
Hans masih melakukan pemeriksaan nya. Kali ini ia melakukan echo jantung, dimana pemeriksaan ini berguna untuk melihat kondisi jantung melalui gelombang suara.
"hmm,apa akhir akhir ini kamu punya keluhan?"
tanya Hans sambil menatap ke arah Mikhyala .
Tatapan mata kedua nya pun bertemu.Melihat hal itu,Mikhayla merasa sedikit canggung,dan segera melempar arah pandangan mata nya sambil menjawab pertanyaan yang di lontarkan Hans.
"akhir akhir ini aku seperti sering merasa lelah berlebihan,dan terkadang aku sulit untuk bernapas." Ujar Mikhayla.
"apa itu sering berlanjut?"
"hm hanya kadang kadang mungkin saat aku melakukan kerja yang berlebih".
"kalo gitu,aku kasih kamu ace inhibitor. Ini gunanya untuk merelaksasi pembuluh darah supaya kamu gak sulit untuk bernapas,dan masih ada beberapa obat yang harus kamu minum"
Ujar Hans sambil menatap wajah Mikhayla.
"okeh" ucap Mikhayla singkat.
"Kalau gitu sampai jumpa di pemeriksaan selanjut nya,nanti perawat bakal bawain beberapa obat untuk kamu bawa pulang dan kamu minum,jadi tunggu sebentar lagi ya, saya permisi keluar duluan,saya masih ada pasien."
Ucap Hans dengan lembut.
Hans lalu meninggalkan Mikhayla di ruangan tersebut tanpa ada basa basi.
Mikhayla yang melihat kepergian Hans hanya terdiam menatap kepergian nya.
Selang 10 menit, perawat pun datang dan memberikan obat yang akan di bawa pulang oleh Mikhayla.
Setelah menyelesaikan semua nya Mikhayla kembali ke perusahaan nya.
Di perusahaan, Cantika yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya,tampak duduk beristirahat di sofa ruangan nya.
Kring...kring...kring....
Hp cantika berdering menandakan ada panggilan masuk.
Ia melihat layar hp nya,dan melihat nama yang tertera di panggilan itu.
"Hallo vi" ucap Cantika.
"hallo Cant, gimana kabar mu? sehat?" ucap seseorang dari telepon.
Terdengar suara seorang wanita yang tak lain adalah sahabat Cantika bernama Vivian.
"Aku sehat vi,kamu sok pakai nanya segala sih,padahal jumpa nya hampir tiap hari sama aku!!" ujar Cantika yang merasa bahwa pertanyaan sahabat nya itu garing.
"ih kamu mah,namanya juga basa basi tau!
oh iya,kamu udah dengar berita nya belum? Ucap Vivian.
"Denger berita apa vi? aku gak ngerti maksud kamu bilang denger."
Ucap Cantika yang merasa bingung dengan pertanyaan sahabat nya.
"Kalau kamu udah bilang gitu,berarti kamu emang gak tahu apa apa ya!!"
"ih iyaa aku gak tau apa apa . Dan gak ngerti sama sekali maksud kamu! udah gausah bertele deh,kamu jelasin aja!!" ucap Cantika yang merasa kesal dengan pertanyaan bertele tele dari sahabat nya itu.
"Iya iya. Tapi aku jamin kamu pasti seneng dengar berita ini!
Mendengar berita yang di sampaikan oleh Vivian, Cantika merasa sangat bahagia.
Bagaimana tidak? Hans ternyata adalah mantan pacar sekaligus cinta pertama Cantika.
Namun,walaupun hubungan mereka sudah berakhir Cantika masih tetap berharap untuk bisa kembali memulai hubungan nya dengan Hans.Karena sebenar nya mereka sama sama masih saling menyimpan perasaan.
Hubungan mereka bisa di katakan sebagai hubungan yang bertahan lama. Karena,sudah 5 tahun mereka pacaran. Dan hubungan itu sudah di mulai sejak mereka duduk di bangku kuliah.
