I Found You

I Found You
Bab 19



Bagaimana bisa kamu mengatakan itu?


Kamu tahu aku selalu menunggu mu."


Ucap Cantika dengan tatapan kekecewaan.


"Can,jangan menunggu ku.


Aku masih ingin tetap seperti ini.Aku mencintai profesi ku saat ini.Jadi jangan menunggu ku." Tegas Hans


Sebenarnya Hans tidak ingin seperti itu,tapi di hati nya sudah tidak ada lagi nama Cantika,setelah beberapa tahun berpisah Hans benar benar banyak berubah.Ia menjadi pria dewasa yang tidak ingin mencintai karena kebodohan.


Ia tahu bahwa dulu Ia sempat bodoh karena terlalu mencintai Cantika.Ia bahkan mengalami masa masa sulit karena Cantika selalu menempatkan nya di posisi tersulit.


Ia ingin memulai sebuah hubungan yang dengan seorang wanita yang benar benar tulus dan tidak egois.Wanita yang benar benar mampu memahami dan mengerti mengenai kondisi dan juga profesi nya.


"Hans..


Kamu tahu? aku selalu mencintai kamu.


Bahkan tidak pernah ada nama lain di hati aku selain nama kamu.


Kalau kamu memang mencintai profesi kamu untuk sekarang ini,aku rela menunggu mu sampai kapan pun kamu siap." Ucap Cantika dengan tatap serius.


"Jangan...


Jangan menunggu ku Can.Sungguh,aku takut kamu kecewa.


Dan aku tidak ingin kita berdua kembali kepada kesalahan masa lalu." Ucap Hans pelan.


Di tengah perdebatan serius mereka,Mikhayla yang sesekali melempar tatapan nya ke arah Hans dan Cantika merasa ada yang aneh dari tatapan mereka berdua.


Mikhayla terus memperhatikan ekspresi Cantika yang berubah ubah saat sedang berbicara dengan Hans.


Rayhan yang tampak tidak nyaman dengan arah tatapan Mikhayla pun mengikuti arah tatapan itu.


Ia melihat arah tatapan Mikhayla ke arah Hans dan Cantika.Dan Ia pun mulai banyak berpikir.


"Kenapa Mikha terus melihat ke Hans dan Cantika? Apa dia cemburu karena kedekatan Hans dan Cantika.


Atau dia sudah tahu tentang masa lalu antara Hans dan Cantika?


Ah...tapi tidak mungkin,untuk apa Mikha cemburu? untuk apa dia peduli dengan masa lalu Hans,dia kan tidak punya hubungan apa apa dengan Hans."


Gumam Rayhan dalam hati nya sembari menatap Mikhayla.


"Mik.." Ucap Rayhan lembut.


Mikhayla langsung menatap ke arah Rayhan begitu mendengar nama nya di panggil.


"Iya dokter" Balas Mikhayla.


"Kamu melihat siapa?" Ucap Rayhan


"Aa..tidak,tidak ada."


"Kamu cemburu melihat Hans dan Cantika?" Senyum Rayhan


"Cemburu? untuk apa aku cemburu dokter?Berhenti menggoda ku." Balas Mikhayla sambil memanyunkan bibir nya.


"Jangan manyun,nanti cantik kamu hilang"


"Tidak akan,walau seperti apapun aku tetap cantik." Mikhayla berkata dengan percaya diri.


"Iya iya kamu cantik di segala kondisi"


Tawa Rayhan kecil.


"terimakasih dokter tampan."


Ucap Mikhayla sembari mendekat kan wajah nya dengan wajah Rayhan sambil tersenyum.


Mikhayla langsung gugup setelah sadar dengan apa yang ia lakukan.Jarak wajah nya dan wajah Rayhan hampir menyentuh bibir Rayhan.


Dengan cepat Mikhayla langsung menarik mundur wajah nya.


Sementara Rayhan tersenyum manis melihat Mikhayla salah tingkah.


"Kamu lucu sekali." Ucap Rayhan seraya mengerat kan genggaman tangan nya yang masih menyentuh tangan Mikhayla sambil berdansa.


"Tii..dak ada yang lucu." Jawab Mikhayla gugup dengan pipi yang mulai berubah merah.


"Benarkah,ayo ku antar ke ruangan mu" Balas Rayhan.


Mereka berdua pun berlalu meninggalkan ballroom,dan menuju ruangan Mikhayla untuk beristirahat.


