
Mau berdansa dengan ku?" Tanya Cantika sembari mengulurkan tangan nya ke arah Hans.
Hans yang merasa enggan untuk menolak tawaran Cantika pun mengiyakan ajakan itu.
Mereka berdua pun berlalu meninggalkan tempat duduk,lalu melangkah mendekati Mikhayla dan Rayhan yang sedang berdansa.
Mikhayla yang melihat kedua nya pun tersenyum lepas. Mikhayla sudah tahu bahwa Cantika dan Hans adalah teman semasa kuliah dulu.Karena memang,Hans sudah pernah memberi tahu nya.
"Hans,Can..Kebetulan sekali kalian." Ucap Mikhayla seraya tersenyum menatap kedua nya.
"Iya Mik.Aku melihat Hans duduk sendiri di kursi nya,jadi aku mengajak nya untuk berdansa dengan ku" Balas Cantika
"Oh ya,beruntung sekali." Senyum Mikhayla.
Cantika,dan Hans pun berdansa bersama.Mereka bergerak mengikuti irama musik yang putar.
Cantika menatap wajah Hans dalam.
Ia merasa seperti mengulang masa lalu.Masa dimana Ia dan Hans masih dalam satu ikatan.
Ketika kedua mata mereka bertemu,Cantika dan Hans tetap diam dalam pandangan mereka masing masing.
"Hans.." Ucap Cantika lembut
"Ya"
"Apa kau sudah memikirkan ucapan ku kemarin?" tanya Cantika yang masih terus menatap kedua bola mata Hans.
Hans terdiam begitu mendengarkan pertanyaan Cantika.
Hans merasa masa lalu antara ia dan Cantika seperti tidak bisa lagi untuk di ulang.Tapi,di lain sisi ia tidak tahu harus memberi Cantika jawaban apa.Ia tidak ingin menyakiti perasaan Cantika.
Flashback
Sewaktu Cantika dan Hans masih berpacaran,Hans memang sangat mencintai Cantika.Begitu pula dengan Cantika.
Hanya saja,cinta Cantika begitu salah,ia selalu memaksa kan kehendak nya sendiri kepada Hans,ia ingin agar Hans selalu menuruti apapun yang ia katakan.
Bahkan,saat Hans harus Koas dan di tempatkan di rumah sakit yang berbeda kota dengan nya ia mengancam Hans untuk memilih dirinya atau pendidikan.
Hans mengalami masa yang berat,dia bingung harus memilih yang mana.Di satu sisi dia sangat mencintai Cantika dan tidak ingin kehilangan,namun di satu sisi ia juga memiliki mimpi untuk menjadi dokter profesional.
Sebenarnya waktu itu Hans bisa saja tetap berada di kota itu dan memilih rumah sakit yang ada di sana sebagai tempat untuk Koas,tapi karena Hans ingin lebih mandiri dan belajar banyak dari pengalaman nya di kota lain Hans pun memilih untuk Koas di kota lain.
Selama beberapa hari Hans terus memikirkan pilihan yang di berikan oleh Cantika,dan akhirnya ia memutuskan untuk memilih pendidikan nya.
Dan langsung memberi tahukan Cantika mengenai pilihan nya tersebut.Ia mengajak Cantika bertemu untuk membahas mengenai pilihan nya.
Saat mereka bertemu,Hans pun memberitahukan pilihan nya.
"Can,kamu tahu aku mencintai mu kan.Kamu juga tahu aku pun punya cita cita untuk menjadi seorang dokter.
Aku telah menentukan pilihan ku,dan aku memilih pendidikan ku."
Ucap Hans menatap lemas ke arah Cantika
Mendengar perkataan Hans yang seperti itu,Cantika merasa marah,kecewa dan juga sedih.
"Kamu lebih memilih meninggalkan aku? benarkah Hans?
Setelah semua yang kita lewati bersama hanya inikah yang aku dapat dari kebersamaan kita?
Jawab aku Hans, jawab.!"
Ucap Cantika keras dengan mata berkaca kaca.
"Dengarkan aku Can.
