I Found You

I Found You
Bab 6



Setelah memastikan kondisi Mikhayla baik baik saja, Cantika pun akhir nya kembali ke perusahaan untuk mengurus pekerjaan yang belum sempat di kerjakan oleh Mikhayla.


Setelah kepergian Cantika, Mikhayla tinggal di ruangan itu seorang diri.


Namun,tak lama kemudian,seorang perawat masuk.


"Nona,pihak rumah sakit telah mengabari keluarga nona mengenai kondisi nona saat ini.Jadi,sebentar lagi mereka akan berkunjung."


Ujar perawat tersebut.


"Hm,baik lah sus,terimakasih untuk informasi nya."


Ujar Mikhayla sambil tersenyum menatap ke arah perawat.


"sama sama nona,tapi sebentar lagi nona akan di pindahkan ke ruangan perawatan seperti biasa,karena keadaan nona sudah stabil.


Dokter Hans juga berpesan bahwa untuk beberapa hari ke depan nona masih perlu di rawat dirumah sakit.


"oh iya sus,gak papa kalo gitu." ujar Mikhayla sambil membaringkan badan nya.


Tak lama kemudian beberapa perawat laki laki datang dan membantu untuk memindahkan Mikhayla ke ruangan VVIP yang biasa di gunakan oleh Mikhayla apabila melakukan pemeriksaan.


Sesampai nya di ruangan tersebut,Mikhayla meminta bantuan perawat untuk menghidupkan televisi yang ada di ruangan itu.


Mikhayla senang menonton hal hal yang berbau dengan animasi kartun. Apalagi kalau animasi nya adalah Doraemon.


Di ruangan itu Mikhayla hanya seorang diri tanpa ada orang yang menemani nya. Hanya ada suara televisi yang menemani nya.


Tak lama kemudian,Dokter Hans menghampiri Mikhayla untuk melakukan pemeriksaan lagi.


"Maaf mengganggu nona,saya perlu memeriksa keadaan nona lagi."


U


Ujar Hans yang sudah berdiri tepat di samping ranjang Mikhayla.


"Silahkan Dokter."


Ujar Mikhayla yang menuruti perkataan Hans.


Sembari melakukan pemeriksaan,mereka berdua hanya diam tanpa ada yang berkata.Hanya ada suara televisi di ruangan itu.


Namun,tiba tiba Mikhayla memecah keheningan di antara mereka.


"Dokter,untuk besok dan selanjut nya kamu boleh memanggil ku Mikha,Mikhayla atau Mik saja. Jangan memanggil ku dengan sebutan nona! aku bukan putri bangsawan!"


Ujar Mikhayla sambil menatap Hans.


"baik lah,aku akan memanggil mu dengan nama."


Ujar Hans tanpa menatap ke arah Mikhayla.


Mikhayla tak lagi membalas perkataan Hans,ia tampak asik memperhatikan layar televisi yang sedang ia tonton.


Hans yang awal nya sibuk dengan pemeriksaan nya kini malah memperhatikan tingkah Mikhayla yang sedang asik menonton televisi.


Tanpa ia sadari tiba tiba ia tersenyum sendiri saat menatap wajah Mikhayla yang terlihat menggemaskan saat sedang serius menonton.


"Imut sekali."


gumam Hans tanpa ia sadari.


Mikhayla mendengar perkataan yang keluar dari mulut Hans.


"Siapa yang imut dokter?"


Ujar Mikhayla yang merasa bingung dengan ucapan Hans.


"ha... ee... itu yang kamu nonton,animasi nya sangat imut."


Hans tampak sedikit gelagapan saat di tanya oleh Mikhayla,ia sendiri bahkan tidak sadar ia melontarkan hal kata yang begitu memalukan.


ujar Mikhayla yang merasa pernyataan dokter Hans seperti tidak masuk akal.


"haha... iya iya."


Terdengar tawa Hans yang begitu garing dan salah seperti salah tingkah.


"hm yasudah dokter,gausah bahas hal itu lagi. Kedengaran dengan jelas itu garing!


Apa ada lagi pemeriksaan yang harus di lakukan?"


