
Di dalam restoran,mereka berdua sedang sibuk memilih menu yang akan di pesan.
"Kamu mesan apa Mik?" tanya Hans.
"Hm, aku pesen Seafood Grill,sama Melownade aja,tolong di catat ya mbak."
Ucap Mikhayla sambil tersenyum.
"Yaudah mbak,tolong di samain aja ya."
Ucap Hans sambil tersenyum ke arah pramusaji tersebut.
Tidak membutuhkan waktu yang lama,pramusaji membawa makanan yang sudah di pesan oleh Mikhayla dan Hans.
Mereka berdua menikmati makan siang mereka tanpa berbincang.
Setelah menyelesaikan makan mereka,Hans kembali memesan makanan penutup.
Seraya menunggu pramusaji membawa pesananan mereka,Mikhayla dan Hans pun kembali berbincang.
"Kamu suka seafood?" Ujar Hans.
"Tidak terlalu,hanya kalau pengen saja."
Ujar Mikhayla sambil tersenyum menatap Hans.
"Hm..tentang ucapan kamu di mobil tadi,aku pengen membahas nya."
Tatapan mata Hans tampak serius.
"Maa..ksud kamu ucapan yang mana?." Tanya Mikhayla yang tampak bingung.
"Kamu bilang kamu pengen punya kekasih."Hans tampak sedikit canggung.
"ooh.. terus hubungan nya sama kamu apa?" Tatap Mikhayla dengan serius ke arah Hans.
"hm.. kayak nya aku pengen jadi kekasih kamu." Ucap Hans sambil menatap kedua bola mata Mikhayla.
Mikhayla yang mendengar pernyataan Hans tampak tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
Tatapan mata mereka berdua bertemu,sejenak mereka saling memandang.Tatapan kedua nya seakan mengisyarakat arti yang dalam.
"Dokter Hans...
Kayak nya kamu kebanyakan makan deh,omongan kamu aneh."
Ucap Mikhayla yang kemudian melemparkan tatapan mata nya ke sembarang arah.
"Aku serius."
Hans masih menatap Mikhayla dengan sorot keseriusan.
Mikhayla terdiam untuk sejenak.Kembali mencerna kata kata yang di ucapkan Hans.
"Mik,mungkin kamu mendengar nya risih.Karena kamu pasti mikir kita baru kenal beberapa hari.Tapi,sebagai teman kamu aku pengen ngasih kamu hadiah yang paling istimewa buat kamu.Jadi,anggap saja ini kado yang aku berikan di hari ulangtahun kamu."
Mikhayla masih terdiam mendengar ucapan Hans.
"Mari kita jalani selama sebulan ke depan. Selama sebulan ke depan aku akan jadi kekasih kamu,kita akan memiliki hubungan layak nya pasangan.Setelah sebulan,mari kita akhiri dan kembali dengan hubungan antar teman.
A..ku hanya ingin membantu kamu mewujudkan harapan kamu."
Ucap Hans seraya menunduk kan kepala nya. Ia bahkan tidak yakin bisa bicara seperti itu.
Entah apa yang merasuki pikiran Hans,sehingga ia bisa berkata seperti itu.
"Dokter Hans..
Apa aku sebegitu menyedihkan nya makanya kamu sampai seperti ini?"
Ucap Mikhayla dengan tatapan penuh kesedihan.
"Mik.. maaf bukan seperti itu maksud ku.
Maaf..maaf kan aku.😣
Aku hanya ingin membuat mu mendapat apa yang kamu harapkan.
"Lalu,ini apa Hans? kamu membuat ku seperti seseorang yang begitu menyedihkan.Seolah olah aku tidak mungkin untuk mendapat kan seorang kekasih. Jadi,kamu menawarkan dirimu.Begitu Hans?"
Ucap Mikhayla dengan tatapan mata nya yang sudah berkaca kaca.
Kamu bilang kamu tidak berani untuk mencoba nya karena takut membuat seseorang kecewa karena kondisi kamu,aku cuma mau membantu kamu.Percaya lah Mik,aku tidak punya maksuda apa apa."
Ucap Hans sambil menyentuh tangan kanan Mikhayla.
Mikhayla hanya mematung mendengar perkataan Hans,seraya melepaskan genggaman tangan Hans.
