I Found You

I Found You
Bab 16



Setelah pertemuan nya dengan Hans hari itu,Mikhayla tidak pernah menyapa ataupun menghubungi Hans lagi. Begitu pula dengan Hans.Ia tidak pernah bertukar kabar ataupun menanyakan kabar Mikhayla.


Hari berlalu,dan tidak terasa hari ulangtahun Mikhayla pun tiba.Tempat nya waktu nya sudah di tentukan.


Mikhayla memilih gedung x yang biasa di pakai untuk perayaan party oleh kalangan atas.


Mikhayla yang sudah terlanjut mengundang Hans terpaksa mengirim pesan WA untuk memberitahu kan lokasi dan waktu perayaan ulangtahun nya.


đź—¨"Hans,jangan lupa datang ke pesta ulang tahun ku hari ini, lokasi nya di gedung x dan waktu nya pukul 6."


Ketik Mikhayla dalam pesan WA nya.


Setelah mengirim kan pesan itu,Mikhayla menunggu balasan dari Hans,tapi setelah


beberapa lama Mikhayla tak juga mendapat balasan.


Ada sedikit perasaan kecewa yang dirasa


Mikhayla.Tapi ia pun tidak tahu harus berkata apa.Di sisi lain ia sangat enggan untuk menghubungi Hans melalui telpon,dan di sisi yang lain ia masih tidak ingin berbicara dengan Hans karena tidak tahu harus memberi kan jawaban seperti apa.


"Ha..yasudahlah,yang penting aku sudah memberi tahu kan nya."


Gumam Mikhayla.


***


Flashback


Pada hari di mana Mikhayla melakukan pertemuan nya dengan Hans,Rayhan yang awal nya di kirim pesan oleh Mikhayla tidak langsung membalas pesan nya.


Tapi,setelah pagi hari pada saat Mikhayla bangun dari tidur nya ia sudah melihat ada balasan pesan dari Rayhan.


đź—¨"Maaf baru membalas pesan mu pagi ini Mik,semalam aku sangat sibuk hingga pulang larut malam.Jadi baru sempat membaca pesan mu pagi ini."


đź—¨"Aku akan datang ke pesta ulang tahun mu.Jadi kirim kan saja lokasi dan waktu nya."


Seperti itulah isi pesan yang di terima Mikhayla pagi itu.


Mikhayla merasa sangat senang mendapat balasan pesan dari Rayhan.Ia tidak menyangka Rayhan akan meluangkan waktu untuk datang ke pesta nya.


*****


flashback off


Setelah mengirimkan pesan kepada Hans,Mikhayla juga mengirimkan pesan yang sama kepada Rayhan.Lalu,Mikhayla melanjutkan aktivitas nya seperti biasa.


Hari ini Mikhayla tidak pergi ke perusahaan nya,Ia masih harus mengurus segala sesuatu untuk pesta ulangtahun nya yang akan di adakan sore nanti.


Mikhayla memilih untuk pergi ke butik langganan nya untuk membeli gaun yang akan ia kenakan nanti di pesta nya.


Mikhayla pergi ke butik di temani ibu nya.


Sekalian,ibu Mikhayla pun ingin membeli gaun untuk dirinya.


Sesampai nya di butik,Mikhayla dan ibu nya langsung di sambut hangat oleh pemilik butik.


Bagaimana tidak,butik tersebut adalah milik teman arisan ibu Mikhayla,dan suami si pemilik butik adalah rekan bisnis ayah Mikhayla.


"Hay jeng..."


"Iya jeng" Balas ibu Mikhayla.


"Hay Mikhayla,kamu makin cantik aja sayang." Ucap Pemilik butik lagi sambil cipika cipiki dengan Mikhayla.


"Iya tante,makasih pujian nya."


Balas Mikhayla.


"Yaudah jeng,Mik kalian masuk dan pilih aja dulu gaun mana yang cocok."


Mereka bertiga melangkah masuk ke dalam ruang gaun yang ada di butik tersebut dengan di ikuti dua pelayan butik.


