
Dia juga pasti bisa merasakan kesedihan seseorang. Pantas dia menanyakan hal itu pada ku tadi. Walau aku sempat bingung, mau menjawab apa.
Terkadang, ada saat nya kita mengorbankan kebahagiaan kita, hanya untuk melihat senyuman yang selalu "Dia" Sembunyikan.
*~*
Seusai lampu rumah hidup, tante Rena dan Shujae terlihat sudah sangat mengantuk. Aku meminta mereka untuk pulang ke rumah saja, tapi mereka menolak. Mereka bilang, mereka ingin menemani ku sampai ibu dan nenek pulang. Namun aku meminta mereka untuk pulang, karena mereka sudah sangat terlihat kelelahan. Jadi mereka menuruti kemauan ku dan mereka pamit untuk pulang.
Aku masih sendirian di rumah, karena ibu dan nenek belum pulang ke rumah. Tak apa sendirian di rumah, setidak nya lampu rumah tidak mati. Aku melihat ke arah jam dinding kamar, yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aku tahu ini sudah larut malam, dan seharusnya aku sudah berada di alam mimpi sekarang. Namun mata ku masih belum bisa terlelap.
Aku bangun dari tempat tidur ku, mengacak-acak rambut ku karena aku belum bisa terlelap. Aku beranjak duduk di kursi roda, dan menggerak kan kursi roda ku keluar dari kamar.
Aku pergi ke lantai dua, menekan tombol dan langsung membawa ku ke atas. Aku membuka pintu balkon rumah, dan terpampang jelas, kota yang di penuhi dengan banyak lampu jalan, dan terlihat orang-orang bermain di genangan air.
Aku memperhatikan mereka semua dari atas sini. Sambil memikirkan bagaimana rasa nya jika aku yang ada di sana. Bermain bersama ibu, dan ayah di bawah naungan hujan. Membeli makanan di pinggir jalan, makan bersama di bawah pohon. Dan bercerita sampai larut malam.
"Ha-hh, kenapa sih? Khayalan itu indah sekali. Kenapa bukan kenyataan saja yang indah, " Keluh ku sambil mendengus kesal.
Aku menyandar kan punggung ku, dan mendongak kan kepala ku, melihat ke arah langit malam, yang sudah di penuhi oleh banyak bintang-bintang berkelap-kelip. "Bintang, bersinar di tengah kegelapan. Lalu bagaimana dengan ku? Apa aku, bisa bersinar di tengah semua permasalahan hidup yang ada?. "
Angin malam, sudah mulai berseru, dengan sangat kencang. Seruan-seruan angin, yang melewati telinga ku dengan lembut. Membuat seruan-seruan itu seperti sedang membisik kan sesuatu pada ku. Bisikan nya, selalu terdengar menenangkan. Seolah ingin mengajak ku berpetualang ke alam mimpi.
Hari ini, begitu membingungkan. Aku merasa seperti menjadi orang yang sok tahu. Menasehati seseorang, memberi nya dukungan, dan aku sendiri tak tahu harus menjawab apa. Menjawab alasan, mengapa aku bisa mengatakan dukungan itu dengan mudah.
Entah kenapa, aku merasa tiba-tiba mengingat satu anak laki-laki yang waktu itu baru saja ku temui, yaaa, yang pernah menyemangati ku waktu itu. Aku bahkan bertanya pada nya, kenapa dia ingin sekali memberi ku dukungan. Padahal kan, di masa itu, aku sama sekali tidak mengenal siapa diri nya.
Di fikiran ku waktu itu. Hanya ada seorang anak laki-laki misterius, yang tidak tahu dari mana datang nya. Tiba-tiba menebar senyum manis, dan membiarkan fikiran ku penuh dengan nya sepanjang hari.
Tapi. Ketika bertemu dengan nya, atau setiap kali bertemu dengan nya. Aku selalu merasa seperti ada yang lengkap. Seakan, tadi nya ada yang kosong, hampa, dan gelap. Seketika lengkap karena kehadiran nya.
