
Hari berganti hari,Mikhayla sudah di perboleh kan untuk pulang ke rumah.Namun,tetap saja ia harus terus menjalani kontrol rutin nya.
Pagi ini,setelah bangun dari tidur nya Mikhayla langsung bergegas mandi dan setelah itu sarapan.
Mikhyala berangkat ke perusahaan nya, sudah beberapa hari di rawat di rumah sakit membuat Mikhayla merasa sangat banyak ketinggalan tentang pekerjaan nya.
Setiba nya di kantor Mikhayla langsung menemui Cantika,dan membahas mengenai persiapan peluncuran produk baru nya.
Mikhayla ingin sekali meluncurkan produk baru nya itu dengan cepat.
Karena,sudah cukup lama ia tidak mengeluarkan produk baru.
Setelah pembahasan mengenai produk baru selesai,Mikhayla mencoba untuk membaringkan diri nya di atas tempat tidur yang ada di ruangan nya.
Ia tidak ingin kelelahan lagi seperti kemarin. Ia juga tidak ingin membuat kedua orang tua nya bersedih dan khawatir.
Setelah merasa cukup beristirahat,Mikhayla melihat arlogi yang ada di tangan nya. Karena
ia tidak ingin telat minum obat. Ketika arlogi nya menunjukan pukul 1, Mikhayla pun meminum obat.
Selesai meminum obat,Mikhayla melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Ia melakukan pemeriksaan mengenai laporan perusahaan nya.
Saat sedang asik membaca laporam,tiba tiba hp nya berbunyi.
Dokter Rayhan? "gumam Mikhayla yamg melihat layar Hp nya.
Dan Mikhayla pun langsung mengangkat telpon nya.
"Hallo"
"Hallo mik,aku dengar kamu drop lagi ya?"
"iya begitulah han,kamu tahu dari mana?"
"Ayah mu menelpon ku,ia memberitahukan kondisi mu." Gumam Rayhan dengan suara lembut nya.
"Kenapa papa malah menelpon mu,aku kan sudah ada dokter Hans yang menanggani."
"Ooh jadi sekarang karena sudah ada dokter Hans aku gak boleh tahu kondisi kamu lagi nih?." Gumam Rayhan.
"Bu...kan, bukan seperti itu dokter Rayhan,maksud ku papa kan gak perlu juga nelpon kamu lagi,soal nya kamu kan juga punya pasien di sana,dan kamu juga yang bilang kan sekarang aku sama dokter Hans dulu! Udah ah,gausah bahas itu lagi yang penting aku udah sehat sekarang.Kalo kamu emang khawatir sama aku kenapa kamu gak datang aja buat lihat keadaan aku,aku kan juga rindu sama kamu🤦🏼."
Gumam Mikhayla seraya keceplosan dengan perkataan nya.
"ehhhh... maksud aku bukan gitu han,udah deh aku mau kerja,kamu juga harus kerja kan? bye bye!"
Ujar Mikhayla yang tampak sangat malu dengan perkataan yang barusan ia ucapkan dan langsung mematikan telpon nya.
Tanpa ia sadari pipi nya berubah menjadi merah merona. Ia benar benar tidak tahu harus berkata apa lagi kalau nanti Rayhan menelpon nya.
"Aaaaaa.... kenapa sih aku bisa bilang kayak gitu.😩
Aduh😖😖...
aku tampak murahan deh akhir akhir ini,kek nya sih ini efek dari kepergian Rayhan."
Gumam Mikhayla yang menggerutu terus menerus dengan diri nya sendiri.
Di lain tempat,Rayhan yang mendengar dengan jelas ucapan Mikhayla pun tiba tiba merasa bingung dengan perkataan yang di ucapkan oleh Mikhayla.Karena,ini pertama kali nya Mikhayla mengatakan hal itu.
"Gadis ini,apa dia benar benar merindukan ku🤔? Ini pertama kali nya dia mengatakan itu.Tidak biasa nya dia seperti itu. Apa dia ingin mencoba untuk mengungkap perasaan nya☺?"
Ujar Rayhan seraya tersenyum senyum sendiri.