Ujar Mikhayla yang kini menatap Hans


Tatapan mata kedua nya bertemu,membuat mereka menjadi salah tingkah.


Hans mencoba melemparkan arah tatapan mata nya.


"kok bisa jadi canggung sih waktu natap mata dia? padahal sama dokter Rayhan gak gitu gitu juga."


Ucap Mikhayla dalam hati nya.


"Hm, hari ini tidak ada lagi pemeriksaan. Kamu hanya perlu mengkomsumsi obat untuk jantung mu supaya tidak kambuh dan tetap stabil,nanti akan ada perawat yang datang menemani kamu dan mengantarkan obat."


Ucap Hans.


Setelah menyelesaikan pemeriksaan nya, Hans pergi meninggalkan Mikhayla untuk melakukan pemeriksaan pasien yang lain.


Tak lama kemudian,perawat masuk untuk mengantarkan makan siang dan memberikan beberapa obat yang sudah di resepkan oleh Hans untuk di komsumsi oleh Mikhayla.


Setelah memakan makan siang nya dan minum obat,Mikhayla kbali membarimgkan tubuh nya di atas ranjang.


"Mikha sayang...." Terdengar suara paruh baya dari balik balik pintu.


Wanita tersebut datang bersama dengan pria paruh baya. Mereka berdua tampak sangat mengkhawatirkan keadaan Mikhayla.


Mendengar seruan itu,Mikhayla berbalik da menatap ke arah suara tersebut berasal.


"Mamaaaa....."


Suara Mikhayla tampak bergetar, ia menangis sambil membuka kedua tangan nya bersiap untuk memeluk tubuh ibu nya.


Melihat kedatangan kedua orang tua nya ia merasa benar benar sedih.


Ia merasa sangat menyesal karena harus menempatkan orang tua nya dalam keadaan yang tidak mengeenak kan. Di wajah orang tua nya saat ini hanya ada tatapan kesedihan.


Selama bertahun tahun,di wajah orangtua Mikhayla selalu terpasang raut wajah kekuatiran dan kesedihan,karena kondisi putri mereka yang sewaktu waktu bisa drop.


Sebenarnya orang tua Mikhayla tidak ingin putri nya untuk melakukan pekerjaan apapun,tapi Mikhayla yang memiliki prinsip nya sendiri tidak mau untuk merepotkan kedua orang tua nya dan bersikeras untuk melanjutkan mimpi nya. Dengan keadaan terpaksa mereka mengizinkan putri kesayangan mereka untuk melakukan apa yang ingin ia lakukan,namun harus tetap dalam pengawasan dan kontrol,supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


Namun,tetap saja kondisi Mikhayla tidak ada yang bisa menjamin nya.


Sewaktu waktu ia bisa mendadak kehilangan kesadaran.


"Ma,pa aku gak apa apa kok, aku baik baik aja. Mama sama papa gak usah khawatir sama aku."


Ujar Mikhayla sambil memeluk tubuh ibunya.


"Gak apa apa gimana sih Mik,kamu itu baru aja drop! Mama kan sudah bilang sama kamu sayang jangan pernah ngelakuin hal yang bisa membahayakan jantung kamu."


Ujar Ibu nya yang tampak sangat khawatir dengan kondisi putrinya.


"iya Mik,kamu kenapa sih gak dengerin omongan papa sama mama. Papa sama mama gak mau kamu kenapa kenapa." Ujar ayah Mikhayla sambil menatap wajah putri nya tersebut.


"iiih.. papa sama mama gak usah khawatir gitu dong. Ini cuma masalah waktu yang gak tepat aja.Tapi,bener kok aku gak kenapa kenapa,papa sama mama percaya sama aku. Aku bakal sehat dan gak kenapa kenapa."


Ujar Mikhayla yang berusaha menyakinkan kedua orang tua nya.


Ia berusaha untuk menyembunyikan kesedihan nya,ia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan orang tua nya. Walaupun sesungguh nya kondisi tubuh nya sangat tidak bersahabat.Ia tetap berusaha untuk tetap tersenyum di depan kedua orang tua nya.