Dan setiap kali perasaan kehilangan itu timbul. Maka rasa sakit akan bergejolak dengan ganas. Dan bodoh nya, aku membiarkan rasa sakit itu berkepanjangan. Namun ketika bertemu dengan nya. Rasa sakit itu hilang, hilang tak berbekas. Seperti...
"Senja. Senja datang membawa kehangatan. Membawa cahaya yang menenangkan. Namun, senja hanya datang sejenak. Dia bersembunyi, dan akan datang esok hari, dengan membawa sejuta harapan baru bagi umat manusia. Namun ketika dia pergi, kegelapan, dan kegelisahan datang. Membiarkan rasa takut ini bergejolak lebih tinggi. Cepat lah kembali senja. Aku ingin mengakhiri malam sendiri ini, " Ucap ku sambil memejamkan mata.
*~*
Ketika aku terbangun dari tidur ku, aku sudah berada di dalam kamar. Aku bangun dari tidur ku, dan melihat sekeliling. Benar, aku berada di dalam kamar ku. Bukan nya, semalam aku berada di balkon ya? Kok aku tiba-tiba berada di dalam kamar?
Ibu masuk ke dalam kamar ku membawa makanan pagi. Aku duduk di tepi ranjang. Ibu meletakkan makanan itu di atas meja, dan duduk di samping ku.
"Semalam ibu kaget. Kok kamu malah tidur di balkon. Jadi ibu bawa ke kamar, " Kata ibu sambil menahan tawa.
Memang iya aku tidur di balkon? Kalau di ingat-ingat sih mungkin iya. Soal nya, semalam itu angin malam nya benar-benar menyejuk kan. Sampai-sampai, aku bisa tertidur lelap di sana. Dan untung nya, aku di bawa tidur ke kamar. Jika tidak, aku pasti sudah sakit karena masuk angin.
"Iya. Semalam itu aku nggak bisa tidur, jadi aku cari udara segar dan pergi ke balkon. Eh tahu nya malah ketiduran, " Kata ku menahan malu.
Ibu tertawa kecil, " Semalam. Ibu nya Shujae menelpon ibu. Dia bilang, kamu menyuruh mereka pulang karena kamu takut mereka kelelahan. Jadi ibu cepat-cepat pulang, " Ucap nya sambil berdiri dari duduk nya.
"Ibu ngapain aja sih di sana?, " Tanya ku.
"Ada deh, rahasia. " Ibu pergi dari kamar ku dengan sejuta pertanyaan yang muncul di otak ku. Aku sarapan, makan makanan yang ibu bawa tadi. Seusai makan sarapan, aku pergi ke kamar mandi, dan berpakaian. Bersiap untuk belajar.
Tiba-tiba, aku melihat ke arah kalender. Dan mendapati, kalau hari ini adalah hari libur nasional. Aku menggerakkan kursi roda ku menemui ibu yang duduk di ruang tamu.
"Hari ini hari libur kan? Aku libur kan?, " Tanya ku pada ibu yang sibuk dengan majalah yang ia baca.
"Iya, libur. Tapi bu Maimun masih tetap datang. Soalnya ada yang ingin ibu bicarain pada nya, " Ucap ibu.
"Aku nggak bikin masalah kan?, " Tanya ku khawatir.
"Tidak ada sayang, " Geleng ibu.
Aku mengangguk kan kepala ku pelan. Dan kembali ke dalam kamar. Aku tetap berada di belakang pintu kamar ku. Menempelkan telinga ku ke pintu, karena aku mulai penasaran dengan apa yang akan ibu dan bu Maimun katakan. Tak lama, bu Maimun datang, dan duduk bersama ibu. Aku kembali menempel kan telinga ku, dan mendengar kan perkataan mereka berdua.
"Sudah? Bagus. Kalau begitu, tinggal mengembalikan ingatan nya. "
Hah? Apa? Ingatan apa?
To be continued...
Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @nonaabear