Setelah selesai berkelut dengan diri nya sendiri,Rayhan pun kembali melakukan pekerjaan nya.
****
flashback*
Sewaktu Mikhayla di rawat di rumah sakit,Cantika rajin mengunjungi Mikhayla untuk sekedar memberi kan laporan situasi mengenai perusahaan nya,dan juga laporan penjualan merek mereka.
Walaupun tujuan utama nya datang ke rumah sakit sesungguh nya adalah agar bisa menemui Hans.
Dan benar saja di setiap kunjungan nya Cantika selalu bertemu dengan Hans.
Dalam pendekatan nya kali ini Cantika seperti nya lebih agresif di bandingkan dengan Hans.
Cantika rajin mengirimi Hans pesan WA. Tapi tampak nya Hans tidak begitu mengubris pesan yang di kirim Cantika.Ia hanya sesekali membalas nya,itupun dengan jawaban singkat.
****
flashback off
Mikhayla masih berada di ruangan nya,setelah berdebat dengan diri nya sendiri tentang hal memalukan itu, ia pun mencoba untuk melupakan nya dan melanjutkan pekerjaan nya.
Mikhayla seperti menemukan inspirasi baru setelah kejadian memalukan itu,ia mulai menggambar desain pakaian nya.
Hingga tidak terasa hari sudah sudah sore.
tok..tok..tok..
Terdengar ketukan pintu di ruangan Mikhayla.
"Masuk" Ujar Mikhayla.
"Mik,kamu gak pulang? ini udah jam nya pulang loh!"
Ujar Cantika seraya menatap Mikhayla.
"Oh ya? benar kah?"
Ujar Mikhayla sambil melihat arlogi yang ada di tangan kirinya.
"Pulang lah sekarang,jangan memaksakan diri,aku sudah menguhubungi supir mu."
Ujar cantika sambil tersenyum ke arah Mikhayla.
"Ah. Terimakasi Cantika sayang."
Ucap Mikhayla sambil tersenyum ke arah Cantika dan melingkarkan tangan nya ke pinggang Cantika.
Mereka berdua pun keluar dari ruang kerja Mikhayla dalam posisi saling melingkar kan tangan di pinggang.
Cantika melingkarkan tangan nya ke pinggang Mikhayla,dan begitu juga sebalik nya.
Di depan pintu masuk perusahaan tampak supir pribadi Mikhayla sudah menunggu.
Melihat kedatangan Mikhayla supir nya segera membukakan pintu untuk nona muda nya.
Lalu mereka pergi meninggalkan perusahaan kemudian melaju menuju rumah.
Sesampai nya Mikhayla di rumah,ia di sambut oleh ibu nya dan beberapa pelayan.
"Selamat datang non." ujar beberapa pelayan.
Mikhayla melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu.
"Kamu sudah pulang sayang? kenapa sore sekali? harus nya kamu pulang lebih cepat. Mik,kamu harus ingat kesehatan kamu." Ujar Ibu Mikhayla sambil memegang kedua pundak putrinya.
Mikhyala pun memeluk tubuh ibunya.
"Ma,aku gak apa apa kok.Mama jangan khawatir gitu dong.Mama kan tahu sendiri Mikhayla itu wanita strong! jadi gak semudah itu mama." Ujar Mikhayla.
"Oh iya,papa belum pulang ya?"
"Belum,papa mu pulang agak telat hari ini,
masih ada urusan perusahaan yang harus ia kerjakan.
Yaudah,kamu pergi mandi sana! Pelayan juga sudah menyiapakan obat yang harus kamu minum setelah mandi nanti." Ujar Ibu Mikhayla.
"Baik lah mama ku sayang" Ujar Mikhayla seraya mencium pipi ibu nya lalu pergi meninggalkan ruang tamu.
Mikhayla sudah berada di kamar,ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Selesai mandi,Mikhayla merebahkan diri di atas tempat tidur nya. Ia memandang ke arah langit langit kamar nya.
"haaa.. sebentar lagi ulang tahun ku,usia ku akan bertambah,dan aku sama sekali belum pernah memiliki seorang pacar di usia ini." Ujar Mikhayla dengan tatapan mata kosong nya.