I Found You

I Found You
Bab 10



Setelah perdebatan nya dengan ibu nya,akhir nya ibu Mikhayla pun meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.


Tapi sebelum meninggalkan mereka berdua,ibu Mikhayla sudah lebih dulu berpesan untuk Hans supaya bergabung di makan malam keluarga nya. Dan Hans mengiyakan permintaan ibu Mikhayla.


"Dokter,kamu gak usah dengerin mama ya,mama emang suka gitu orang. Jadi ka.." Tiba tiba perkataan Mikhayla berhenti,ia merasakan jantung nya kembali membuat ulah.


Mikhayla pun langsung menyentuh dada nya dengan tangan kanan.


Melihat Mikhayla yang bereaksi seperti itu,Hans langsung mendekat ke arah Mikhayla dan berlutut di depan nya.


"kamu gak apa apa Mik? sini aku periksa." Hans tampak memegang tangan kiri Mikhayla dengan tangan kiri nya,dan tangan kanan nya akan mengeluarkan alat untuk memeriksa kondisi Mikhayla.


"Hans..." Mikhayla menghentikan tangan kanan Hans, dan mebuat telunjuk nya di bibir Hans.


Situasi itu membuat Hans tidak bisa berkata apa apa.Malah jantung nya yang seperti nya berulah.


Ia terkejut dengan reaksi Mikhayla yang membuat telunjuk di bibir nya dan wajah nya yang sangat dekat dengan wajah Mikhayla.


"jangan disini,mama bisa lihat dan aku gak mau buat mama khawatir lagi"


Bisik Mikhayla pelan sambil menatap kedua mata Hans.


Mikhayla pun tidak menyadari jarak wajah mereka yang semakin dekat saat ia mulai berbisik pelan ke arah wajah Hans.


Setelah berbisik pelan,Mikhayla pun langsung meluruskan kembali tubuh nya dan melepaskan jari telunjuk nya yang tadi ia tempel di bibir Hans.


"ki..ta ke kamar saja dokter" Ucap Mikhayla yang sekarang malah tampak malu malu setelah menyadari perbuatan nya.


Hans yang mendengar nya pun hanya mengikuti instruksi Mikhayla.


Mereka berdua melangkah pergi meninggalkan ruang tamu,dan menuju kamar Mikhayla yang ada di lantai 2.


Sesampai nya di kamar,Mikhayla mempersilahkan dokter Hans duduk di sofa yang ada di dekat tempat tidur nya,sementara ia duduk di tempat tidur nya.


Kini,mereka berdua duduk berhadapan.


Entah kenapa situasi mereka berubah menjadi canggung.


Mikhayla pun mencoba untuk melempar tatapan mata nya ke sembarang tempat.


"ee...dokter... Maaf tadi tangan ku sedikit lancang."


Ujar Mikhayla dengan nada sedikit malu malu.


"aa..ii.yaa.. tidak apa apa Mik." Hans pun terlihat sedikit canggung menanggapi perkataan Mikhayala.


"yasudah,aku periksa kamu saja,sebelum makin parah nanti."


Hans mengeluarkan beberapa peralatan dari tas nya untuk mengecek jantung Mikhayla.


Ketika Hans melakukan pemeriksaan nya,suasana menjadi hening.


"Dokter..."


Suara Mikhayla memecah keheningan di antara mereka.


"Hm" Jawab Hans singkat sambil menatap kedua bola mata Mikhayla.


Melihat Tatapan Hans membuat Mikhayla jadi salah tingkah.


Ia kembali melemparkan pandangan mata nya ke sembarang tempat.


Hans yang menyadari hal itu tiba tiba merasa Mikhayla menjadi sedikit menggemaskan saat sedang salah tingkah.


"A..ku ingin bertanya sesuatu kepada mu"


"tanyakan lah" Ujar Hans lembut sambil menatap serius ke arah Mikhayla.


"Tapi.. bisakah kamu tidak menatap ku dengan tatapan seperti itu?"


Ujar Mikhayla yang masih tampak malu.


Melihat lesung pipi Hans,membuat Mikhayla tiba tiba merasa Hans begitu mempesona.


