,dan bertegur sapa dengan nya.
Sementara Mikhayla masih di dapur untuk minta tolong dengan pelayan nya agar membuat kan teh untuk Hans.
Setelah selesai dari dapur,Mikhayla kembali bergabung dengan mama nya dan dokter Hans yang ada di ruang tamu.
"Udah saling kenal nih mama sama Hans?" Ucap Mikhayla sambil mendaratkan bokong nya dan duduk di sofa.
"Udah.Nih mama baru aja kenalan sama dokter Hans." Ucap Ibu Mikhayla sambil tersenyum menatap ke arah Putri nya.
"Hm,berarti udah saling kenal ya. Dokter Hans juga udah tahu kan lokasi rumah Mikha." Ucap Mikhayla sambil tersenyum lepas ke arah Hans.
"Iya aku udah tau kok,besok kamu kalau butuh aku gak perlu suruh supir jemput lagi.Besok besok udah bisa sendiri."
Ucap Dokter Hans sopan sambil tersenyum.
Di tengah perbincangan mereka,pelayan yang membawa minum Hans pun datang dan meletak minuman nya di atas meja.
"Ini teh nya non,silahkan"
Ucap pelayan dengan senyum sambil menaruh gelas nya di atas meja.
"Iya makasi mbak." Ucap Mikhayla sambil tersenyum.
Melihat Mikhayla yang banyak tersenyum,pandangan Hans seperti nya teralihkan oleh senyuman itu.
"Kenapa dia terlihat berbeda dari biasa nya.Berbeda sekali saat dia di rumah sakit.
Inikah wanita yang menangis sambil memeluk ku kemarin? tapi kenapa hari ini dia benar benar terlihat jauh berbeda saat sedang tersenyum.? Guman Hans dalam hati nya.
"Dokter,di minum teh nya jangan cuma di lihat doang."
Suara Mikhayla membuyarkan lamunan nya.
"eh..ii.ya.. Makasih teh nya ya." Guman Hans sambil tersenyum.
"iya sama sama silahkan di minum dokter. Mama? kalo mama mau lanjutin kerjaan mama,udah boleh kok ma kalau mama mau ninggalin kita."
"Jadi kamu cerita nya ngusir mama nih?" Ucap ibu Mikhayla sambil tertawa kecil dan menatap ke arah kedua nya.
"Ih mamaaa sayang, bukan gitu mama..maksud aku tu..." Ucap Mikhayla sambil berdiri dan memeluk ibu nya.
"iya iya mama tahu maksud kamu. Kamu mau berduaan aja kan sama dokter Hans.?
Ibu Mikhayla tampak menggoda putri nya.
"mamaaaa... gak ada yang kayak gitu mama."
Mikhayla tampak begitu malu dengan ucapan ibu nya.
Wajah nya tiba tiba berubah menjadi merah padam.
Hans yang melihat perdebatan antara ibu dan anak itu hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.