I Found You

I Found You
Bab 2



Mikhayla tiba di Rumah sakit.


Di depan pintu masuk rumah sakit tersebut, ada security yang menyambut kedatangan nya.


Sambil tersenyum,security tersebut menyapa Mikhayla dengan lembut.


"pagi nona, kegiatan biasa ya nona?" ujar security tersebut.


"iya pak, biasalah pemeriksaan kesehatan. Saya masuk dulu ya." Ujar Mikhayla sambil tersenyum dan pergi meninggalkan bapak security.


Mikhayla memasuki ruangan VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.


Perawat yang melihat kedatangan Mikhayla segera memanggilkan dokter yang bertanggung jawab untuk menanggani Mikhayla.


Di dalam ruangan itu, Mikhayla dengan sabar menunggu dokter yang biasa menanggani nya sambil bermain gadget.


Nama dokter tersebut adalah Rayhan.


Rayhan menjadi dokter pribadi yang biasa menanggani Mikhayla,sudah beberapa tahun ini pemeriksaan Mikhayla hanya di lakukan oleh dokter Rayhan. Bahkan saat jantung Mikhayla tiba tiba kumat,orang tua nya akan langsung menghubungi dokter Rayhan.


Flashback*


Dulu,sempat orang tua Mikhayla menjodoh jodohkan Dokter Rayhan kepada putri nya,namun seperti nya Dokter Rayhan dan putrinya tidak memiliki ketertarikan mengenai hal tersebut.


Bukan tanpa sebab, Orangtua Mikhayla senang melihat sikap serta keramahan dokter Rayhan selama ini.


Dan bagaimana tidak? Wajah dan fisik Rayhan juga bisa di kategorikan sebagai pria idaman.


Wajah Rayhan terlihat begitu sendu,dan tampan,dan dengan fisik yang sangat gagah.


Bisa di katakan,Rayhan merupakan salah satu dokter paling diminati oleh kaum hawa yang melihat nya.


Maka dari itulah orangtua Mikhayla berharap Rayhan bisa menjadi pendamping yang dapat mengurus putri mereka dengan baik karena dirinya adalah seorang dokter. Dan mungkin lebih mengerti mengenai kondisi kesehatan Mikhayla.


Tapi hal tersebut hanya keinginan yang berlalu, Hubungan antara Mikhayla dan Rayhan hanya sebatas Dokter dan pasien.


Melihat hal tersebut,orang tua Mikhayla pun tidak mau memaksa kan keadaan.Membiarkan semua nya berjalan dengan semestinya.


flasback off*


Tak lama kemudian,pintu ruangan tersebut terbuka,dan seorang dokter masuk.


Dokter tersebut melemparkan senyuman ke arah Mikhayla dan segera duduk di kursi pemeriksaan.


"Nona Mikhayla? " Ujar dokter tersebut.


Dokter yang memasuki ruangan Mikhayla tampak berbeda dengan dokter yang biasa mengecek kesehatan Mikhayla.


Dokter tersebut terlihat sangat manis dengan lesung pipit di kedua pipi nya,dan badan nya terlihat sangat gagah.


Melihat Dokter tersebut masuk Mikhayla tampak heran dan bingung.


"Maaf dokter, seperti nya dokter salah ruangan,ini ruangan khusus saya dan yang biasa menanggani saya adalah dokter Rayhan."


Ujar Mikhayla sambil menatap ke arah dokter yang sudah duduk di kursi pemeriksaan tersebut.


"Oh iya, maaf nona, saya lupa memperkenal kan diri. Kenalkan nama saya Hans Wijaya,saya dokter baru di sini.Dokter Rayhan dan saya baru di pindah tugaskan. Saya ke rumah sakit ini,dan dokter Rayhan ke rumah sakit tempat saya biasa bekerja."


Ujar dokter muda tersebut.


"tapi bagaimana mungkin dokter Rayhan tidak memberitahukan kepada ku lebih awal.? dia adalah dokter pribadi ku. Dan dia tahu aku tidak suka ada banyak dokter yang menanggani ku"! Mikhayla tampak sangat kesal dengan kenyataan yang ada di depan nya.