Setelah mereka berdua menyelesaikan kuliah nya,Cantika memilih untuk menjadi seorang sekretaris,sedangkan Hans menjadi seorang Dokter,sesuai dengan jurusan yang mereka ambil sewaktu kuliah dulu.
Waktu berjalan dengan semesti nya,Hans yang pada saat itu harus di pindah tugaskan ke Rumah Sakit di kota S harus rela meninggalkan Cantika untuk waktu yang cukup lama.
Tapi,karena Cantika tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh akhir nya ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
Cantika ingin Hans selalu berada di dekat nya,sementara Hans ingin melanjutkan karier nya sebagai seorang dokter profesional. Hal itulah yang membuat mereka berpisah,dan perpisahan mereka di lakukan dengan cara yang baik.Mereka sama sama memutuskan untuk saling mendoakan satu sama lain walaupun sudah tidak memiliki hubungan lagi.
Cantika yang sedang asik berbicara dengan sahabat nya itu,tidak sadar akan kedatangan Mikhayla.
Mikhayla yang sudah sampai di perusahaan nya langsung memasuki ruangan nya.
Ia merebahkan tubuh nya di tempat tidur yang ada di ruangan itu.
"ahhhh... kenapa aku merasa seperti sangat kehilangan,apa mungkin karena aku sudah terbiasa melihat wajah nya selama beberapa tahun belakangan ini? mendengar dia pergi rasa nya aku benar benar merindukan nya."
Ucap Mikhayla dengan diri nya sendiri dengan perasaan seperti kehilangan sesuatu.
Setelah berpikir agak lama, Mikhayla pun memutuskan untuk menghubungi Rayhan, ia ingin tahu alasan rayhan tidak memberi tahu nya.
Mikhayla mengeluarkan hp nya, lalu mencari nama Dokter Rayhan.Setelah menemukan nomor nya Mikhayla pun langsung menghubungi Rayhan.
"Hallo,dokter rayhan?" ucap mikhayla
"iya hallo, Mikhayla ? tumben kamu nelpon saya, biasa nya orang tua kamu yang nelpon saya".
Ucap pria bernama rayhan tersebut dengam suara lembut tapi terdengar sangat berwibawa.
"Aku mau tanya sama kamu,kenapa kamu pindah gak bilang bilang? kamu kan tahu kalau kamu dokter pribadi aku,dan kamu pasti tahu kan aku gak suka orang lain yang nanggani aku!!"
Ujar Mikhayla yang tampak kesal.
"Iya iya maaf ya,aku juga tiba tiba dapat informasi nya kemarin,jadi aku gak sempat ngasih tau sama kamu.Tapi,di sana kan sudah ada dokter Hans Mik,untuk sekarang kamu sama dia aja ya,dia juga orang nya baik kok,nanti aku hubungi dia untuk ngasih tau semua nya yang berhubungan tentang kamu."
Ujar Rayhan yang berusaha untuk menyakin kan Mikhayla.
"kalau aku mau nya cuma sama kamu gimana?"
Mikhayla yang terlanjur mengatakan hal tersebut tiba tiba merasa sangat malu,ia merasa sikap nya seperti anak kecil sekarang.
"Loh kok kamu jadi kayak anak kecil sih yang lagi ngambek?"
Ujar rayhan sambil tertawa.
"eeh.. iy..a, yaudah deh kamu lanjutin kerja kamu aja . Aku sama dokter Hans aja kalo kamu bilang gitu!! tapi aku beneran marah ya sama kamu,pergi gak bilang bilang!!
" iya iya aku minta maaf deh sama kamu. Tapi kamu harus jadi anak yang baik ya selama sama dokter hans jangan menyulitkan dia.Nanti aku pasti segera hubungi dia untuk kasi tahu mengenai hal yang harus dia pahami."
"hmmm...okedeh, yaudah lanjutin aja kerja kamu,aku juga mau kerja" Ucap Mikhayla yang masih kesal dengan Rayhan.