I Found You

I Found You
Bab 5



Mereka berdua masih berbicara mengenai hal yang berhubungan dengan masa lalu mereka.


Tanpa mereka sadar perawat yang berada dalam ruamgan Mikhayla keluar,dan memecah ketegangan di antara kedua nya.


"Maaf mengganggu dokter,seperti nya nona Mikhayla sudah sadar. Ia ingin berbicara dengan dokter." Ujar perawat tersebut.


"Baik,aku akan segera masuk,kamu segera urus yang lain nya." ucap Hans kepada perawat tersebut.


Sepeninggal nya perawat tersebut,Hans berdiri dari kursi tunggu,begitu juga dengan Cantika.


"aku ikut hans,aku ingin memastikan keadaan Mikhayla."


Ucap cantika sambil memegang ujung jubah putih milik Hans.


"tunggu sebentar di sini,aku akan menemui nya duluan,nanti aku panggil kamu." Ucap Hans sambil melepaskan tangan Cantika yang memegang jubah putih nya.


Hans masuk ke ruangan itu, di ranjang Mikhayla berbaring dalam keadaan sadar dengan wajah pucat pasi.


"Nona,sudah sadar?"


ucap hans menatap Mikhayla dan berdiri tepat di samping ranjang nya.


"iya dokter"


"Apa ada sesuatu yang mau di sampaikan?"


Mikhyala memandang ke arah Hans dan tiba tiba menggengam tangan Hans dengan kuat.


"Dokter,apakah umur ku masih bisa panjang?" ujar Mikhayla dengan mata berkaca kaca.


Mendengar perkataan Mikhayla,


Hati Hans merasa sangat terhanyut.


Ia memandang wajah Mikhayla yang penuh dengan tatapan kesedihan.


"kasihan sekali kamu nona,pasti perasaan mu sangat sedih saat ini. Aku tahu kau pasti bersikap pura pura tegar selama ini.


Tapi ,aku pun bahkan tidak bisa berbuat banyak untuk mu".


Ucap Hans dalam hati nya.


Hans pun membalas genggaman tangan Mikhayla dengan menggengam kembali tangan Mikhayla dan duduk di pinggir ranjang tepat di sebelah Mikhayla.


"Nona,menangis lah jika kau ingin menangis,aku tahu kamu hanya berpura pura tegar selama ini.Aku bisa melihat nya dari perjumpaan kita yang pertama.Kamu mencoba untuk tetap kuat di depan orang orang,aku tahu itu tidak salah,tapi jangan sampai membohongi diri mu sendiri." Ucap Hans yang kini menepuk pundak Mikhayla dengan lembut.


"Dokter,apa kau tahu? orang orang sering mengatai ku sebagai wanita paling beruntung.


Tapi,kata keberuntungan itu seolah olah sangat menyakitkan.


Gelar keberuntungan yang mereka berikan tidak seindah kenyataan nya.Aku harus menyembunyikan mengenai penyakit ku dari orang orang. Aku menderita sejak kecil,dan aku merasa seolah olah Tuhan sedang menguji ku berulang ulang tanpa dia tahu aku sudah terlalu lelah.Aku harus menyembunyikan ini agar orang orang tidak memandang remeh terhadap ku,dan aku benar benar lelah."


Ujar Mikhayla sambil meneteskan air mata nya dengan deras.


Mikhayla benar benar merasa sangat sedih mengenai penyakit nya. Apalagi sewaktu di pabrik,ia tahu pasti orang orang yang ada di pabrik sudah mulai menjadikan nya bahan pembicaraan.


Ia menangis tersedu sedu,melihat hal itu,hati kecil Hans tergerak dan segera menghapusi air mata Mikhayla dengan ibu jari nya.


Mikhayla yang melihat kepedulian Hans,tiba tiba memeluk tubuh Hans dengan erat.


"sebentar saja dokter, izinkan aku tetap seperti ini sebentar saja sebelum aku melupakan nya"


Ujar Mikhayla yang masih memeluk tubuh Hans.


Hans hanya bisa pasrah,ia mengerti dengan benar bagaimana perasaan Mikhayla saat ini.


Hans tidak berbicara,Ia pun tanpa sadar mendekap tubuh Mikhayla dengan lembut lalu perlahan menepuk punggung Mikhayla dengan pelan.


"Tenang lah,percaya semua nya akan baik baik saja,ada banyak orang yang mencintai mu di luar sana,untuk itu kau harus tetap bertahan dan tetap kuat! Tidak ada badai yang tidak reda,setelah ini kau pasti akan sehat."


