God System

God System
Chap 9 - Pencurian



Arc 3 - Lelang


Dan setelah beberapa saat, debu asap yang mengelilingi puing-puing itu mulai hilang dan terlihatlah beberapa orang dengan pakaian penuh hitam dan menutupi wajahnya dengan masker hitam.


"Para pencuri?!" Teriak salah seorang.


Dan sekali lihat pun, Seluruh orang langsung tahu bahwa mereka adalah pencuri. Namun, ada hal yang membuat mereka heran. Mengapa para pencuri itu mencuri di pelelangan?, Walaupun memang sudah dipastikan akan ada barang berharga di lelang, Namun di lelang juga akan ada beberapa master yang tidak akan bisa di habisi oleh beberapa pencuri kecil.


"Apakah mereka gila?" Ucap salah satu murid yang disampingnya terlihat seseorang yang seperti master nya.


"Mereka sungguh berani sekali menantang kita" Ucap Salah satu master.


"Apakah ada suatu harta yang sangat berharga sehingga mereka mau mempertaruhkan nyawanya?" Tanya seseorang.


Namun, disaat orang-orang bertanya dengan alasan si pencuri. Para pencuri itu melemparkan sebuah kristal berwarna merah ke seluruh sudut ruangan dan melihat hal itu, Seluruh orang pun bingung. Namun, hal itu langsung dijawab oleh hal yang terjadi berikutnya.


*Sringg!!


Kristal-kristal itu langsung bersinar dan saat mereka ingin menggunakan Qi mereka, Qi mereka tersumbat dan tidak bisa menggunakan teknik bela diri apapun. Dan melihat hal itu, Para pencuri langsung saja menghajar pengawal yang menjaga harta-harta itu dan mencuri nya.


*Buk!


"Apa?! Aku tidak bisa menggunakan Qi?!" Teriak salah satu murid sekte.


"Tidak mungkin! Apakah ini kristal penghilang Qi?!"


"Bagaimana mereka bisa mendapatkan nya?!"


"Apa ini?!" Ucap Qian yang tidak mengerti akan keadaan ini.


Namun, Para Master dan Praktisi (orang yang mempelajari teknik bela diri) tidak berdiam diri saja dan langsung lari menuju para pencuri dan menghajar nya. Namun, para pencuri itu ternyata bisa menggunakan Qi mereka dan mereka pun langsung saja menghajar para martial artist yang mendekati mereka.


*BUK!


*DUAR!


*BUK!


"Apa?!"


"Mereka bisa menggunakan Qi?!"


Satu persatu dari mereka tumbang dan Qian yang tidak mengerti akan yang terjadi langsung menjauh sedikit demi sedikit.


[Mikha! Cepat! Kau langsung pergi ke tempat bangsawan yang mengambil gelang itu!]


"Ah?!.. Oke!" Balas Qian tersadar dan langsung saja lari naik ke lantai 2 dan masuk ke ruangan bangsawan itu. Namun, disaat dia sudah sampai di depan ruangan bangsawan itu..


*Wush!


Sebuah pedang langsung melesat kearahnya, dan Qian yang menyadari itu langsung menghidari hal itu. Namun dikarenakan dia tidak bisa menggunakan Qi, dia terkena sedikit serangan itu dan meninggalkan bekas di pipinya.


"Uahhh.... itu sakit" Gumam Qian yang masih terkejut dengan serangan itu.


"Tcih!" Ucap pencuri itu dan langsung lari kearah Qian dan menyerangnya dengan pedang pendek yang muncul entah dari mana dan mengincar area vital Qian.


*Wush!


"Apa?!" Gumam Qian yang kaget dan langsung menghidari serangan pencuri itu, Namun..


Pencuri itu tetap menyerang Qian dengan serangan yang sangat cepat dan hampir selalu mengenai Qian. Namun Qian saat itu sudah sangat kewalahan dikarenakan tidak bisa menggunakan Qi. Dan lagi, Dia juga sudah terluka di beberapa bagian dan membuatnya susah untuk bergerak.


"Tcih! Apa yang harus kulakukan?!" Gumam Qian yang masih terus menghindar.


"CRITICAL CHAIN!!" Teriak Pencuri itu kearah Qian.


Dan serempak tusukan pedang langsung menghampiri Qian di beberapa bagian vital. Dan Qian yang terkejut akan hal itu langsung tersandung oleh beberapa puing bangunan di belakangnya dan membuat dia jatuh.


"Akh!"


"Apa?! Sial!?" Teriak Qian yang tidak bisa menghindar lagi, Dan...


*Wush!