Tak bisa di pungkiri,Mikhayla juga memiliki ketertarikan kepada Dokter Rayhan,walaupun ia tidak menunjukan nya dan berpura pura tidak perduli tapi ia benar benar menyukai sosok dokter Rayhan.


Tapi hari ini menjadi hari paling menyedihkan untuk pertama kali nya bagi Mikhayla. Dokter Rayhan pergi tanpa memberitahukan lebih dulu. Dan hal tersebut benar benar membuat Mikhayla kecewa.


"Nona,sekali lagi maaf sebenarnya semua nya terjadi tiba tiba,saya dan dokter rayhan juga terkejut mengenai pemindahan ini,jadi mungkin dokter Rayhan lupa untuk memberitahu kepada Anda" Ujar Hans sambil menatap wajah Mikhayla.


Melihat ekspresi wajah Mikhayla yang kecewa,membuat Hans merasa sedikit tidak enak. Ia merasa bahwa Mikhayla tidak menginginkan orang lain untuk melakukan pengecekan selain dokter Rayhan.


Mikhayla menghela napas nya panjang.Ia melihat ke arah dokter Hans.Mau tidak mau ia tetap harus melakukan pengecekan kesehatan jantung nya.


"Tapi,saya ingin dokter Rayhan yang melakukan pemeriksaan ini Dokter!


saya tidak ingin yang lain!!!"


Ucap Mikhayla dengan ekspresi wajah kecewa.


"Tapi nona,untuk sekarang dokter rayhan sudah di pindahkan ke rumah sakit lain,apa yang lebih penting dari kesehatan pasien? mengapa harus mempermasalahkan siapa yang harus menanggani mu!!


Ucap Hans dengan nada suara yang sedikit keras dan terdengar sangat tegas.


Hans yang tidak berpikir panjang, ia memanggil seorang suster untuk memasuki ruangan itu.


"Suster,seperti nya pasien tidak ingin saya yang menanggani nya."


Mendengar hal tersebut,suster yang biasa menanggani Mikhayla pun tampak panik.


Ia tahu betul siapa Mikhayla.


Karena bangunan rumah sakit tempat ia melakukan perawatan adalah aset milik ayah nya.


Walaupun sebetul nya Mikhayla tidak pernah mengatakan nya kepada siapapun,tapi tetap saja semua orang lama yang bekerja di rumah sakit tersebut mengetahui nya dengan jelas.


"aduh,bagaimana ini ya dokter bisa bisa kita semua kena masalah nanti."


"masalah gimana suster,lagian pasien sendiri yang tidak mau,bukan pihak kita yang tidak mau menanggani nya!" ujar Hans dengan ketus.


Mikhayla yang mendengar perbincangan antara dokter dan suster tersebut,berdiri dari tempat duduk nya.


Melihat Mikhayla yang tiba tiba berdiri,suster tersebut menghampiri nya.


"Nona,tidak bisa kah yang menanggani nona dokter Hans saja? kalau nona seperti ini kami yang akan mendapat masalah nona,kami akan di marahi oleh direktur rumah sakit,kami mohon pengertian nya nona.!"


Ucap suster tersebut dengan wajah tampak sedikit memelas.


Melihat wajah suster tersebut,membuat hati Mikhayla tidak tega. Ia juga tidak sampe hati melihat suster tersebut mendapat masalah hanya karena dirinya yang mempermasalahkan mengenai dokter yang harus menanggani nya.


"yasudah sus,suruh dokter itu memeriksa saya.Saya gak mau di katain manusia yang punya perasaan kalo sampe suster sama yang lain di marahi hanya gara gara saya" ucap Mikhyala.


Suster tersebut bergegas menyiapkan segala sesuatu yang di perlukam untuk pemeriksaan Mikhayla. Dan memberi kode kepada Hans untuk segera melakukan pemeriksaan sebelum Mikhayla berubah pikiran.


"Mari nona,saya periksa" ucap dokter hans


Mikhayla duduk di berhadapan dengan dokter hans.


Sebelum melakukan pemeriksaan,Hans mencoba melihat riwayat pemeriksaan Mikhayla untuk memahami nya.


"Di riwayat nya nona menderita penyakit lemah jantung sejak kecil ya" ucap hans dengan lembut.


"Kasihan sekali kau nona muda,harus menderita penyakit seperti ini dari kecil."


batin Hans.