Hans yang melihat kepergian Mikhayla dan Rayhan pun segera melepaskan genggaman tangan nya dengan Cantika,lalu berjalan ke mengikuti Mikhayla dan Rayhan.


Cantika yang merasa tidak mendapatkan apa yang ia mau,merasa sangat kesal dengan jawaban dan tindakan Hans yang berlalu meninggal kan nya begitu saja.


"Hans...Hans.. kamu mau kemana?"


Ucap Cantika meneriaki Hans dengan suara yang tidak terlalu besar.


Hans tidak menjawab pertanyaan Cantika,ia terus berjalan meninggalkan ballroom dan mengikuti langkah Mikhayla dan Rayhan.


Mikhayla dan Rayhan pun sampai ke ruang istirahat Mikhayla.


Mereka duduk di atas sofa yang sudah tersedia di ruangan itu.


Rayhan pun dengan siggap langsung mengambil tas nya dan mengeluarkan beberapa alat untuk mengecek keadaan jantung Mikhayla.


"Seperti nya kamu kelelahan,sekarang kamu harus beristirahat dan jangan kembali ke acara." Ucap Rayhan menatap Mikhayla.


"Tapi para tamu undangan belum kembali,aku tidak ingin mereka berpikir yang tidak tidak."


"Jangan memikirkan itu,kesehatan mu jauh lebih penting segalanya.Aku akan memberitahu orang tua mu untuk mengatur segalanya."


Tiba tiba Mbok Sinem masuk ke ruangan itu.


"Non,apa nona merasa tidak sehat?


Kalau nona merasa tidak sehat kita bisa kembali lebih dulu.Nyonya dan tuan besar sudah berpesan seperti itu kepada Mbok." Ucap Mbok Sinem yang sekarang duduk berada di samping Mikhayla.


"Tidak mbok,Mikha tidak apa apa,hanya butuh istirahat sebentar saja"


Ucap Mikhayla sambil tersenyum dan memegang kedua tangan Mbok Sinem.


"Kalau begitu,minumlah obat ini non.Tadi Mbok membawa nya dari rumah." Mbok sinem memberikan beberapa pil yang harus di minum oleh Mikhayla.


Lalu Mbok Sinem mengambil air mineral untuk Mikhayla.


"Terimakasih mbok" Ucap Mikhayla sembari meminum obat nya.


Setelah meminum obat nya Mikhayla meminta agar Rayhan tidak mengkhawatirkan nya.


"Han,kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku,kembali lah ke acara biar mbok Sinem yang menemani ku di sini."


Tatap Mikhayla ke wajah Rayhan.


"Tidak,untuk apa aku kembali ke acara kalau yang punya pesta di sini.Aku lebih baik menemani kamu di sini,lagipula di sini lebih tenang dan tidak bising." Ujar Rayhan.


"Yasudah,kalau kamu mau disini juga tidak apa apa.Tapi jangan membicarakan ku di belakang nanti." Goda Mikhayla.


"Membicarakan? di belakang? Hey kamu pikir aku gadis SMA yang suka ghibah apa?" Balas Rayhan sambil tertawa.


"Iya,siapa tahu kan kamu bilang gara gara Mikhayla aku malah tidak bisa menikmati pesta dansa!" Mikhayla tertawa lepas menggoda Rayhan.


"Hey,hentikan.! Aku sudah menikmati dansa bersama mu." Rayhan menepuk jidat Mikhayla.


"Awwwwh. Sakit Rayhan....! Gumam Mikhayla sambil memeganggi jidat nya.


"Oh iya .. maaf .. aku kira tidak sakit. Sini aku hempus supaya tidak sakit lagi"


Rayhan menarik lengan Mikhayla sehingga tubuh kedua nya sangat dekat.


Rayhan memghembus kening Mikhayla,dan Mikhayla bisa merasakan nafas hangat Rayhan.


Ia memejam kan mata nya menikmati setiap hembusan yang di buat oleh Rayhan.


Setelah selesai menghempus kening Mikhayla,Rayhan melepas genggaman tangan nya dari lengan Mikhayla,dan perlahan memundurkan wajah Nya.


Rayhan sudah melihat jelas wajah Mikhayla namun berbeda dengan Mikhayla ia bahkan belum membuka mata nya.


Ia masih berpikir Rayhan masih akan terus menghempus kening nya.


"Hey..kenapa menutup mata mu!" Ucap Rayhan seraya tersenyum lebar.


"Kamu mau mengharapkan apa?Apa kamu berharap aku mencium mu? Goda Rayhan.