God System

God System
Pergi Untuk Mati!



#Like, komen, share, vote, wajib rate 5 juga, dan tekan tombol favorite agar tidak ketinggalan notifikasi update, nikmati!


***


Ketika pengumuman itu diluncurkan, Yuuto baru saja ingat bahwa dia tidak sedang berada di luar ruangan, melainkan di dalam kamar!


Jika pemanggilannya di lakukan di tempat seperti ini, bukankah itu berarti kamarnya akan penuh dengan orang sampai-sampai itu bisa meledak?


Dia pun buru-buru menghentikan sistem dan berteriak, "Jangan! Biarkan aku pergi dari sini terlebih dahulu! Apakah kamu ingin menghancurkan mahakarya tuan muda ini?!"


Dengan panik, dia terpaksa melompat dari jendela dan menghancurkannya. Tidak ada lagi kaca bening dan cantik melainkan hanya lubang besar di tengah-tengah.


Karena dia lupa menambahkan balkon, sekali seseorang jatuh dari sana, itu akan langsung meluncur menuju ke tanah. Jika itu orang biasa, mereka akan mati karena patah tulang.


Bersamaan dengan itu, ketika Yuuto melompat, dia melambaikan tangannya dan materi segera di ubah, kaca yang semula hancur dipulihkan dan tidak lupa pula dia menambahkan balkon.


Dengan detail kecil ini, kamarnya telah menjadi satu-satunya kamar yang paling sempurna!


Woosh!


Yuuto pun mendarat di tanah dengan selamat. Angin yang dia hasilkan menerbangkan debu-debu di sekitarnya.


Dia mungkin tidak bisa terbang, atau... Dia sama sekali tidak tahu caranya terbang. Namun, dia punya cara lain.


Ketika dia terjun bebas di udara, pikiran Yuuto bekerja cepat. Ia memanipulasi darahnya sendiri menjadi sayap naga yang berwarna perak.


Berkat itu, dia berhasil mendarat tanpa merusak lantai di bawahnya.


Meskipun begitu, dia tidak bisa diganggu oleh hal-hal tidak berguna seperti ini, Yuuto segera mengambil sikap ancang-ancang. Menginjak petir, dia pun melompat ke langit.


JEBUMMM!!!


Pada saat itu, suara ledakan sonic yang memekakkan telinga pun terdengar.


Siluet Yuuto pun menghilang ke cakrawala. Dilihat dari lintasan arahnya, itu menuju ke hilir danau yang paling luas, area hutan!


Begitu dia sampai, Yuuto berkata, "Sistem, kurangi jumlah raja iblis yang akan di panggil. Aku berubah pikiran bahwa memanggil terlalu banyak ternyata merepotkan! Dan lagi, aku masih harus memikirkan nama mereka."


[Silahkan tentukan jumlah...]


Sistem segera menanggapi.


"10 saja. Mulailah sekarang!" Teriaknya.


Ding!


[Entitas sedang dipanggil, menyiapkan sirkuit pemanggilan.... Selesai!]


Wuuuush!


Pada saat itu, lingkaran cahaya berukuran besar muncul di tanah, itu memiliki pola rumit yang sulit untuk dijelaskan. Namun, di bagian tengah lingkaran ini memiliki bentuk seperti bintang yang berlapis-lapis, layaknya bunga teratai yang sangat indah.


Syuuuh~


Lingkaran sihir itu seperti cakram yang berputar-putar. Dia secara perlahan berputar naik ke atas sambil mengeluarkan suara mendesir ketika angin menyapu bersih sekelilingnya.


Pada titik ini, banyak sekali siluet muncul dari kaki kemudian ke atas. Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya siluet mereka ditampilkan secara penuh.


Mulai dari yang tinggi hingga pendek, kadal dengan wujud humanoidnya, makhluk bersayap raptor yang melayang-layang di langit dengan aura supresif mereka yang mengintimidasi, binatang berekor seperti bantal yang lembut dan juga memiliki bulu yang tebal,


bangsawan berpakaian bermartabat dengan tanduk hitam khas di kepala mereka, manusia babi, manusia hijau, kuda hitam dan kuda putih, manusia telinga runcing, ular raksasa yang menakutkan, gurita raksasa dengan ukuran yang luar biasa, naga yang memiliki 9 kepala, wanita cantik berakar pohon, serta kurcaci dengan janggut tebal kecoklatan mereka yang memiliki wajah bergairah dipenuhi semangat.


Mereka semua dipanggil hanya dengan satu tarikan nafas. Jika ada yang melihat ini, mereka pasti akan memilih untuk menghancurkan kepala mereka sampai mati!


Lupakan tentang itu.


Saat ini, para makhluk panggilan itu berlutut dengan hormat hanya pada satu orang. Mereka tidak memiliki apa-apa selain penghormatan dan penghormatan di hati mereka, tidak ada yang berani bertindak lancang saat ini.


"Bawahan ini memberi hormat kepada Tuan!"


"En!" Yuuto mengangguk tersenyum seraya mengangkat tangan. Ia berkata, "Mulai sekarang, kalian akan berada di bawah perintahku, kata-kataku adalah aturannya!"


Semua orang benar-benar diam setelah semua ini. Bahkan angin pun berhenti, tidak berani mengganggunya.