Aku memang mencintai mu
Aku selalu berharap kamu bisa mengerti kondisi dan impian aku.Tapi nyata nya kamu selalu memikirkan diri mu sendiri.
Aku meninggalkan mu bukan karena ada wanita lain,tapi ini demi masa depan ku dan masa depan kamu juga kalau kita bersama kelak.Tapi nyata nya kamu tidak pernah bisa memahami ku.
Aku selalu berharap kamu bisa memahami aku,tapi apa Can? Sampai detik terakhir pun kamu terus membuat ku di posisi seperti yang sekarang ini.Aku benar benar kecewa sama kamu Can.
Jadi,setelah aku berpikir beberapa hari ini mungkin memang lebih baik kita mengakhiri hubungan ini Can."
Ucap Hans menatap sendu ke arah Cantika.
Cantika menangis sejadi jadi nya.Hati nya hancur setelah Hans mengatakan harus mengakhiri hubungan mereka.
Ia juga merasa bahwa apa yang di katakan Hans memang betul.
Harus nya ia mengerti dan memahami posisi Hans.Tapi nyata nya ia terlalu egois.
"A..kuuu tidak bisa Hans,aku tidak ingin kita putus.Aku ingin hubungan kita tetap seperti ini.Aku bukan ingin menghalangi mimpi kamu,tapi aku takut berpisah jauh dari kamu.Kamu tahu sendiri kan,kita selalu menghabiskan waktu bersama selama ini.Aku tidak siap Hans kalau harus jauh dari kamu."
Cantika semakin terisak dengan tangisan nya.
Melihat Cantika menangis,Hans memeluk Cantika dengan erat.Ia membelai rambut wanita itu.
"Sudahlah,jangan menangis.Aku minta maaf karena membuat mu bersedih.
Jangan menangis lagi sayang."
Ucap Hans lembut sambil terus membelai rambut Cantika.
"Aku dan kamu tetap akan menjalin hubungan baik selama nya.Kalau hari ini kita tidak menjadi sepasang kekasih lagi,esok dan seterus nya kita masih bisa menjadi sepasang sahabat." Tambah Hans.
"Hans.." Cantika melepas pelukan nya,Ia menatap Hans dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
Hans pun menghapusi air mata Cantika yang tumpah di pipi nya dengan kedua ibu jari nya.
"Jangan menangis lagi" Ucap Hans pelan.
"Hans,kalau memang keputusan kamu sudah bulat seperti itu,maka pergilah.Kejar mimpi mu,dan jadilah dokter yang hebat di kemudian hari.Tapi bisa kah kamu dan aku tetap menjadi sepasang kekasih?Aku tidak imgin menjadi teman mu.Aku hanya ingin menjadi kekasih mu."
"Can,dengarkan aku.
Untuk sekarang ini adalah pilihan ku.Jadi bila kelak aku kembali ke tempat ini,dan kalau kesempatan itu datang lagi,mungkin kita bisa memulai hubungan baru,dan juga kenangan baru." Balas Hans.
Bukan karena tidak mencintai,tapi Hans sudah terlanjur membulatkan pilihan nya.Ia memilih pendidikan nya dan ia pun ingin lebih fokus ke pendidikan nya,ia tidak ingin keputusan nya hari ini menjadi perdebatan kembali di kemudian hari karena keegoisan Cantika.Karena ia tahu,Cantika sangat lekat dengan sifat egois nya.
***
Flashback off
Hans masih menatap Cantika dengan tatapan kosong.
Begitu pula dengan Cantika.
Melalui tatapan mata nya,Cantika masih berharap banyak pada Hans.Ia berharap rasa itu kembali tumbuh di antara mereka.
"Can...
Aku baru saja kembali ke kota ini,aku juga baru mendapatkan gelar dokter beberapa tahun ini.Jadi,ku pikir aku masih ingin fokus ke pekerjaan ku dulu.
Kamu jangan berharap banyak lagi pada ku Can,kamu bisa menemukan yang lebih baik dari ku." Ucap Hans ragu
"Bagaimana bisa kamu mengatakan itu?
Kamu tahu aku selalu menunggu mu."
Ucap Cantika dengan tatapan kekecewaan.