
[Baca doang gak ngasih like]
#BUKANMAEN
***
'Bagaimana mungkin…?!' Yuuto memandangi sosok di hadapannya dengan sangat tak percaya.
Memikirkan kalau pihak lain akan menjadi reinkarnasi Dewa Langit yang tangguh, itu terlalu aneh!
Melihat gadis itu perlahan mendekatinya, seluruh tubuh Yuuto bergetar. Dia mundur selangkah ke belakang dengan ekspresi serius, namun masih mempertahankan ketenangannya.
Ketika Yuuto memperhatikan bahwa gadis ini memiliki tingkat kecocokan yang tinggi untuk menjadi salah satu muridnya, Yuuto benar-benar bingung.
Dia tidak menduga akan menemukan hal seperti ini, apalagi di planet Bumi yang begitu lemah. Selain Contemporary Heavenly God Array yang mengesankan, tidak ada yang lain.
Di tambah lagi, gadis itu merupakan penerus keluarga Sumika. Apa artinya itu? Itu berarti dia mempunyai kunci untuk memasuki keluarga itu!
Seorang Dewa Langit yang bereinkarnasi, memiliki kecocokan tertinggi menjadi muridnya, sekaligus penerus bangsawan kaya dari keluarga Sumika.
Ini... Ini... Kebetulan macam apa ini?!
Mungkinkah ini merupakan pepatah yang melegenda itu? Sekali dayung dua atau tiga pulau terlampaui?
Mengapa? Kenapa aku begitu luar biasa?!
Yuuto memuji dirinya sendiri karena keburuntungannya. Dia menaikkan rambutnya ke atas seperti pria tampan yang bersikap keren.
"???"
Melihat tingkah aneh pihak lain, gadis itu memiringkan kepalanya sebelum mencibir dengan jijik.
Walaupun dia tampan... Nampaknya beberapa sekrup di kepalanya telah terlepas, menyebabkannya mengalami gangguan keterbelakangan mental yang serius.
"Kau sebaiknya pergi dari sini. Ini adalah wilayah pribadiku."
Apa?
Yuuto tertegun.
Dia melihat gadis itu dengan tatapan curiga, "Sejak kapan area umum berubah menjadi area personal? Apakah kamu sakit? Berhentilah mengatakan omong kosong."
"Kamu yang sakit! Seluruh keluargamu sakit!" Wajah gadis itu memerah karena marah, tidak mampu menyembunyikan ketidaksenangan dalam nadanya.
Siapa dia?
Dia adalah penerus keluarga Sumika!
Tidak ada yang berani berbicara seperti itu bahkan sejak dia dilahirkan. Kata-kata Yuuto mengguncang hatinya sampai ke inti.
Namun, sebuah pikiran tiba-tiba melintas di benaknya. Yuuto mungkin hanyalah orang biasa yang tidak mengetahui apapun tentang dunia luar.
Oleh karena itu, dia berpikir ketidaktahuan pihak lain merupakan reaksi normal. Dia bertanya-tanya ekspresi apa yang akan ditunjukkan Yuuto jika dia memberitahu identitas aslinya.
"Izinkan aku memberitahumu. Sungai ini dan semua fasilitas yang ada di sepanjang 3 kilometer merupakan milik keluarga kami. Tanpa izin, tidak ada yang diperbolehkan berbuat sesuka hati di tempat ini." Dia berkata dengan nada tenang.
Yuuto meliriknya dengan mata menyipit, 'Milikmu? Ini omong kosong! Jika aku memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan Bumi, mengapa aku harus peduli tentang siapa yang memilikinya? Bahkan jika Penguasa Alam Semesta disini, aku akan menjedorkan kepalanya ke dinding sampai matanya berkilau dengan bintang-bintang, dan kemudian aku akan menjejalkan kepalanya ke punggungnya sendiri. Jika bukan karena fakta keluargamu memiliki token Gerbang Surga, aku tidak akan pernah peduli!'
Melihat bagaimana gadis itu menyatakan dirinya dengan bangga, Yuuto menghela nafas.
Lagipula, dia hanya manusia biasa disini. Kekuatan dewanya mungkin tidak akan pernah bangkit jika dia tidak mengakumulasi kekuatannya mulai dari sekarang.
"Baiklah gadis kecil... Apa yang kau inginkan?" Yuuto bertanya tanpa ekspresi.