Auranya seperti dewa, setiap suaranya bagaikan guntur di hati setiap orang, tidak ada yang tidak bisa mendengar kata-katanya. Mereka semua berlutut di tanah, dengan gigi yang terkatup. Mereka telah ditekan oleh kekuatan tertinggi yang dimiliki Yuuto.


Tapi tiba-tiba,


"Sangat sombong!"


Seseorang berteriak dan menyela acara dengan marah, suara ini berasal dari manusia bertelinga runcing yang sejak awal tidak berlutut menyambut tuannya.


"Hm? Apa katamu?" Yuuto mengerutkan kening setelah melihat ini.


"Humph! Kamu hanya seorang bocah yang bahkan belum berumur 100 tahun. Kualifikasi apa yang kamu miliki sehingga kami harus tunduk pada bocah yang belum dewasa?"


Suara ini berasal dari ras elf, orang ini tampaknya adalah pemimpin kelompok tersebut.


"Hah?" Yuuto memberi tatapan jijik saat dia berkata, "Kamu masih berani untuk tidak menghormati tuan muda ini? Apakah otakmu diselimuti oleh sarang laba-laba sehingga beberapa sekrup di kepalamu terlepas?"


"Kamu!" Pemimpin elf memerah karena marah saat dia menunjuk-nunjuk Yuuto dengan jarinya.


"Kamu apa kamu?! Teruslah mengoceh di depan ayah ini dan aku akan memotong lidahmu untuk dijadikan umpan kepada anjing! Betapa menjengkelkan! Menganggap dirimu orang tua hanya karena kamu memiliki sedikit rambut putih dan kulit keriput... Bahkan belum seratus tahun dan kamu sudah memiliki rambut putih? Seseorang hanya dapat mengatakan bahwa kamu tidak berguna! Kamu tidak memiliki kemampuan apapun dan kamu berani bertindak keras sekaligus lancang dihadapanku? Hak apa yang kamu miliki untuk mengatakan itu? Dengan mulutmu yang menjijikkan itu, bahkan jika kamu tidak merasa malu, aku malu untukmu...." Yuuto melanjutkan sembari mendengus dengan jijik.


Seluruh kerumunan langsung terpana.


Orang ini bahkan tidak seganas itu sejak dia dihidupkan kembali. Tapi sekarang, hanya kegigihan dalam memarahi ini adalah sesuatu yang tak seorang pun dapat menandinginya. Keterampilan ini benar-benar terlalu kejam.


Bahkan setelah melihat lelaki tua itu dimarahi sampai dia hampir terserang stroke, tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka karena mereka secara alami menghormati tuan yang memanggil mereka.


Ras elf itu sombong dan sombong. Tidak mudah bagi mereka untuk tunduk kepada orang lain yang lebih lemah dari mereka. Tapi sekarang, mereka hanya bisa berpura-pura seolah ada setumpuk emas di bawah kaki mereka.


Ini lelucon! Tidakkah kamu melihat bahwa tua bangka itu dikutuk dalam keadaan menyedihkan seperti itu? Jika kita naik dan disumpahi seperti itu... Dimana kita akan menempatkan wajah kita di masa depan?


"Tuan, haruskan saya membunuh mereka? Mereka yang menentang Tuan pantas mati!" Suara ini berasal dari pria tampan yang memiliki aura yang mendominasi dan tak terkalahkan, dia seperti perwujudan kegelapan itu sendiri, matanya sangat tajam layaknya pedang yang diasah terus menerus.


Seorang raja iblis!


Ketika para elf mendengar ini, mereka meringkuk dalam ketakutan.


Siapa yang tidak tahu raja iblis? Mereka adalah eksistensi tertinggi kedua setelah naga di dunia ini! Satu dari mereka mampu memusnahkan kota besar hanya dengan satu gerakan tangan.


Dan lagi, ada 10 raja iblis berkumpul di saat yang sama!


Para elf itu merasa menyesal. Mereka tidak memperhatikan kalau orang-orang di sekeliling mereka adalah makhluk-makhluk level atas. Hanya elf belaka tidak signifikan dibandingkan dengan yang lain.


Orang macam apa yang bisa memanggil monster seperti ini?


Para elf mengalihkan pandangannya ke arah pemuda di depan mereka, mereka semua langsung menghirup udara dingin.


Nyawa mereka tergantung di seutas benang, satu-satunya cara agar mereka bisa selamat yaitu memohon pengampunan pada pemuda tersebut.


"Tuan, kami pasti buta! Kami salah! Tolong ampuni kami!"


Para elf itu berlutut ke tanah dengan wajah pucat, keringat dingin mengalir di wajah mereka dan mereka tidak bisa berhenti gemetar ketakutan.


"Hngh!" Yuuto mendengus dengan dingin kemudian berkata, "Aku tidak membutuhkan bawahan yang tidak setia. Pergi untuk mati!"


"TIDAAAAKKKK!!!! TUAN!!! AMPUUUNNN!!!!"


Jeritan mereka tidak bisa mempengaruhi Yuuto. Dengan satu lambaian tangan, molekul dan atom di tubuh mereka robek dan dihancurkan, menyebabkan para elf itu mati tanpa meninggalkan jejak sama sekali, lenyap sepenuhnya menjadi ketiadaan.