
Setelah selesai berbicara dengan Rayhan,Mikhayla kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Hari ini ia berencana mengambil sempel pakaian yang akan di gunakan untuk produk yang akan ia keluarkan.
Mikhayla duduk di kursi kerja nya, dan melihat beberapa gambar desain pakaian yang sudah ia kerjakan.
Desain rancangan Mikhayla kali ini lebih mengarah ke simbol gaya mewah dan Elegan. Sehingga kali ini ia lebih berusaha untuk memaksimal kan model rancangan nya.
Setelah menyempurnakan gambar desain nya,Mikhayla pun segera bergegas untuk pergi mengunjungi pabrik tekstil pakaian.
Ia ingin memilih bahan baju yang akan di buat pada model baju nya.
Mikhayla menekan tombol angka 1 pada telepon yang ada di atas meja kerja nya.
Yang arti nya ia menghubungi Cantika.
"Can,udah waktu nya kita pergi segera siapakan semua nya." Ujar Mikhayla.
"Iya Mik, semua udah siap, aku ke ruangan mu sekarang." Ujar cantika
Mereka berdua pun pergi meninggalkan perusahaan,dan menuju ke pabrik tekstil.
Setelah 30 menit melakukan perjalanan,akhir nya mereka sampai ke pabrik.
Mikhayla bertemu dengan pemilik pabrik,dan mereka melihat beberapa sampel bahan pakaian.
Pabrik tekstil tersebut merupakan tempat dimana biasa Mikhayla memesan bahan baju nya,karena pabrik tersebut sudah menjadi tempat langganan nya dan memang pemilik dari pabrik itu sendiri merupakan teman dari ayah Mikhayla.
Pertama kali Mikhayla membuka perusahaan nya,Ayah nya sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh putri nya. Salah satu nya adalah mengenalkan pemilik pabrik tekstil tersebut kepada Mikhayla. Ayah nya sudah mengerti dengan jelas apa yang paling di butuhkan oleh seorang desainer.
Mikhayla pun berkeliling pabrik untuk melihat beberapa sampel bahan, namun tiba tiba ia merasa jantung nya mengalami masalah.
Mikhayla mulai merasa sesak yang berlebihan,detak jantung nya berdetak sangat cepat.
Mikhayla memegang dada nya dan menghentikan langkah kaki nya.
"ahhhhh, ca..nn jantung ku....." ujar Mikhayla yang sudah di posisi berlutut.
Melihat kondisi Mikhayla yang seperti itu,Pemilik pabrik dan cantika benar benar panik.
Cantika langsung menopang tubuh Mikhayla untuk membantu nya berdiri.
"Mikhaa..... tahan dulu ya aku segera panggil ambulance,kamu harus bertahan mik.." ujar cantika dengan panik
Cantika pum segera menghubungi ambulance . Ia meminta ambulance dari rumah sakit terdekat.
Pemilik pabrik yang melihat kondisi Mikhayla segera memanggil beberapa karyawan nya untuk mengangkat tubuh Mikhayla.
Tak lama kemudian ambulance tersebut datang. Dengan siggap beberapa perawat pria membaringkan tubuh Mikhayla di stretcher.
Ambulance membawa Mikhayla ke rumah sakit.
Mikhayla yang terbaring lemah hampir kehilangan kesadaran nya.
Sebelum kehilangan kesadaran nya, Mikhayla sempat berkata kepada Cantika.
"Jangan bawa aku ke rumah saakit lain,bawa aku ke rumah sakit yang biasa" ujar mikhayla lemah.
Cantika pun meminta supir ambulance untuk membawa Mikhayla ke rumah sakit yang biasa Mikhayla kunjungi untuk melakukan perawatan.
Tidak lama kemudian,mereka sampai di rumah sakit. Perawat pria yang ada di ambulance tersebut mengeluarkan Mikhayla dari ambulance.
Di depan pintu masuk,perawat yang melihat sosok yang ada di stretcher langsung bergegas menghampiri Mikhayla.
Cantika yang berada di samping Mikhayla pun terus mengikuti perawat yang membawa Mikhayla.
Perawat langsung memanggil dokter yang biasa menanggani Mikhayla,dan membawa nya masuk ke ruang UGD untuk melakukan pertolongan pertama.
