
[Budayakan like sebelum/sesudah membaca. Vote dan gift untuk mendukung author terus semangat. Dan jangan lupa tinggalkan jejak komentar kalian agar novel ini gk sepi sepi amat]
***
Tepat ketika Katasuke dan pesawat pribadinya akan mendarat, sekelompok pria dan wanita berpakaian pelayan berbaris seolah-olah mereka adalah lampu jalan.
Dan saat pesawat Katasuke turun di tempat yang telah disediakan, sambutan mereka menjadi lebih kuat.
Tindakan mereka menarik cukup banyak perhatian, termasuk sosok misterius yang tersembunyi dalam ruangan khusus Sumika Manor. Begitulah bangunan megah ini dinamai.
Ketika Yuuto membuka pintu gagang pesawat, dia sudah disambut oleh puluhan orang yang berjejer di sekitar mereka. Yuuto melirik kelompok ini dan membandingkannya dengan hati-hati.
Refining Stage.
Core Transformation.
Semuanya memiliki kemampuan yang cukup bagus. Meski secara alami tak berguna, level yang mereka capai bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia normal.
Paling banyak, mereka tidak lebih kuat dibandingkan Kesatria kerajaan di tingkat yang sama.
Namun bagi masyarakat Bumi, kekuatan seperti adalah mimpi buruk yang menakutkan. Mereka tak terkalahkan dalam beberapa aspek.
Tentu saja, kekuatan inti Sumika Manor tetap harus diperhitungkan kasus per kasus.
"Selamat datang kembali, Tuan!"
Pelayan-pelayan tersebut menyambut ketiganya dengan ekspresi yang bermartabat.
"Antarkan mereka ke ruangan VIP. Aku ingin membuat laporan kepada Kakak Besar terlebih dahulu." Ucap Katasuke tajam. Dia tidak akan pernah berani bermain-main jika itu berhubungan dengan pekerjaannya. Sikapnya menjadi lebih tegas dan lebih tegas.
Kemudian, dua orang wanita yang tampaknya berspesialis dalam hal ini maju ke depan. Menunduk dan berkata, "Dimengerti!"
.....
Katasuke memutar kepalanya ke belakang dan menatap keduanya, "Aku masih memiliki banyak hal untuk diselesaikan. Kalian pergilah bersama pelayan itu selagi aku sibuk. Aku akan kembali setelah ini selesai."
"Baik." Rui menjawab santai. Sedangkan Yuuto hanya mengangguk sebagai tanggapan.
"Nona Muda, Tuan Muda, tolong ikuti saya." Kata salah satu wanita pelayan.
Yuuto memandang Rui dengan tatapan aneh.
"Jangan melihatku seperti itu. Kita akan baik-baik saja kau tahu? Tidak ada yang lebih mengenali tempat ini selain aku sendiri. Kamu akan memahaminya begitu kita sampai."
Dengan kata-kata itu, hati Yuuto menjadi lebih tenang. Dia tersenyum tipis sebelum akhirnya mengikuti kedua pelayan tersebut.
Dan ketika mereka menyusuri lorong, tiba-tiba suara kekanak-kanakan terdengar dari depan.
"Kakak, apakah itu kau?"
"Suara ini...." Hati Rui melompat dengan sukacita mendengar nada yang akrab ini.
Dia menatap lurus kedepan dan menemukan bahwa, dua sosok secara perlahan mendekatinya. Bak wajah dan penampilan mereka menjadi lebih jelas ketika jarak mereka dipersempit.
Rui merasakan kerinduan yang tak dapat dilukiskan ketika melihat dua orang ini.
"Rei, Tasya nee-san. Lama tidak bertemu." Sapa Rui dengan senyum lembut.
"Ini kamu! Ini benar-benar kamu!" Pria kecil bernama Rei berteriak.
Makhluk kecil itu melompat ke pelukan Rui dengan penuh semangat. Melihat tindakan berani pria kecil itu, Yuuto terpikat, dan mulai memperhatikannya dengan seksama.
Namun, Yuuto segera menghela nafas kecewa setelah mengetahui bahwa Little Rei ini tidak memiliki bakat sama sekali.
"Adik kecil, kamu benar-benar tidak berubah bahkan sejak kita terakhir kali bertemu." Rui mengirim Rei terbang dengan satu pukulan. Mengingat keadaan saat ini, dia tidak bisa membuang waktu untuk membiarkan adik murahan ini memeluknya lagi.
Melihat bagaimana Kakaknya memperlakukannya, Rei menjatuhkan pantatnya ke lantai, menatap Rui dengan tatapan sedih, jelas-jelas sedih.
Itu sesuai dengan penampilannya yang tak tersentuh.
Kemudian, suara akrab lain mengalihkan perhatian Rui.
