
Mikhayla berjalan menuju lift,dan turun ke lantai dasar.
Sembaru menunggu Hans,Mikhayla duduk di kursi yang ada di depan resepsionis nya.
"Nona,kenapa duduk di sini?"
Ujar Resepsionis tersebut.
"Tidak apa apa,aku hanya menunggu teman ku,kembali lah bekerja jangan menghiraukan ku"
Ucap Mikhayla sambil tersenyum.
"Baik nona,maaf menggangu nona" Ujar resepsionis tersebut sambil menunduk pelan.
"tidak apa apa,tidak ada yang mengganggu ku"
Jawab Mikhayla sambil tersenyum lagi.
Mikhayla pun duduk dengan santai menunggu kedatangan Han,sesekali ia memainkan Hp nya.
Selang 30 menit,Hans pun sampai di depan pintu masuk perusahaan mikayla.
Hans keluar dari mobilnya dan mengeluarkan handphonenya dari saku celananya lalu mencoba menghubungi mikhayla untuk memberitahu bahwa ia sudah ada di depan pintu masuk perusahaannya
"Halo Mik.Aku sudah berdiri di depan pintu masuk perusahaanmu keluarlah!" Ucap Hans Mikhayla pun keluar dan menemukan Han sudah berdiri di depan pintu mobilnya.
Hans yang melihat kedatangan Mikhayla pun langsung tersenyum lebar dan langsung membukakan pintu mobil dengan maksud untuk mempersilahkan Mikhayla masuk dalam mobilnya
Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka.
Di dalam perjalanan mereka berdua berbincang-bincang mengenai kehidupan pribadi mereka dan beberapa hal mengenai pekerjaan mereka.
" Kamu udah makan siang belum ?
Kalau kamu belum makan siang kita makan siang dulu ya baru kita berkeliling kota" Ujar Hans sambil memperhatikan kemudi mobil nya.
"Iya terserah kamu aja"Ujar Mikhayla.
"Oh iya aku boleh tanya enggak?"
" Iya boleh tanya aja"
"Cantika jadi sekeretaris pribadi kamu udah berapa lama ?" Tanya Hans
"hmm.. kira-kira udah mau 3 tahunan.
Kamu kenal sama Cantika?
"Iya aku kenal Cantika"
"Oh udah lama kamu kenal sama Cantika ?"
"anggap aja begitu" ujar Hans
"kamu suka ya sama Cantikaš¤"
Ujar Mikhayla mencoba menggoda Hans
"kamu apa-apaan sih aku cuma nanya aja.
Tapi Sebenarnya aku sama Cantika itu teman semasa kuliah dulu, kami satu Universitas dulu hanya berbeda jurusan saja.
"Oh begitu." Ujar Mikhayla
"iya begitulah." ujar Hans dengan wajah datar nya.
" Oh iya Han kamu Sebelumnya udah pernah ke kota ini belum? Tanya Mikhayla.
"Tentu saja aku sudah pernah ke kota ini aku kan memang lahir di kota ini." Jawab Hans sambil tersenyum lebar memdemgar pertanyaan Mikhayla.
"Oh aku kira kamu bukan berasal dari kota ini karena kamu bilang kan kamu dipindah tugaskan.
"Iya aku memang dipindahtugaskan tapi aku berasal dari kota ini hanya saja, kadang kan direktur rumah sakit bisa minta kita untuk melakukan pertukaran sementara
"Oh bisa seperti itu?"Ucap Mikhayla
"ya iya bisa seperti yang kamu lihat sekarang."
"kamu kenal sama dokter Rayhan?"
Ujar Mikhayla sambil menatap ke arah Hans
Hans yang masih serius dalam mengemudikan mobilnya ia hanya mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh mikhayla.
"yang bener tapi kenapa dari awal kamu nggak ngasih tahu sama aku?"
"gimana aku mau ngasih tahu sama kamu Kamu aja dari awal udah nggak suka sama akuš ." Ujar Hans menatap.Mikhayla.
"hahaha sorry bukan begitu maksudku
Tapi kamu tahu kan aku sudah biasa dengan dokter Rayhan jadi sulit sekali rasanya untuk berbaur dengan orang baru
"ya aku mengerti itu." Ucap Hans.
"Terima kasih sudah mengerti untuk itu."
"sama-sama." Ujar Hans.