Mikhayla melihat lihat model gaun yang ada di ruangan tersebut.Satu persatu ia lihat dengat teliti.Maklum saja,karena Mikhayla seorang desainer jadi ia sangat pemilih dalam hal pakaian.


Sebenarnya,Mikhayla tidak perlu membeli Gaun untuk dirinya,karena ia bisa saja memakai gaun rancangan nya sendiri tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli gaun dari butik orang lain.


Namun,Mikhayla ingin merasakan hal yang dirasakan oleh para wanita di luar sana saat memilih gaun untuk dirinya sendiri.Karena,kalau memakai gaun rancangan nya sendiri otomatis Mikhayla merasa biasa saja,karena ia yang membuat baju itu dari awal.Makanya,setiap akan merayakan pesta, baik itu pesta yang di adakan oleh orangtua nya ataupun dirinya Mikhayla akan membeli gaun dari butik langganan nya.


Tapi,lain hal nya apabila Mikhayla menerima undangan pesta dari orang lain,Mikhayla akan dengan senang hati memakai gaun rancangan nya sendiri.Karena bagi nya saat ia datang di acara undangan pesta orang lain,orang akan memperhatikan dengan seksama penampilan nya karena ia anak dari seorang pengusaha ternama.Dan di kesempatan itu pula,Mikhayla bisa mengenalkan kepada orang lain yang belum mengenal dirinya untuk mencoba mengenalkan merk pakaian nya.


Setelah cukup lama melihat dan memilih model gaun,akhir nya Mikhayla menemukan model gaun yang akan ia kenakan pada perayaan ulangtahun nya.


Gaun yang ia pilih berwarna cream lembut.Dengan model yang tidak terlalu norak,dan tidak banyak pernak pernik nya.


Mikhayla pun mencoba gaun itu di ruang ganti,lalu menunjukan hasil nya kepada ibu nya.


Saat melihat Mikhayla mengenakan nya,ibu Mikhayla dan pemilik butik tersebut tersenyum lebar melihat penampilan Mikhayla.


Mikhayla benar benar sangat cantik,dan terlihat elegan saat memakai gaun itu.


"Wah..putri ibu sangat,sangat,sangat cantik" Gumam ibu Mikhayala seraya menatap bahagia ke arah putrinya.


"Iya Mik,kamu cantik sekali memakai gaun itu.Warna nya sangat cocok ke kulit putih mu." Tambah pemilik Butik.


"Terimakasih ma,tante.


Mikha akan mengambil baju ini tante"


Ucap Mikhayla seraya tersenyum ke arah kedua nya.


"Iya,ambil lah gaun ini.Sangat cocok dengan mu sayang.Kamu akan terlihat sangat cantik di pesta nanti." Gumam pemilik butik.


"oke tante.terimakasih." Balas Mikhayla sambil melangkah mundur dan kembali masuk ke dalam ruang ganti.bersama satu pelayan untuk membantu nya membuka gaun tersebut.


Setelah selesai mencoba gaun tersebut,Mikhayla duduk di sofa yang ada di ruang tersebut,kini giliran ibu Mikhayla yang mencari gaun untuk dirinya.


Tidak butuh waktu yang lama,ibu Mikhayla langsung mendapat gaun yang akan ia pakai.Gaun tersebut senada dengan gaun yang di plih Mikhayla.


Bahkan beberapa kali,Ibu Mikhayla juga meminta pendapat putri nya mengenai gaun yang ia pilih.


Ibu Mikhayla masuk ke ruang gantu dan mencoba gaun nya.Dan benar saja gaun itu benar benar membuat tampilan ibu Mikhayla tampak lebih muda.


Setelah klop dengan gaun mereka masing masing,akhirnya Mikhayla dan ibu nya kembali pulang kerumah dengan membawa dua paper bag besar berisi gaun mereka.


Sesampai nya di rumah,Mikhayla langsung menuju kamar nya dan langsung membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


Mikhayla harus menyiapkan banyak energi dan kekuatan untuk tubuh nya hari ini.Karena,hari ia tahu hari ini akan menjadi hari yang panjang,dan melelahkan.