Melihat reaksi acuh tak acuh pihak lain, gadis itu sedikit terkejut. Dia menambahkan dengan ekspresi sinis, "Pergi dari sini! Kamu adalah penyusup. Tidakkah kamu menyadarinya? Selagi aku masih berada dalam suasana yang bagus, kamu bisa berjalan menggunakan kakimu sendiri."
"Baiklah..." Yuuto terkekeh saat dia berjalan tanpa penolakan.
"Kamu...!" Gadis itu tercengang.
Ia tidak berpikir bahwa Yuuto akan meninggalkannya begitu saja. Ini di luar perkiraan.
Pada titik ini, ia sudah menyadari bahwa tebakannya benar-benar salah. Dia mengira Yuuto akan melakukan tindakan perlawanan atas nama keadilan. Dengan begitu, dia punya alasan untuk menghukum penyusup ini.
Namun, dia benar-benar di abaikan. Gadis itu memelototi Yuuto dengan kemarahan saat nafasnya naik turun.
"Memangnya kemana kamu mau pergi?! Kembali kesini!"
"Hah?" Yuuto menatap balik ke arah gadis itu, kebingungan meliputi kepalanya.
Apa-apaan ini? Sedetik yang lalu, dia dengan kejam mengusirku, detik berikutnya, dia menarikku kembali seperti kucing yang kesepian!
Bisakah kamu bersikap sedikit lebih masuk akal?!
Yuuto tidak bisa berkata-kata saat berurusan dengan gadis ini.
Tapi ketika gadis tersebut ingin mengatakan sesuatu, suara serak yang muncul entah darimana terdengar. Nadanya diliputi kegembiraan seolah-olah dia menemukan sebongkah emas.
"Rui-sama! Ternyata anda disini!"
"Katasuke-san?" Rui terkejut saat dia menoleh.
Orang yang memanggilnya adalah seorang pria tua yang berpakaian seperti ahli bela diri. Dia mengabaikan Yuuto sepenuhnya saat dia mendatangi gadis tersebut.
Katasuke memasang wajah cemas saat dia berkata, "Saya sudah mencari anda sepanjang hari! Bisakah anda berhenti membuat orang lain kawatir? Ayo kita pulang sekarang."
"Tidak bisa!" Rui menolak dengan tegas, berkata dengan nada serius.
"Aku masih harus berurusan dengan pria ini... Jangan halangi aku!" Rui mengacungkan jarinya ke depan dengan ekspresi marah.
Holy f*ck! Berurusan siapa dengan siapa? Apa yang sedang terjadi disini? Mengapa situasinya tiba-tiba berubah begitu rumit? Kaulah yang memulainya terlebih dahulu! Apa yang salah dengan perempuan gila ini? Dia 11 12 tidak berbeda dengan Yue!
Yuuto benar-benar terpana. Dia merasa ingin menangis tapi tidak ada air mata yang keluar darinya. Di bawah wajah tanpa ekspresi itu, ada ratapan melankolis di dalamnya.
Meskipun dia hanya mengikuti alur, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ia bahkan tidak mengira wanita sialan ini memiliki kecenderungan membesar-besarkan perkara kecil.
Wajah cantik itu ternyata tipuan! Di balik kecantikannya, dia sepenuhnya seorang iblis!
"Jangan kawatir. Saya akan mengatasi bocah ini untuk anda!" Katasuke mengumumkan dengan percaya diri. Dia maju selangkah ke depan ketika dia mengeluarkan aura yang menindas.
Melihat pemuda itu, dia mencibir dengan jijik. Untuk berpikir bahwa dia berani menyinggung Nona Mudanya, anak itu terlalu berani!
"Tidak! Kamu tidak boleh ikut campur dalam masalah ini." Rui menambahkan dengan ekspresi kawatir.
"Rui-sama, tetaplah di belakang. Saya akan memberi anak ini pelajaran!"
"Tapi..." Rui benar-benar bingung sekarang.
Memikirkan bahwa situasinya menjadi seperti ini, dia secara alami menjadi gelisah, takut, cemas, dan berbagai macam emosi mengaduk hatinya.
"Bocah, sebaiknya kamu meminta maaf dengan patuh. Atau, apakah kamu lebih suka diseret olehku setelah aku mengubahmu menjadi mayat yang sedingin es?" Melihat pemuda ini di hadapannya, Katasuke menempatkan satu kaki ke depan, satu pijakan itu mengandung sejumlah besar energi, meledak secara besar-besaran dan menutupi seluruh lingkungan di sekitarnya