God System

God System
Chap 13 - Gadis Kecil



Arc 4 - Menara Obat


"Kau tidak apa-apa gadis kecil?" Ucap Qian dengan menjulurkan tangannya.


"Hiks...Hiks.. Ibuku..."


"Ibumu?.. Memangnya ibumu kenapa?" Tanya Qian dengan wajah khawatir.


"Se-setelah membeli obat di toko ini yang katanya manjur, aku langsung memberikannya ke ibuku.. Namun...Hiks... Hiks.. " Balas Gadis kecil itu sembilan terisak-isak.


"Apa?... Bukankah itu berarti..."Gumam Qian yang sudah mengerti keadaan nya.


"Emm.. Apa kau mau mengantarku ke rumahmu?.." Tanya Qian yang masih menjulurkan tangannya.


"Hiks... Hiks.. Apa?... Apa kau bisa menyembuhkan ibuku tuan?!" Balas Gadis kecil itu langsung bersemangat namun putus asa.


"Emm.. Aku tidak bisa janji..Namun, Aku akan tahu jika melihat keadaan ibumu langsung.. Jadi, bisa antar aku ke ibumu?.." Tanya Qian dan gadis kecil itu pun menggapai tangan Qian dan langsung mengantarkan nya ke rumah.


...---...


Beberapa menit berlalu dan disaat Qian memasuki sebuah gang kecil, Terlihat banyak sekali orang yang tidur di gang itu dengan tubuh yang sangat kurus seperti tidak pernah makan. Dan Kondisi mereka pun mengerikan dengan minim cahaya dikarenakan sudah malam hari.


"Apa-apaan ini?..... Apakah ini distrik bagi gelandangan?.." Gumam Qian dengan melihat mereka dengan wajah kasihan.


Beberapa orang itu terlihat sinis kepada Qian dan dengan pakaian yang sobek dan kotor. Tiba-tiba saja ada seorang anak yang datang dengan berlari dari depan dan langsung melesat kearah Qian.


"Apa...?!..."


Dan disaat yang singkat itu, Qian melihat sebilah pisau usang yang dipegang oleh anak itu dan Qian pun langsung menghindari anak itu hingga ia terjatuh karena tidak busa menjaga keseimbangannya.


*bruk..


"Apa?!..." Ucap kaget Qian dan langsung melihat sekitar nya dan melihat beberapa orang dewasa yang terlihat seperti bos dari anak itu.


"Mereka yah.... Yang menyuruh anak kecil seperti itu untuk menusukku untuk mengambil hartaku..." Gumam Qian dan langsung melepas pegangan nya ke anak itu.


Dan langsung berlari melesat kearah kumpulan orang dewasa itu dan mencekek leher mereka dan menghantamkan nya ke dinding dengan sangat keras.


*duak!


"APA?!" Teriak kumpulan orang itu yang kaget dan tidak menyangka bahwa mereka akan dibalas seperti itu.


Dan dengan wajah tajam Qian melepaskan pegangannya dan mengarahkan tangannya yang sudah mengepal ke arah orang lainnya yang berada di kumpulan itu.


*buk!


*duak!


*buk!


Dengan mereka ber'enam dan Qian sendiri, Qian langsung menghajar mereka sepihak dan membuat mereka babak belur. Dan seluruh gelandangan yang menyaksikan itu langsung takut dan mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu mata dengan Qian.


Dan Qian yang dengan wajah tajam itu langsung menghilangkan ekspresinya dan langsung berbalik kearah gadis kecil itu yang bernama Lia dan menunjukkan wajah senyum ramahnya dan berkata bahwa semuanya baik-baik saja.


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Qian dengan senyum.


"Ahh.. Ak-aku baik-baik saja" Balas gadis kecil itu dengan sedikit takut dan ragu kepada Qian.


"Hm.. Syukurlah.." Balas Qian dan langsung mengajak Lia untuk menunjukkan rumah nya sambil mengobrol.


...---...


"Lia.. Kau pasti disuruh mereka untuk menunggu dan mencari orang seperti ku bukan?... Dengan menjanjikan bahwa mereka akan menyembuhkan ibumu" Tanya Qian yang tidak melihat langsung kearah Lia tetapi kedepan.


"Ah!.. Anoo...." Balas Lia dengan wajah kaget, takut dan ragu tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dengan dia.


"Tidak apa-apa... Aku sudah menduga hal itu dan aku pun tahu bahwa kau terpaksa melakukan nya"


"Ah!.. Etto..Em.." Balas Lia yang kehabisan kata-kata nya.


...---...


