
Mikhayla segera bangkit dari rebahan nya.
Ia melihat obat yang sudah tersedia di atas nakas di samping tempat tidur nya.
Mikhayla mencoba untuk mengambil obat nya,namun tiba tiba saja jantung nya seperti ingin kumat lagi.
Mikhayla yang tidak ingin hal itu terulang lagi,dengan cepat meminum obat nya.
Setelah meminum obat itu,jantung nya pun kembali berdetak dengan normal.
Mikhayla duduk di pinggir tempat tidur nya. Ia mencoba untuk menenangkan keadaan nya untuk beberapa saat.
"Aku,tidak bisa membiarkan ini terulang lagi. Aku bahkan tidak ingin kembali ke rumah sakit itu,aku harus menelpon dokter Hans! Aku ingin tahu kenapa kondisi ku akhir akhir ini tidak baik."
Gumam Mikhayla dengan mata berkaca kaca.
Mikhayla mengeluarkan hp nya dari dalam tas.
Ia mencari kontak dokter tersebut.
Ternyata,Mikhayla lupa untuk meminta kontak nya.
"ah...aku kan tidak punya nomor nya!bagaimana bisa aku menghubungi nya." Ujar Mikhayla.
Mikhayla mencoba untuk berpikir bagaimana cara menghubungi Hans.
Setelah beberapa saat ia pun menemukan cara nya.
"ahaa... papa pasti punya nomer nya, iya! papa pasti punya nomer nya,apasih yang gak papa gak tahu.Eh tapi kalau aku minta sama papa,nanti malah papa malah khawatir. Terus gimana dong?
Oh iyaaa... waktu itu kan Rayhan pernah bilang dia akan menghubungi Hans untuk memberitahukan segala hal tentang ku. Kurasa dia punya kontak hp Hans.
Ta...pi gak mungkin aku hubungin dia lagi😩aku kan salah mgomong waktu itu. Mau di taruh di mana muka aku coba?"
Ujar Mikhayla yang sibuk bergelut dengan dirinya sendiri.
"Enggak! ini gak bisa. Mau gak mau aku harus dapat nomer nya Hans,gak papa deh kali ini aku kehilangan muka,yang penting aku bisa tahu kondisi ku.Dan lagian kan ini untuk jangka panjang. Kalau misal nya aku butuh Dokter Hans,aku bisa langsung nelpon dia." Ujar Mikhayla sambil mengumpulkan kepercayaan diri nya.
Akhir nya Mikhayla memutuskan untuk menelpon Rayhan.
"Ha..llo,Rayhan." Suara Mikhayla tampak gugup.
"Iya Mik,ada apa? tumben kamu nelpon aku di jam kayak gini?" Ujar Rayhan dengan lembut.
"Iya maaf kalau udah ganggu kamu,tapi aku cuma mau nanya sama kamu.Kamu punya gak nomer hp nya dokter Hans?
Kalau kamu punya aku mau minta sama kamu dong.Tapi kalau gak ada ya gak papa juga sih."
"Oh ada. Aku ada nomer nya kok,aku kirim pesan teks aja ya sama kamu."
Ujar Rayhan dengan lembut.
"Oke.Makasih ya . Aku tutup telpon nya ya Han."
Mikhyala pun tampak akan menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan itu.
Mikhayla tidak ingin berlama lama menelpon Rayhan,ia takut bisa bisa ia salah ngomong lagi seperti kejadian tadi siang.
"Tungguu...."
Teriak Rayhan keras sebelum Mikhayla menekan tombol merah di hp nya.
Mendengar teriakan Rayhan,Mikhayla langsung mengarahkan kembali hp nya kembali ke telinga.
"Iya Han,kamu mau ngomong sesuatu?"
Ucap Mikhayla yang terlihat penasaran.
"aa..pa kamu cuma mau minta nomer dokter Hans?"
"hm..iya Han,aku pengen nanya kondisi jantung aku,aku ngerasa aneh belakangan ini."
"Kamu kumat lagi?"
"Bukan kumat,hanya hampir kumat."
Ujar Mikhayla dengan santai.