"entah aku yang tidak memperhatikan lesung pipi itu dari kemarin,entah mungkin ada yang salah dengan ku hari ini. Kenapa wajah nya kelihatan manis ketika tersenyum? aa.. sadar Mikhayla..."


Gumam Mikhayla dalam hati nya.


"Iya iya,aku tidak akan menatap mu!"


Ujar Hans sambil tertawa kecil, ia sadar bahwa Kelakuan Mikhayla mulai seperti putri malu.


"Tanyakan lah" Ucap Hans lagi.


"hmm..tapi kamu jangan marah ya,sebenernya soh ini pertanyaan konyol yang gak ada sangkut paut nya dengan keadaan aku.Aku bosen kalau harus bahas penyakit mulu.


Ka..mu mau enggak jadi temen aku?" Ucap Mikhayla seraya tersenyum malu.


"Berteman? kamu lucu sekali Mikhayla.Kamu hanya mau menanyakan hal itu? Kalau untuk hal itu kamu tidak perlu menanyakan nya.Kita sudah berteman dari awal kita kenal."


Ucap Hans sambil tertawa ke arah Mikhayla.


"sejak awal? tapi aku belum pernah meminta untuk berteman dengan mu waktu itu."


Ucap Mikhayla yang sekarang malah tampak kebingungan sendiri.


"Imut nya" gumam Hans dalam hati nya ketika melihat tingkah Mikhayla yang kebingungan sendiri.


"Mikhyla,kamu tahu gak hak dasar apa yang harus di lakukan seorang dokter terhadap pasien nya?


"Memeriksa mereka" Ucap Mikhayla dengan Polos


"Benar,dokter akan memeriksa keadaan pasien. Tapi kamu harus tahu,seorang dokter juga harus mampu menjadi teman untuk pasien nya agar pasien merasa nyaman saat berada di sekitar mereka.


Dokter harus lebih memahami karakter seorang pasien.Dan untuk memahami itu dokter harus menjadi teman untuk pasien nya. Dokter harus menjadi orang yang di percaya oleh pasien untuk membuat pasien nyaman saat menjalani pemeriksaan. Makanya aku bilang kalau dari awal kita sudah menjadi teman." Ujar Hans dengan panjang untuk memberikan penjelasan kepada Mikhayla.


"ooh jadi begitu.Tapi Hans.." gumam Mikhayla.


"Kamu kok kadang manggil aku dokter,kadang manggil nama aku? Aku bingung deh lihat kamu."


Ucap Hans seraya tersenyum ke arah Mikhayla.


"ehh..iya juga ya,tapi kan inti nya sama aja.Inti nya kan aku tetep manggil kamu." Ucap Mikhayla sambil tersenyum.


"Yaudah deh terserah kamu aja.


Jadi aku udah jelasin sama kamu kan,kita udah berteman jadi kamu gak perlu nanya lagi ke aku mau atau enggak jadi temen kamu."


"Hm.. iya iya aku udah paham."


"yaudah,mulai sekarang kamu boleh anggap aku temen kamu.Kalau kamu mau verita tentang kondisi kamu juga boleh kapan aja."


"hmmm... iya iya" gumam Mikhayla sambil menggulung rambut nya.


"sekarang aku giliran aku nanya sama kamu boleh ngak?"


"Boleh. Tapi, jangan aneh aneh kamu nanya nya." Ucap Mikhayla dengan tatapan ke arah mata Hans.


Hans tersenyum mendengar perkataan Mikhayla. Lagi pula mana mungkin ia berani menanyakan hal hal aneh dengan seorang pasien yang baru di kenal nya.


"Kamu lucu,aku belum bertanya aja kamu udah mikir yang enggak enggak duluan. Gak mungkin kan aku bertanya yang aneh aneh sama kamu dalam kondisi seperti ini." Hans tertawa kecil melihat Mikhayla.


Mikhayla yang mendengar perkataan Hans pun merasa sedikit bodoh tentang perkataan nya.


"bu..kan gitu dokter.. maaf deh kalo gitu"


Ujar Mikhayla yang menunduk kan kepala nya.


"Yauda gak papa kok Mik,di bawa santai aja."


Ucap Hans dengan ringan.