"Sudah lama ya..."
"Tasya nee-san! Lama tidak bertemu..."
Melihat wanita itu, kepala Rui dipenuhi dengan kenangan. Rui menatap Tasya dengan senyum lembut.
Tasya Sumika adalah putri pertama dari keluarga ini. Dia mewarisi rambut merah keriting ibunya. Ketika rambut nya yang halus dan berkilau dibiarkan terurai, Tasya tampak seperti putri duyung yang cantik. Namun ketika diikat, dia bisa terlihat seperti Kesatria yang gagah berani.
Saat berada di rumah, ia berpakaian sangat santai dalam blus renda putih, rok biru berpinggang tinggi, celana ketat hitam, dan sendal krem. Dia adalah citra seorang gadis muda yang mandiri dan bersemangat.
"Aku baru saja mendengar berita bahwa Nona Muda akan kembali. Dugaanku tidak salah. Itu memang kau!" Tasya membalas dengan gembira.
Dia mencengkeram Rui erat-erat ke pelukannya dengan penuh kasih sayang.
Sudah 5 tahun berlalu sejak Rui meninggalkan keluarga Sumika untuk memperdalam pendidikannya.
Meskipun mereka sering berinteraksi melalui pesan dan surat, itu tidak cukup untuk mengobati kerinduan di hatinya. Setelah mendengar kabar Rui telah kembali, Tasya bergegas mencarinya dan akhirnya mereka bertemu.
Itu sebabnya dia sangat emosional.
Meskipun Rei kecil yang imut itu terabaikan, Rui bukanlah perempuan kejam yang meninggalkan orang-orang yang dia sayangi. Dengan itu, dia mengizinkannya memeluknya kali ini.
'Holy f*ck! Apa yang sedang kulakukan disini?'
Yuuto benar-benar heran. Dia secara alami merasa canggung melihat reuni mereka yang mengharukan.
Saat Yuuto ingin mengatakan sesuatu, kedua pelayan di sampingnya menyentuh pundaknya. menggelengkan kepala mereka dan memberi isyarat.
Dengan demikian, sementara hatinya merasa malu, Yuuto mempertahankan ketenangannya.
Dia benar-benar ingin meninggalkan tempat ini. Adegan dramatis seperti itu terlalu asing bagi dirinya yang penyendiri, membuatnya sangat tidak nyaman.
"Psst... Sebaiknya kita pergi atau kita hanya akan menjadi pengganggu. Saya akan mengantar anda ke ruangan anda." Ucap si pelayan lirih.
Yuuto mengangguk dengan patuh saat dia mengikuti di belakang.
.....
"Kakak, siapa lelaki itu?" Melihat sosok yang perlahan menjauh, Rei bertanya dengan tatapan ingin tahu.
Rui menanggapinya dengan ekspresi dingin. Nada bicaranya menjadi sedikit tidak senang, "Yah... Aku akan membahasnya nanti. Mengapa kita tidak mengobrol dan membicarakannya di dalam?"
Tasya menaikkan bibirnya dan tersenyum nakal, "Mungkinkah itu pacarmu? Secara fisik dia sangat tampan dan menarik. Walau gaya pakaiannya aneh, dia memiliki daya tarik yang cukup misterius. Bahkan setelah aku mencapai Void Determination, aku masih tidak bisa melihat kekuatannya dan menebak isi pikirannya. Orang ini seperti jurang tanpa dasar!"
Rui mengangguk setuju. Dia telah menyaksikan kekuatan Yuuto dengan mata kepalanya sendiri. Dia masih merasa kedinginan hanya karena mengingatnya.
"Kau sebaiknya berhati-hati. Orang ini sangat berbahaya! Aku takut... Jika nee-san menjadi korban pria mesum itu, kemungkinan tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya kecuali master Sky Profound! Namun, dia adalah orang yang akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan setiap rintangan, bahkan mungkin Sky Profound tidak dapat mengalahkannya!" Rui bergidik ketika mengatakan ini.
Sementara si kecil Rei tidak memahami pembicaraan mereka, Tasya tersenyum jahil, "Hoo~ jika kau memang menganggap tinggi pria itu, bukankah kamu secara tidak langsung mengakuinya sebagai pacarmu?"
"Siapa yang kau sebut pacar?!" Rui menginjak kakinya dengan marah. Wajahnya menjadi semerah tomat. Ia tampak menggemaskan ketika pipinya menggembung seperti ikan buntal.
Tasya tertawa ketika melihat ekspresi Rui, "Haha, aku hanya bercanda... Mengapa kamu seserius itu? Reaksimu benar-benar sangat sensitif dan berlebihan. Mungkinkah..."
"NEE-SAAAN!!!!"
.....
Tasya Sumika: