
Pagi yang cerah, Mikhayla masih terlelap dalam tidur,dalam balutan piyama berwarna putih polos.
"non.. non.. bangun, hari sudah pagi non"
Terdengar suara wanita paruh baya yang mencoba untuk membangun kan Mikhayla.
Wanita paruh baya itu bernama Sinem. Sudah hampir 25 tahun ia bekerja di kediaman keluarga Mikhayla.
Sinem bekerja sebagai pelayan yang mengurus segala keperluan Mikhayla.
Sinem juga merupakan pengasuh Mikhayla semenjak ia kecil. Oleh karena itu, Sinem mengetahui dengan betul semua hal yang berkaitan dengan Mikhayla.
Mendengar suara wanita paruh baya itu,Mikhayla terbangun dari tidurnya.
"Sudah jam berapa mbok?" Ujar Mikhayla menatap ke arah Sinem.
"Sudah jam 8 nona. Nona harus bangun dan segeralah sarapan". Timbal Sinem
"iya mbok,aku mandi dulu,nanti baru turun ke bawah." ujar Mikhayla.
Mikhayla Griselda,anak seorang pengusaha terkenal.
Ayah nya adalah seorang pebisnis sukses masa kini.
Ada berbagai macam bisnis yang dijalakan oleh ayah nya. Mulai dari tekstil, IT, bahkan bisnis perhotelan,hingga bisnis real estate.
Mikhayla merupakan anak tunggal di keluarga nya.
Ayah dan ibu nya sangat menyanyangi Mikhayla.
Walaupun besar di keluarga yang dikatakan konglomerat, namun Mikhayla tidak seperti kebanyakan gadis kaya di luar sana.
Mikhayla tumbuh menjadi wanita cantik yang sangat mandiri,dan jauh dari kata manja.
Bahkan ia merupakan gadis yang sangat tegas.
Mikhayla bahkan tidak ingin orang mengetahui latar belakang nya. Ia tidak ingin di kenal karena pengaruh besar nama ayah nya. Maka dari itu, Mikhayla berusaha untuk maju sendiri tanpa campur tangan sang ayah. Ia ingin sesukses ayah nya dengan usaha nya sendiri.
Mikhayla senang menggambar dan sangat menyukainya. Semakin beranjak dewasa, ia pun memutuskan untuk menjadi perancang busana dan mantap melanjutkan pendidikan di Akademi Seni di Paris.
Setelah menyelesaikan pendidikan nya, Mikhayla mendirikan perusahaan pakaian nya sendiri.
Di awal mendirikan perusahaan nya Mikhayla memang meminta modal dari sang ayah, namun tidak dengan cuma cuma . Ia berjanji akan menggembalikan nya dalam setahun.
Dan benar saja, Mikhayla dengan usaha besar nya mampu membayar modal yang ia pinjam dari sang ayah, walaupun sebenar nya sang ayah tidak meminta untuk di kembalikan tapi ia tahu dengan betul bagaimana sifat putri nya.
Kini, produk fashion milik Mikhayla sudah di kenal luas oleh banyak orang. Produk fashion yang di kenal dengan merk MG, diambil sendiri dari nama Mikhayla Griselda.
Matahari kian tinggi,menunjukan waktu terus berjalan.
Mikhayla menuruni tangga rumah nya, di meja makan sudah ada yang menunggu nya . Yang tak lain adalah kedua orang tua nya.
"Selamat pagi pa,ma" ucap mikhayla sambil tersenyum kepada kedua orangtua nya.
"Selamat pagi sayang" sahut kedua orangtua nya.
Mereka menikmati sarapan mereka pagi itu,sambil berbincang.
"Sayang,nanti jangan lupa untuk pergi kontrol ke rumah sakit seperti biasa" ucap ibu nya sambil membelai rambut Mikhayla.
"iya ma,nanti aku ke rumah sakit sehabis cek keadaan kantor." ujar Mikhayla.
Semenjak kecil Mikhayla memiliki sebuah penyakit yang ia bawa sejak lahir, Ia memiliki penyakit lemah jantung, untuk itulah Mikhayla selalu rutin melakukan kontrol.
Jadwal kontrol nya seminggu 3X,dan itu di lakukan sudah sejak lama.
Penyakit yang ia derita tidak boleh di ketahui oleh orang lain terkecuali orang yang tinggal di kediaman nya serta dokter dan perawat yang menanggani nya.
Mikhayla tidak ingin di pandang remeh oleh orang lain karena hal tersebut.
Mikhayla tiba di kantor, di depan pintu masuk sudah ada beberapa karyawan yang menyambut kedatangan nya.
"Selamat datang nona" ucap para karyawan sambil tersenyum.
"terimkasih, kembali lah bekerja" ujar Mikhayla sambil tersenyum ke arah para karyawan nya.
Mikhayla menaiki lift yang ada di perusahaan nya.Ruangan nya terletak di lantai 7.
Ruangan Mikhayla tampak seperti apartemen,karena begitu luas dan lengkap. Hanya Kompor dan alat alat dapur saja yang tidak ada di dalam ruangan nya.
Di sebelah ruangan Mikhayla terdapat ruangan sekretaris pribadi nya.
Sekretaris itu bernama Cantika.
Namun, Cantika bukan hanya sekedar sekretaris pribadi Mikhayla.
Cantika termasuk salah satu teman dekat Mikhayla.
Dan ya,Cantika juga mengetahui mengenai penyakit Mikhayla.
Maka dari itu ia sangat paham mengenai hal hal yang berkaitan dengan kesehatan Mikhayla dengan segala aktivitas yang dapat di lakukan oleh Mikhayla dan beberapa aktivitas yang tidak dapat ia lakukan.
tok...tok...tok..
Tampak Cantika mengetuk pintu ruang kerja Mikhayla.
"Masuklah" ujar Mikhayla.
"Mik,ini beberapa dokumen mengenai grafik penjualan kita yang kemarin kamu minta" ujar Cantika sambil menyerahkan dokumen yang ia bawa dan meletakkan nya di atas meja kerja Mikhayla.
"oh iya,makasih ya can." ujar Mikhayla sambil tersenyum ke arah cantika.
" oh iya can, sebentar lagi aku akan berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan kontrol. Kamu tangani urusan yang disini ya selagi aku pergi kerumah sakit ?! dan kalo ada sesuatu kamu kabarin aku ya" Ucap Mikhayla sambil menatap ke arah Cantika
"okeh deh, semua akan aman, kamu pergi saja ke rumah sakit jangan pikirkan yang disini selama kamu melakukan pengobatan" Cantika tersenyum ke arah Mikhayla.
"Makasih banyak can, kamu yang paling mengerti aku" ujar Mikhayla sambil merangkul lengan Cantika.
Tak lama setelah percakapan itu, Mikhayla meninggalkan ruangan nya dan berjalan ke arah lift.
Di depan pintu masuk sudah ada supir yang menunggu Mikhayla.
Supir tersebut membuka pintu mobil untuk Mikhayla.
Dan sesaat setelah itu mereka meninggalkan perusahaan nya.
"Dit,kita kerumah sakit ya" ujar Mikhayla kepada orang yang sedang mengemudikan mobil nya.
"Baik nona"
Balas Didit yang merupakan supir pribadi Mikhayla.
Didit putra,supir pribadi Mikhayla sejak 5 tahun yang lalu dan hingga saat ini.Umur nya bisa di katakan masih muda.
Karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah,akhir nya Didit mencari pekerjaan,dan beruntung ia bertemu dengan Mikhayla yang waktu itu menawarkan nya untuk menjadi supir pribadi nya.
Setelah perbincangan singkat itu,kini di dalam mobil hanya terdengar suara audio yang tidak begitu kuat.
Mikhayla suka mendengar musik selama di perjalanan. Ia akan menghubungkan audio speker mobil nya dengan bluetooth hp nya. Mikhayla menyukai musik bergenre Pop,RnB,serta Edm.
Namun,saat mood nya sedang dalam keadaan tidak baik atau merasa sedih,dan putus asa, Mikhayla akan selalu memutar musik genre Gospel.
Dimana semua lagu lagu nya adalah lagu Rohani.
Karena hanya dengan mendengarkan lagu Rohani, akan membuat hati nya dan pikiran nya sangat tenang.