"Hmm.. Untuk anak kecil yang bahkan jika berada di dunia ku sebelumnya adalah 1 Sd... Dia sudah mengetahui apa itu kegelapan dalam hidup... Sungguh kasihan nasibnya..." Gumam Qian dan tiba-tiba saja dia sudah berada didepan rumah lia.


"I-Ini rumahku tuan.." Ucap nya dengan penuh ketakutan.


"Hm.. Sebaiknya kau panggil aku kakak atau paman, Aku merasa tidak enak jika kau panggil aku tuan, oke?" Ucap Qian dengan wajah senyum.


"A-ah.. Baik Tu-ah!.. Kakak..." Ucapnya tergagap karena seperti nya sudah terlalu terbiasa untuk memanggil orang lain dengan sebutan tuan.


Rumah, Yah... Itu tidak bisa disebut rumah dikarenakan ini hanyalah seperti bekas toko kecil yang hancur dan hanya memiliki 2 ruangan yang dimana satunya adalah ruang tidur dan yang lainnya hanyalah tempat memasak dan lain-lainnya.


Dan 2 ruangan itupun hanya dipisahkan oleh kain yang digantung walaupun sudah berlubang, bahkan pintu depan nya hanyalah sebuah kain. Dengan lantai batu yang rusak dan tembok yang bisa runtuh kapan saja hanya dengan pukulan kecil, Sungguh kehidupan yang menyedihkan bagi seorang gadis kecil yang seharusnya bermain dengan anak sebayanya.


Dan setelah membuka kain yang memisahkan antara 2 ruang itu, Terlihat seorang wanita yang tubuhnya sangat kurus dan tertidur diatas ranjang yang hampir hancur.


"Uhuk! Uhuk!!!.."


"Ibu?!..." Teriak Lia yang langsung menghampiri ibunya dan langsung menggosok-gosok dadanya agar batuknya bisa hilang.


"Tenanglah... Akan kucoba sembuhkan dia" Ucap Qian yang jiga khawatir dan langsung mengeluarkan barang nya.


[Rumput dengan daun biru itu kau.......]


...---...


Dan Setelah beberapa puluh menit berlalu, Qian telah berhasil membuat keadaan ibu lia menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan menghela napas lega setelah mendengarkan penjelasan obat dan cara pengolahannya dari Alice yang sangat panjang dan rumit.


"A-apa ibu sudah sembuh?.." Tanya Lia yang masih tidak percaya.


"Hufhthh... Ibumu.. Dia tidak sepenuhnya sembuh, Dia mengalami penyakit yang lumayan berat dan harus dibawa ke dokter" Balas Qian yang masih kelelahan.


"Apa?.. Tapi... Aku tidak punya..." Ucap Lia yang syok dan putus asa karena tidak memiliki uang sepeser pun.


"Tidak apa-apa... Aku akan membayar obat dan membawanya ke dokter.." Balas Qian.


"Apa?! SUNGGUH?!!... BENARKAH ITU TUAN?!.. " Teriak Lia yang sangat senang karena tahu bahwa ibunya akan selamat, Namun...


"Ta-Tapi... Aku tidak bisa membalasnya dengan apapun" Lanjut nya..


"Apa?... Dia memikirkan hal itu? Hufhthh.... Dia sungguh..." Gumam Qian yang merasa sangat sakit dihatinya dikarenakan perkataan Lia.


Karena seharusnya anak sekecil dia tidak harus memikirkan hal itu dan harus terus bermain dan belajar untuk menggapai impiannya. Karena itu adalah tugas orang dewasa yang mengurus hal itu.


"Ka-kalau begitu... Aku.. Aku akan berikan diriku sebagai gantinya!!!" Teriak gadis kecil itu dan membuat Qian yang sedang minum langsung memuncratkan airnya dikarenakan kaget.


"A-apa?!..." Teriaknya.


"Dia!!... Apa dia tahu apa artinya itu?!... Tidak.. Dia pastinya tahu hal itu dikarenakan dia mengucapkan nya.. Tapi..." Gumam Qian.


"Hufhthh... Kau tidak harus menggantinya... Lagian..-"


"Ta-Tapi!!...." Bantah Lia


"Ck... Jika kau memang bersikeras seperti itu, Kau hanya harus tumbuh sehat dan datang lagi padaku jika kau sudah mempunyai kehidupan yang lebih baik"


"Eh...?" Gumam Lia kaget dalan batinnya.


"Lagian... Darimana kau belajar hal seperti itu..." Tanya Qian mengalihkan pembicaraan


"I-Itu...-"


...---...


...**Note: ・_・ (no coment tentang gk up beberapa hari..)...


...[Please Like And Comment If You Have Any Suggestions**]...