Dokter yang menanggani Mikhayla pun tiba,dan yang menanggani Mikhayla adalah Dokter Hans.
Cantika yang melihat kedatangan Hans begitu terkejut,ia tidak menyangka orang yang selama ini ingin ia lihat ada di hadapan nya.
Begitu juga dengan Hans,melihat Cantika yang ada di hadapan nya ia merasa terkejut,dan tidak menyangka akan bertemu dengan cantika dalam keadaan seperti ini.
"Hans" Ujar cantika dengar suara terengah engah.
"Can,tunggu sebentar aku akan memeriksa keadaan nya" Ujar hans yang langsung meninggalkan Cantika dan memasuki ruang pemeriksaan.
Didalam ruangan tersebut,Hans benar benar hati hati dalam menanggani Mikhayla,ia pun mulai memeriksa keadaan jantung Mikhyala.
Setelah melakukan pemeriksaan dan memberi obat untuk Mikhayla,Hans pun keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Mikhayla masih dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat.
Cantika yang melihat pintu ruangan itu terbuka langsung berdiri dari tempat duduk nya dan segera menghampiri Hans untuk menanyakan keadaan Mikhayla.
"Hans, gimana keadaan Mikhayla? dia gak papa kan? dia baik baik aja kan?" ujar cantika yang masih panik.
"kamu tenang dulu,kondisi nya sudah membaik,kamu tinggal nunggu dia sadar aja. Tapi seperti nya dia perlu di rawat dulu".
Ujar hans sambil memegang kedua bahu cantika untuk menenangkan nya.
"hm makasih hans,aku panik menlihat mikhayla yang tiba tiba seperti itu, ini pertama kali nya aku melihat dia drop seperti itu" Ujar Cantika dengan mata yang berkaca kaca.
Cantika benar benar perduli terhadap keadaan Mikhayla, ia memandang Mikhayla bukan hanya sebagai atasan nya,tapi juga sebagai teman baik nya.
Cantika dan Mikhayla adalah teman semasa SMA dulu.Walaupun tidak begitu dekat dengan Mikhayla sewaktu sekolah,namun karena takdir mempertemukan mereka kembali dalam dunia pekerjaan,akhir nya Cantika pun mulai mengenal sedikit banyak tentang Mikhayla,dan menjadi lebih dekat dengan nya.
Kini,di depan ruangan Mikhayla, cantika duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan nya bersama hans.
"kamu kerja sama Mikhayla?" ujar hans sambil menatap wajah cantika.
"iya,aku sekretaris pribadi Mikhyala."
Ucap cantika yang juga menatap ke arah Hans.
Tatapan mata kedua nya bertemu,dan mereka diam untuk sesaat sambil menatap satu sama lain.
Tatapan mata itu seolah mengatakan kerinduan mereka satu sama lain yang tidak mampu untuk mereka ucapkan.
Sambil menatap Hans,Cantika sangat ingin memdengar tentang alasan kembali nya Hans.
"Hans,kapan kamu tiba di sini?" ujar cantika
"hm, aku baru tiba kemarin can."
"oh gitu,jadi kamu bakal di sini untuk waktu jangka panjang atau hanya sementara lalu pergi lagi seperti dulu?"
"Aku belum tahu can,kalau aku hanya di tugas kan untuk sementara berarti aku akan di pindah kan lagi,tapi kalau untuk jangka panjang seperti nya tidak mungkin, kecuali aku punya satu alasan untuk bertahan dan gak pergi lagi." Ujar Hans
"Maksud kamu gimana? kenapa kamu butuh satu alasan untuk bertahan?
aku tahu kamu gak perlu alasan hanya untuk bertahan,kamu yang membuat pilihan tentang diri kamu sendiri,seperti waktu saat kita bersama dulu.
Seandai nya kamu milih untuk tetap tinggal dan gak pergi kita pasti akan baik baik aja !" Ujar Cantika yang tampak kecewa mendengar perkataan Hans.
"Waktu itu aku pun perlu melihat dunia luar can,untuk belajar lebih banyak mengenai hal hal baru, tapi sayang kamu gak pernah ngerti itu, jadi saat ini aku butuh alasan yang lebih jelas untuk tetap bertahan atau pergi".
Ujar Hans sambil menatap wajah Cantika.