"Mik,sungguh aku tidak punya maksud apa apa.Maaf kalau aku sudah berlebihan.Maaf kan aku.
Tapi,aku pun hanya ingin memastikan perasaan ku."
Ucap Hans dengan wajah sedikit memelas.
"Hans...
Beri aku waktu untuk berpikir,aku tidak bisa memberimu jawaban hari ini jadi lebih baik antarkan saja aku pulang."
Ucap Mikhayla seraya berdiri dari tempat duduk nya.
Mendengar perkataan Mikhayla seperti itu,Hans pun hanya bisa terdiam.Ia juga ikut berdiri dan mengikuti langkah Mikhayla.
Sepanjang perjalanan,suasana di dalam mobil begitu Hening dan sunyi tanpa ada yang berkata-kata.Hans fokus memperhatikan jalanan yang ada di depannya sambil berfikir mengenai apa yang baru saja ia ucapkan ada begitu banyak pertanyaan yang bergejolak dalam pikirannya.
"ah kenapa aku bisa seperti ini?
sepertinya aku memang benar-benar kelewatan hari ini. Apa mikhayla akan memaafkanku?
Apa dia akan tetap menjadikanku temannya? atau dia tidak akan berbicara lagi denganku setelah hari ini?
Tapi apapun resikonya aku sudah siap. Kurasa aku pun benar-benar kelewatan.
Jadi, yasudahlah aku tidak ingin berpikir aneh-aneh lagi, kalaupun ini menjadi hari terakhir aku menjadi temannya aku harus bisa menerima nya."
Gumam Hans dalam hati nya.
Ia benar benar merasa bersalah setelah semua nya.
Bahkan rencana awal yang tujuan nya untuk jalan jalan menikmati kota pun pupus sudah.
Mikhayla juga bahkan tampak tidak ingin berbicara ataupun menatap ke arah Hans.Sepanjang perjalanan,ia hanya memandangi kendaraan yang sedang berjalan melalui kaca jendela mobil.
Setelah hampir 1 jam perjalananan,mereka sampai di depan rumah Mikhayla.
Mikhayla pun langsung turun dari mobil Hans,dan begitu pula dengan Hans.
Sebelum masuk ke dalam rumah,Mikhayla mengucapkan kalimat perpisahan nya.
"Makasih untuk makan siang tadi,aku menyukai nya.Dan juga terimakasih karna sudah mengantar kan ku.
Kamu hati hati di jalan."
Ucap Mikhayla bersama sebuah senyuman di pipi nya.
"Sama sama,kamu masuk lah.Aku akan pergi." Ucap Hans sambil membalik kan badan nya dan membuka kembali pintu mobil nya.
Sebelum masuk ke dalam rumah,Mikhayla melihat Hans melajukan mobil nya,dan memandangi nya sampai keberadaan nya tidak lagi terlihat,barulah Mikhayla masuk ke dalam rumah.
Mikhayla langsung menuju ke kamar nya,ia membaring kan tubuh nya di atas tempat tidur.
Tampak Mikhayla pun memiliki banyak pemikiran mengenai perkataan Hans.
"Apa yang harus aku buat? bahkan setelah kejadian ini,ingin rasa nya aku tidak melihat Hans lagi.
Tapi,itu tidak mungkin. Aku akan seperti orang bodoh yang kekanakan kalau melakukan itu.
Tapi aku harus gimana? arrrghhhhhh..
aku pusing.Di lain hal aku tidak ingin terlihat menyedihkan,tapi di sisi lain aku ingin merasakan bagaimana rasa nya memiliki seorang kekasih.
Bagaimana ini ya Tuhan,aku..aku benar benar merasa buntu."
Gumam Mikhayla sambil menatap langit langit kamar nya.
Setelah hampir 30 menit bergelut dengan diri nya sendiri,dan setelah merasa lelah berpikir Mikhayla pun akhir nya tertidur.
Di saat Mikhayla sudah tertidur,terdengar bunyi dering Hp dari dalam tas nya.
Tapi,karena baru saja tertidur,dan ia merasa enggan untuk membuka kedua mata nya,Mikhayla membiarkan begitu saja hp nya tanpa mengubris nya.