Ucap Hans yang masih menepuk punggung Mikhayla dan dengan nada suara lembut nya yang mencoba untuk menenangkan Mikhayla.


Setelah mengucapkan kalimat terimakasih,Mikhayla melepas pelukan nya , hati nya kini merasa jauh lebih baik setelah mencurahkan isi hati nya dan mendengar kan dukungan dari Hans.


"Sudah lebih baik?" ucap hans sambil tersenyum menatap Mikhayla.


Sesaat setelah melihat senyuman Hans,hati Mikhayla merasa aman,merasa sangat tenang.


"aku baik baik saja dokter,terimakasih sudah mendengarkan ku dan merawat ku" balas Mikhayla dengan senyum.


"Oh iya,sekretaris nona sedang menunggu di luar, saya panggilkan beliau sebentar".


"oh iyaa, Cantika?? aku pasti membuat dia khawatir"!


ucap Mikhayla dengan sedikit rasa menyesal karena sudah menyusahkan cantika.


"Tidak apa apa,saya akan panggilan dia".


Hans keluar dari ruangan itu,ia menghampiri Cantika yang duduk di kursi tunggu.


"Kamu boleh masuk,Mikhayla menunggu mu,aku akan membuat beberapa resep obat untuk nya dulu,jadi tolong temani dia".


Ujar Hans sambil menatap mata Cantika.


"Hm baik lah" ucap cantika singkat.


Hans pun melangkah kan kaki nya meninggalkan Cantika, namun baru melangkah kan kaki nya,cantika berbalik dan memanggil Hans.


"Hans" ucap cantika


Hans berbalik dan menatap ke arah Cantika


"Ada apa can?"


"Hmmm...


Alasan yang kamu butuhkan itu,


bisakah Aku menjadi alasan untuk kamu tetap tinggal?" ucap Cantika yang penuh dengan harap untuk memulai kembali hubungan nya dengan Hans.


"Aku... belum bisa menyakin kan diri ku can,mungkin aku masih butuh waktu."


Ucap Hans yang masih belum bisa memberi kejelasan kepada Cantika.


"Aku akan menunggu jawaban dari mu Hans". Ucap Cantika, lalu berbalik dan melangkah kan kaki nya meninggalkan Hans.


Cantika memasuki ruang di mana Mikhayla terbaring.


"Mik,kamu gak papa kan?" Ucap Cantika


"Aku gak papa kok,mungkin tadi faktor kelelahan aja. Oh iya Can,maaf aku menyusahkan mu kali ini" Ujar Mikhayla dengan raut wajah yang memperlihatkan penyesalan.


"Kamu ngak usah minta maaf Mik,harus nya aku yang minta maaf,aku udah tahu kondisi kamu tapi malah ngebiarin kamu untuk pergi ke pabrik,harus nya aku aja yang pergi sendiri seperti biasa,kamu harus nya gak perlu ikut."


Cantika pun merasa menyesal karena sudah membiarkan Mikhayla pergi ikut dengan nya.


Biasa nya dalam pengecekan sampel Cantika yang pergi ke pabrik untuk mengambil beberapa sempel lalu membawakan nya kepada Mikhayla.


Namun, kali ini ntah kenapa Mikhayla tiba-tiba minta ikut dan ia malah tidak melarang nya. Sebagai sekretaris pribadi nya yang sudah mengerti kondisi Mikhayla, Cantika merasa perlu bertanggungjawab untuk kejadian yang baru saja terjadi.


Mikhayla pun mencoba untuk menyakinkan Cantika mengenai kejadian yang terjadi untuk membuat cantika merasa tenang.


"Can,kamu tahu? kamu adalah sekretaris terbaik yang pernah aku kenal,kamu mengerti kondisi ku dan mengerti keadaan ku. Kamu tahu? tanpa pergi ke pabrik pun mungkin penyakit ku juga akan kambuh,jadi kamu gak perlu khawatir dan merasa bersalah untuk itu,aku baik baik aja kok,dan seperti yang kamu lihat aku gak kenapa kenapa".


Ucap Mikhayla sambil menggengam tangan Cantika.


"Ia tapi tetap aja kan ak..."


Belum selesai berbicara,Mikhayla memotong bicara Cantika.


"gak ada tapi tapian,ini murni karna bawaan penyakit aku,udah deh kamu santai aja". ucap Mikhayla sambil tersenyum menyakin kan Cantika.