Serangan itu mengarah ke jantung Qian dan Qian yang tidak bisa menghindari hal itu langsung menutup matanya sebagai tanda menyerah akan takdir. Namun...


*Ting!


"Ah! Terimakasih..." Balas Qian kepada praktisi itu.


"Tidak apa-apa!!" Balas praktisi itu sambil menyuruh Qian agar pergi dari tempat ini.


"Pergi!!"


"Ah! Baik!" Balas Qian dan berlari ke arah pencuri itu untuk mencapai ruangan bangsawan itu.


"Hoy! Kau salah jalan" Teriak praktisi itu memperingati Qian.


Qian tidak menanggapi ucapan praktisi itu dan terus berlari. Dan disaat dia sudah mencapai pintu. Tanpa di duga, bangsawan itu keluar dari ruangannya untuk kabur sambil membawa barangnya.


Dan saat Qian melihat hal itu langsung melihat kesempatan dan menusukkan pisau yang berada di pinggangnya ke kaki bangsawan itu agar dia tidak bisa lari.


*Srek!


"Akkhhhh!!!" Teriak bangsawan itu kesakitan.


Dan Qian langsung memanfaatkan hal itu untuk mengambil gelang itu yang berada di tangan bangsawan itu dan setelah mengambil nya, Qian langsung dihadang oleh pengawal bangsawan itu. Namun Qian sudah memperkirakan hal itu dan mengambil lagi pisau di pinggang satunya dan menusukkan nya di jantung pengawal itu.


"Akkhhh!!" Teriak pengawal itu kesakitan.


"Beraninya Kau!!!" Teriak pengawal lainnya dan langsung menyerang Qian dengan pedangnya.


Namun Qian langsung mengambil pedangnya dan menangkis serangan itu dan menusukkan pedangnya langsung ke jantung pengawal itu dan langsung berlari untuk kabur.


"Akhhh!!" Teriak pengawal itu kesakitan.


Qian langsung berlari dengan sekuat tenaga dan menuruni tangga didepannya. Namun disaat dia sudah mencapai lantai 1. Dia ditunggu oleh beberapa pencuri dan dia langsung di serang dari segala arah.


*Wush!


*Slash!


*Ting!


Qian yang langsung sadar langsung menangkis beberapa serangan. Namun dia tidak bisa menahan Beberapa serangan lainnya dan mengakibatkan dia terluka di beberapa bagian. Namun dengan pedangnya, Dia menusuk salah satu pencuri dengan pedangnya langsung kearah jantung.


*Srek!


Namun, salah satu pencuri yang sadar langsung menyerang Qian dan Qian pun terluka karena tidak sanggup untuk merespon. Dan dia pun dipojokkan sekali lagi, namun disaat sudah tidak ada harapan. Beberapa praktisi membantunya dan Qian pun berhasil keluar dari kepungan para pencuri itu.


Dan setelah beberapa saat, Qian pun berhasil keluar dari bangunan itu. Namun yang menunggunya bukanlah kebebasan, Namun beberapa pencuri yang sepertinya lebih kuat daripada yang berada di dalam dan menunggunya.


Qian langsung menaruh gelang yang ditangannya ke tas kecilnya dan Qian juga langsung mengambil pedangnya dan mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


"Kau tidak akan bisa lewat lagi, Berikan barang-barang mu dan aku akan melepaskan mu" Ucap salah satu pencuri itu.


"Kau pikir aku mau?" Balas Qian dan langsung mengeluarkan Qi nya dikarenakan efek dari kristal itu hanya sampai pintu bangunan itu.


"Hee... Lumayan juga..." Ucap pencuri itu dan langsung mengeluarkan pedangnya.


*Deg!


Namun tiba-tiba, setelah pencuri itu mengeluarkan pedangnya. Qian langsung merasa tertekan dan hampir tida bisa bergerak.


"Heee... Kau sepertinya lumayan kuat karena bisa menahan aura dari pedang ini"


"tck, apa-apaan pedang itu?!" Gumam Qian yang merasa terdesak. Dan disaat itu...


*Wush...


Beberapa orang keluar dari rumah lelang dan bisa dilihat dari penampilannya. Mereka adalah para master atau tetua sekte yang akan menghabisi para pencuri itu.


"Apa aku bisa membantumu anak muda?" Ucap salah satu master itu kepada Qian.


...---...


...**Note: Ahaha... Maaf karena lama gk Up. Sebenernya saya gk ada kendala apapun, tapi gada mood sama sekali kemaren² jadi kalo ngetik geh jadinya bakal jelek....


...[Please like and comment if you have any suggestions**]...