
"Ayo duduk bu. "
Aku dapat melihat ibu beranjak dari duduk nya dan pergi ke dapur. Aku melihat nya membawa segala makanan dan minuman dari dapur, dan ia duduk di depan bu Maimun.
"Silakan, " Ucap Ibu mempersilahkan bu Maimun menyantap makanan dan minuman nya.
"Terima kasih."
"Jadi, bagaimana? Apa sudah kamu beri tahu pada nya?, " Tanya nya sambil menyantap kue.
"Sudah. Aku dan Joel sudah memberi tahu nya, " Kata ibu sambil mengangguk kan kepala nya.
"Dia yang mengetahui sendiri, atau kalian yang memberi tahu nya?, " Tanya bu Maimun lagi.
"Pertama-tama dia yang mengetahui nya. Setelah itu, kami yang memberi tahu nya, " Ucap ibu tenang.
"Ha-hhh. Ya sudah lah. Yang penting dia sudah mengetahui nya, ya walaupun dia mengetahui nya duluan, " Kata bu Maimun sambil menghela nafas.
"Kalau begitu, tinggal mengembali kan ingatan nya, " Kata nya.
Ibu tiba-tiba melihat ke arah kamar ku, dan ia berjalan ke arah kamar ku, dan aku cepat-cepat langsung pergi ke meja belajar. Pura-pura menulis sesuatu di buku catatan ku. Krieet. Aku dapat mendengar suara pintu kamar ku terbuka sedikit, dan aku juga bisa melihat kepala ibu mengintip aku yang sedang menulis.
Kemudian ibu menutup kamar ku lagi, dan aku juga bisa mendengar suara langkah kaki ibu yang sudah menjauh dari kamar ku. Aku kembali mengintip dan mendengar dari celah pintu kamar ku.
"Kenapa? Kenapa malah ke kamar Marshal? , " Tanya bu Maimun.
"Tidak. Aku hanya memeriksa, apa Marshal mendengar percakapan kita atau tidak. Aku takut dia mendengar percakapan kita seperti kemarin, " Kata ibu sambil kembali duduk.
"Percakapan kemarin?," Tanya bu Maimun.
"Yeahh. Percakapan tentang kasus adopsi nya. Karena itu kami terpaksa memberi tahu nya segala kebenaran nya, " Kata ibu lesu.
"Ya sudahlah, tak apa. Yang penting semua nya sudah terungkap. Bagaimana? Apa kau sudah punya rencana untuk mengembalikan ingatan nya?, " Tanya nya lagi.
"Kalau boleh jujur. Aku tidak terlalu ingat wajah anak laki-laki itu. Aku hanya ingat wajah nya ketika ia kecil, dan aku yakin, anak itu wajah nya juga sudah pasti berubah sekarang," Ucap ibu sambil mengangkat bahu nya.
"Apakah kau mengingat nama nya?, " Tanya bu Maimun.
"Aku hanya ingat nama panggilan nya. Archery, hanya itu yang aku ingat, " Kata ibu.
"Marga nya?, " Tanya bu Maimun lagi.
"Tidak. Aku hanya ingat nama nya saja, " Ucap ibu sambil menggeleng kan kepala nya.
"Tapi. Marshal juga sudah mulai mengingat anak laki-laki itu. Dia juga sering sekali menanyakan anak laki-laki itu. Dia juga sering mengumpulkan beberapa alamat rumah anak itu, tapi mungkin sih. Aku tidak pernah bertemu dengan anak itu sampai sekarang. Kami terakhir kali bertemu yaaa, waktu kami masih ada di kampung halaman sana, sebelum kami pindah kesini tentu nya, " Kata ibu sambil mengangkat bahu nya.
"Kalau begitu. Coba kamu temui anak yang sering anak mu temui di panti asuhan itu. "
"Kenapa kamu menyuruh ku untuk bertemu dengan nya?, " Tanya ibu sambil menatap curiga bu Maimun.
"Karena aku mengenal nya, " Jawab bu Maimun sambil tersenyum miring.
*~*
Aku duduk di tepi ranjang ku. Merenung kan beberapa perkataan yang ku dengar dari percakapan ibu dan bu Maimun barusan.
Kalau kalian fikir aku tidak merasa ada yang aneh dengan bu Maimun, kalian salah. Semenjak bertemu dengan nya, aku selalu terganggu dengan senyuman miring nya. Senyuman nya itu, selalu membuat ku seperti sedang di awasi.
Semenjak bertemu dengan bu Maimun. Hidup ku berubah. Hidup yang semula nya tidak terlalu tenang, menjadi sangat tidak tenang. Kalian ingat? Waktu dia menawarkan bantuan untuk membantu ku mencari tahu siapa anak laki-laki yang ada di fikiran ku?