"Oh iya Mik,kamu ulang tahun yang keberapa ?"
"Aku? itu akan menjadi ulang tahun ke 26 tahun ku." Ujar Mikhayla.
"26? ooh kita seumuran." Ucap Hans
"kalo kita tidak seumuran Mana mungkin aku memanggil namamu."
"Iya Kau benar juga.
Apa yang paling kuharapkan di usia mu yang ke-26 tahun?
"aku? aku hanya berharap Bisa Memiliki seorang kekasih.Kau tahu sendiri kan? aku tidak pernah pacaran sama sekali makanya aku berharap di usiaku yang ke-26 tahun aku bisa menemukan seseorang yang yang bisa mengerti kondisi ku dan menjadi tempat untuk Aku bercerita.
Mendengar jawaban Mikhayla, Hans pun tertegun tanpa berkata sedikitpun ia merasa Iba melihat kondisi mikhayla yang seperti itu ia ingin sekali membantu mikhayla.
"Kenapa kau malah meminta hal itu?" tanya Hans
"aku sudah menikmati apa yang harusnya aku nikmati selama 25 tahun terakhir, dan hanya satu yang belum pernah aku nikmati yaitu memiliki seorang kekasih.
Aku ingin seperti wanita lain diluar sana yang yang diperhatikan dan memperhatikan.
Aku hanya berharap kalau nanti umurku tidak panjang setidaknya aku tidak memiliki penyesalan apapun, karena hanya itu saja yang belum pernah aku miliki selama ini.
Kau tahu? aku sering mendengar karyawan perempuan ku bercerita dengan yang lain mereka sering menceritakan tentang kekasih! tentang kegiatan kencan mereka dan tentang rencana masa depan mereka.
Aku iri dengan mereka karena bisa menikmati hal itu di usia muda mereka.
Tapi aku aku? aku bahkan sama sekali tidak bisa menikmati hari itu karena kau tau sendiri Alasannya kenapa dan mengapa.
Tapi ya sudahlah aku tidak ingin membahasnya bagiku memiliki seorang teman saja untuk saat ini sudah lebih dari cukup setidaknya ada orang yang mengkhawatirkan ku."
Ucap Mikhayla dengan wajah datar dan mata yang berkaca kaca.
Mendengar Mikhayla berkata seperti itu,Hans mengerti bagaimana perasaan Mikhayla. Ia membayangkan bagaimana bila hal itu terjadi kepada nya,mungkin ia pun akan merasakan hal yang sama.
Hans ingin sekali membantu Mikhayla.Ia ingin berguna sebagai seorang teman untuk Mikhayla.
Walaupun baru kenal beberapa hari,tapi setelah mendengar sedikit banyak mengenai kehidupan Mikhayla hati nya merasa begitu tersentuh,dan rasanya ia ingin menjadi sosok yang bisa memberi sedikit kebahagian bagi Mikhayla.
"Gadis ini,entah kenapa setiap mendengar nya bercerita tentang diri nya,aku merasa sangat ingin menjadi tameng untuk nya supaya kesedihan tidak menghampiri dia.
Pasti sulit untuk nya bertahan sampai saat ini.Entah ini salah atau benar,tapi aku benar benar ingin menjadi bagian dari kebahagiaan nya.Entah itu hanya sedikit atau banyak setidak nya sebagai seorang dokter dan seorang teman aku akan menjadi tempat untuk ia berteduh."
Gumam Hans dalam hati nya dengan tatapan kosong seraya memperhatikan jalanan.
Sesaat setelah Mikhayla mengungkapkan isi pikiran nya,suasana di dalam mobil menjadi hening.
Mereka berdua tidak lagi berbicara.
Hans dengan tatapan lurus memperhatikan jalan,sementara Mikhayla menatap keluar dari jendela mobil.
Tak lama kemudian,mobil Hans berhenti di depan sebuah restoran mewah.
Mikhayla yang belum menyadari nya masih memandang ke arah luar dari jendela mobil.
"Mik,mik.." Seru Hans seraya melepas seftibel nya.
"Eh,iya . Kenapa Hans?"
Mikhayla tampak terkejut mendengar suara Hans yang memanggil manggil namanya.
"Yuk turun,kita sudah sampai."
Ucap Hans seraya tersenyum menatap Mikhayla.