"Oh,maaf aku gak bisa jadi dokter pribadi kamu lagi Mik.Kalau aku masih jadi dokter pribadi kamu,pasti kamu gak perlu kebingungan lagi buat cari nomer dokter lain" Ucap Rayhan yang sedikit menyesal demgan keadaan yang terjadi.
Mendengar perhatikan kecil Rayhan,Mikhayla merasa berbunga bunga.Jarang sekali ia bisa berkomunikasi seperti ini dengan Rayhan.
Mungkin ini yang di katakan dengan arti sesungguh nya dari LDR.
Kalau ada di depan mata,perhatian sekecil apapun tidak berarti.Tapi,kalau jarak sudah memisahkan perhatikan yang sekecil apapun menjadi sangat berarti.
"Yaudah kamu balik ke sini aja Rayhannn🙄." Ucap Mikhayla dengan percaya diri.
"Untuk sekarang seperti nya belum bisa Mik,aku harus bertahan untuk beberapa waktu di sini.Aku pun ingin menemukan hal hal baru dan belajar dari tempat ini, ju...ga sambil cari jodoh kali ya?
Nanti,kalau aku mau balik ke sana aku pasti ngabarin kamu."
Ucap Rayhan lembut sambil tersenyum.
"Hm,okedeh kalo gitu.Aku juga gak punya hak untuk maksa kamu balik lagi ke sini.Kamu punya hak untuk nentuin kemana kamu harus melangkah. Jadi,kamu harus menikmati nya.
Hmmm... aku tutup telpon nya ya Han,aku mau nelpon dokter Hans dulu.
Selamat malam. Bye bye."
Ujar Mikhayla dengan intonasi suara lemah dan terlihat di wajah nya raut kekecewaan atas jawaban Rayhan.
Mikhayla mengakhiri panggilan telpon nya dengan Rayhan.
Ia membuka pesan teks yang di kirim oleh Rayhan untuk segera mengetahui nomor dokter Hans.
Mikhayla kini tersambung dengan panggilan nomor yang di berikan oleh Rayhan.Dan benar saja,itu memang nomor Hp dokter Hans.
"Hm..halo,benar ini dengan dokter Hans?" Ucap Mikhayla dengan lembut dan pelan.
"Iya dengan saya sendiri,Maaf ini dengan siapa dan ada yang bisa saya bantu?"
Ucap Hans dengan sopan.
"Maaf menggangu dokter. Ini aku Mikhayla."
"Oh Mikhayla,ada apa Mik? apa kamu punya keluhan?"
"Iya dokter,aku punya sedikit keluhan. Tapi bisakah dokter ke rumah ku? Biasa nya dokter Rayhan yang jadi dokter pribadi ku,tapi karena dokter yang sudah menggantikan nya ku harap dokter Hans pun bisa menjadi dokter pribadi ku seperti dokter Rayhan."
Ujar Mikhayla dengan nada sopan.
"Tentu saja bisa Mik.Kamu panggil aku seperti biasa saja . Panggil nama ku saja. Kita seumuran jadi kamu gak perlu canggung untuk ngomong sama aku seperti hal nya kamu dengan Dokter Rayhan.Tapi kalau kamu nyaman nya panggil aku dokter juga gak papa sih.
Tapi Mik,aku gak tahu sama sekali jalan ke rumah kamu."
Ucap Hans sambil mengernyitkan dahi nya karena memang ia sama sekali belum pernah ke rumah Mikhayla,dan hari ini akan menjadi kunjungan pertama nya.
"Hahaha.. oh ia aku lupa memberitahu mu. Gimana bisa aku lupa kalo kamu belum pernah ke sini.🤦🏼
Begini saja,aku akan mengirim supir ku untuk menjemput mu hari ini,karena ini memang kunjungan pertama mu jadi aku akan membuat mu terlihat spesial." Ucap Mikhayla dengan senyum ceria di wajah nya.
"hm baik lah nona muda.Aku akan menunggu supir mu.Jemput aku di rumah sakit saja,berhubung aku belum pulang ke rumah."
"baik lah tuan mudaaa.. aku akan segera mengirim supir ku. Bye bye!" Ucap Mikhayla mengakhiri panggilan telpon nya.