Aku teringat dengan surat yang ku tulis untuk Shujae waktu itu, yang sampai sekarang belum ku berikan ke pada Shujae. Aku juga ingat menuliskan isi surat itu yang berbunyi....
" Tuhan memberi mu keadaan seperti itu, karena ia tahu, betapa kuat nya diri mu
Dulu, ayah selalu merasa sendirian
Padahal, ada banyak sekali manusia di sekitar ayah
Tapi, ayah tidak pernah tahu
Siapa orang baik, dan siapa orang jahat
Semua, selalu memasang wajah yang baik. "
"Tuhan memberi mu keadaan seperti itu, karena ia tahu, betapa kuat nya diri mu." Yang berarti Tuhan memberi kan ku keadaan lumpuh seperti ini karena ia tahu betapa kuat nya aku menjalani cobaan yang ia beri.
"Dulu, ayah selalu merasa sendirian. Padahal, ada banyak sekali manusia di sekitar ayah. Tapi, ayah tidak pernah tahu. Siapa orang baik, dan siapa orang jahat. Semua, selalu memasang wajah yang baik." Dan arti kalimat panjang ini, dan bagaimana jika kata 'Ayah' dirubah menjadi 'Aku'.
Dulu, aku selalu merasa sendirian
Padahal, ada banyak sekali manusia di sekitar ku
Tapi, aku tidak pernah tahu
Siapa orang baik, dan siapa orang jahat
Semua, selalu memasang wajah yang baik
Yang arti nya, aku selalu merasa sendirian, walau ada banyak manusia di sekitar ku. Tapi aku tidak pernah mengetahui sifat mereka. Aku tidak tahu, apakah mereka orang yang baik atau bukan. Karena mereka selalu memasang wajah yang baik. Yang arti nya, mereka tidak menunjukkan sifat jahat yang tersembunyi di tubuh mereka lewat benteng ekspresi.
Dan bu Maimun. Adalah salah satu manusia yang ada di sekitar ku. Manusia yang penuh dengan banyak rahasia yang sama sekali tak bisa ku tebak isi fikiran nya. Mempunyai makna terselubung tersendiri di balik senyuman miring nya. Menyembunyikan semua itu dengan baik, melebihi seorang profesional.
Aku merasa, seperti sedang di interogasi kalau bicara dengan bu Maimun. Baik itu dalam pelajaran, atau tidak. Setiap kali menerangkan pelajaran, dia selalu menatap ku dengan tatapan yang begitu melekat. Sehingga membuat ku seperti terikat tali di leher, sesak dan merinding rasa nya.
Bahkan, setiap kali ia berbicara empat mata dengan ku, Kata-kata nya itu dalam sekali. Memiliki banyak makna dan arti. Seperti sedang mencoba memberi tahu ku suatu hal, namun aku tidak bisa menangkap apa yang ia sampaikan.
"Siapa pun kamu bu Maimun. Aku tidak akan terpikat dengan permainan mu. "
*~*
Setelah bu Maimun mengatakan kalimat yang membuat ku penasaran, ia pergi meninggalkan ibu sendirian di ruang tamu. Aku masih diam di dalam kamar ku, masih dalam posisi mengintip dari celah pintu kamar.
Krekk.
Aku menoleh ke arah jendela kamar ku, dan ku dapati jendela kamar ku sudah terbuka. Jendela ku terbuka, dan memperlihatkan jelas secarik kertas tertempel di kaca jendela kamar.
Aku menggerakkan kursi roda ku, menggapai kertas yang tertempel di kaca jendela. Aku membolak-balik kan kertas itu, dan terlihat sebuah tulisan yang berbunyi " Nggak baik loh nguping! . " Dan surat ini berasal dari si inisial A. P lagi. Siapa sih inisial ini? Orang atau bukan? Bahkan, kenapa dia bisa tahu apa saja yang aku lakukan.
Tiba-tiba, ketika mata ku tak sengaja melihat ke arah jendela kamar Shujae, dan ku dapati tante Rena berdiri tegap di sana dengan tatapan mata yang menusuk, dan terlihat menakutkan. Dan tatapan mata nya berhasil membuat ku tiba-tiba merinding ketakutan.
Grekkk.
Ia menarik gorden jendela yang berwarna merah kecoklatan, dan membuat ku tak bisa lagi melihat sosok nya yang berdiri di depan jendela. Sesaat, aku merasa ada aura yang sangat mencekam. Menakutkan sekali.
To be continued...
Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @nonaabear